ilustrasi sampah plastik, recycle (pexels.com/cottonbro studio)
Munafri mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 akan dirangkaikan dengan berbagai kegiatan lain, mulai dari aksi pemilahan sampah secara virtual, peluncuran Gerakan Nasional Indonesia Asri, hingga talkshow lingkungan yang melibatkan berbagai pihak.
Menurutnya, tema tahun ini yang mengusung semangat "Saatnya Kita Kerja untuk Iklim" harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang melibatkan keluarga, RT, hingga komunitas lokal.
"Ketika keluarga bergerak, RT bergerak, komunitas bergerak, maka dampaknya akan sangat besar bagi lingkungan dan masa depan kota kita," ujarnya.
Munafri menegaskan bahwa pemulihan lingkungan, pengurangan emisi karbon, pengelolaan sampah berkelanjutan, dan adaptasi perubahan iklim tidak boleh hanya menjadi target dalam dokumen perencanaan.
"Pemulihan lingkungan, pengurangan emisi, pengelolaan sampah, dan adaptasi perubahan iklim bukan lagi sekadar target di atas kertas. Ini adalah gerakan bersama yang harus kita lakukan demi masa depan bumi yang berkelanjutan," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga lingkungan. Ia menilai tantangan lingkungan yang semakin kompleks membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.
"Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua bahwa lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan adalah tanggung jawab bersama," ujar Aliyah.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, mulai dari langkah sederhana seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga aktif menjaga kebersihan lingkungan sekitar," tambahnya.