Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Aksi Plogging di Makassar Kumpulkan 139 Kilogram Sampah
Aksi plogging atau jalan sehat sambil memungut dan memilah sampah dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2026, Sabtu (6/6/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)
  • Pemerintah Kota Makassar menggelar aksi plogging memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, dipimpin Wali Kota Munafri Arifuddin untuk menumbuhkan kesadaran menjaga kebersihan sejak dari keluarga.
  • Kegiatan plogging berhasil mengumpulkan total 139 kilogram sampah berbagai jenis, menjadi bukti masih tingginya volume sampah publik dan pentingnya edukasi pemilahan sejak sumbernya.
  • Pemkot Makassar menyiapkan rangkaian program lingkungan seperti Gerakan Nasional Indonesia Asri dan talkshow iklim guna mendorong aksi nyata pengelolaan sampah serta adaptasi perubahan iklim.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar menggelar aksi plogging atau jalan sehat sambil memungut dan memilah sampah dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2026, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin itu menjadi bagian dari kampanye meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Aksi kebersihan dimulai dari halaman Balai Kota Makassar menuju Jalan Nusantara dengan jarak tempuh sekitar satu kilometer. Sepanjang perjalanan, peserta memungut sampah yang ditemukan di area publik lalu mengelompokkannya berdasarkan jenis sampah untuk memudahkan proses pengelolaan dan daur ulang.

1. Appi ajak masyarakat memulai kepedulian lingkungan dari keluarga

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat sambutan pada rangkaian Makassar Half Marathon 2026 di Makassar, Sabtu (30/05/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Kegiatan tersebut diikuti jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ASN, tenaga kebersihan, komunitas lingkungan, hingga masyarakat umum. Turut hadir mendampingi Wali Kota Makassar, Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Sekretaris Daerah Andi Zulkifli Nanda, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Makassar Helmy Budiman.

Munafri menegaskan upaya menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan secara instan. Menurutnya, perubahan besar harus dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga dan rumah tangga.

"Hari ini, kita hadir memperingati hari lingkungan sedunia, kita terus menjaga kebersihan, perubahan besar dalam menjaga bumi tidak akan terwujud tanpa adanya kesadaran dan kebiasaan baik yang dibangun dari rumah tangga," kata Munafri.

Ia menilai peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi penggerak partisipasi masyarakat dalam aksi nyata pelestarian lingkungan.

"Menjaga lingkungan harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Jika kesadaran itu tumbuh dari rumah, maka akan terbentuk budaya peduli lingkungan yang kuat di tengah masyarakat," ujarnya.

2. Hasil plogging temukan lebih dari 139 kilogram sampah

ilustrasi sampah plastik (pexels.com/Krizjohn Rosales)

Dalam pelaksanaannya, setiap SKPD diberi tanggung jawab untuk memungut sekaligus memilah sampah sesuai kategorinya. Langkah tersebut dilakukan sebagai edukasi langsung mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Hasil penimbangan menunjukkan volume sampah yang masih cukup tinggi di ruang publik Kota Makassar. Sampah organik yang berhasil dikumpulkan mencapai 35,12 kilogram, sampah anorganik 30,34 kilogram, sampah residu 69,43 kilogram, serta sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) sebanyak 4,10 kilogram.

Data tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan sampah masih membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak. Munafri menilai keberhasilan pengelolaan lingkungan sangat ditentukan oleh keterlibatan komunitas dan masyarakat di tingkat bawah.

"Nah, inilah menurut saya salah satu contoh baik yang harus terus kita perhatikan untuk membangun komunitas yang bersih di wilayah kita masing-masing," katanya.

Munafri juga mengapresiasi para ketua RT yang aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.

"Saya melihat salah satu ketua RT di Kecamatan Rappocini yang tanpa henti dan tanpa lelah terus memberikan edukasi kepada masyarakat," tuturnya.

"Ini, memberikan pemahaman, mengajak warga untuk menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan baik. Ini adalah contoh yang sangat baik dan harus terus kita dukung," lanjutnya.

3. Pemkot Makassar siapkan rangkaian program lingkungan

ilustrasi sampah plastik, recycle (pexels.com/cottonbro studio)

Munafri mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 akan dirangkaikan dengan berbagai kegiatan lain, mulai dari aksi pemilahan sampah secara virtual, peluncuran Gerakan Nasional Indonesia Asri, hingga talkshow lingkungan yang melibatkan berbagai pihak.

Menurutnya, tema tahun ini yang mengusung semangat "Saatnya Kita Kerja untuk Iklim" harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang melibatkan keluarga, RT, hingga komunitas lokal.

"Ketika keluarga bergerak, RT bergerak, komunitas bergerak, maka dampaknya akan sangat besar bagi lingkungan dan masa depan kota kita," ujarnya.

Munafri menegaskan bahwa pemulihan lingkungan, pengurangan emisi karbon, pengelolaan sampah berkelanjutan, dan adaptasi perubahan iklim tidak boleh hanya menjadi target dalam dokumen perencanaan.

"Pemulihan lingkungan, pengurangan emisi, pengelolaan sampah, dan adaptasi perubahan iklim bukan lagi sekadar target di atas kertas. Ini adalah gerakan bersama yang harus kita lakukan demi masa depan bumi yang berkelanjutan," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga lingkungan. Ia menilai tantangan lingkungan yang semakin kompleks membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

"Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua bahwa lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan adalah tanggung jawab bersama," ujar Aliyah.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, mulai dari langkah sederhana seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga aktif menjaga kebersihan lingkungan sekitar," tambahnya.

Editorial Team

Related Article