4 Penyebab Overthinking pada Remaja, Kamu Mengalaminya?

- Remaja sering merasa insecure dan kurang percaya diri, membandingkan diri dengan orang lain yang terlihat lebih "sempurna" atau "ideal."
- Kurangnya rasa percaya diri dapat memicu overthinking, membuat remaja takut memberikan respons spontan dan takut akan penilaian orang lain.
- Ambisi tinggi dan ekspektasi yang tidak realistis juga menjadi penyebab overthinking pada remaja, membuat mereka sulit merasakan kenyamanan dalam hidup.
Overthinking atau berpikir berlebihan, adalah kecenderungan seseorang untuk terperangkap dalam siklus pemikiran yang intens dan tanpa henti. Orang yang mengalami overthinking sering kali terperangkap dalam siklus berpikir yang berulang-ulang, mendalami setiap detail, menganalisa skenario tentang kemungkinan terburuk, meragukan keputusan sendiri, dan kesulitan menghentikan atau mengalihkan pikiran mereka ke hal lain.
Jika seseorang terus-menerus mempunyai beberapa pikiran yang berlebihan, akibatnya akan menghalangi kemajuan hidupnya. Tanpa disadari ternyata overthinking dapat membuang waktu dan menguras energi. Mereka akan sulit dalam bertindak atau melakukan sesuatu. hal tersebut dapat membuat seseorang mengalami gangguan kecemasan.
Overthinking bisa membuat remaja larut dalam pemikirannya sendiri sehingga dapat menyebabkan muncul perasaan cemas dan takut yang berlebihan. Perasaan tersebut dapat mengganggu produktivitas remaja, menguras tenaga, menyita waktu, serta membuat remaja memikirkan hal-hal yang jauh dari kenyataan. Lalu, apa saja faktor yang mempengaruhi overtinking remaja?
1. Insecure

Banyak remaja zaman sekarang yang sering merasakan kurangnya kepercayaan diri. Hal ini sering disebabkan oleh perasaan rendah diri, terutama ketika mereka membandingkan diri dengan orang lain yang mungkin terlihat lebih "sempurna" atau "ideal." Perbandingan ini seringkali memicu upaya untuk mengejar citra sempurna tersebut, bahkan ketika sebenarnya tidak realistis.
Remaja sering kali terjebak dalam siklus membandingkan diri dengan orang lain. Mereka cenderung merasa bahwa orang lain lebih unggul atau sempurna. Dalam usahanya untuk mengejar standar ini, mereka bisa meremehkan pencapaian dan potensi mereka saat ini. Ini dapat mengarah pada perasaan ketidakcukupan dan kurang bersyukur terhadap apa yang mereka miliki.
Siklus perbandingan ini dapat memengaruhi kesejahteraan emosional remaja dan menghambat perkembangan positif. Lebih baik untuk mengajarkan remaja untuk merasa nyaman dengan diri mereka sendiri, membangun kepercayaan diri mereka sendiri, dan menghargai pencapaian serta kualitas yang mereka miliki tanpa harus selalu membandingkan diri dengan orang lain.
2. Kurangnya rasa percaya diri

Penyebab overthinking lainnya adalah menurunnya rasa percaya diri. Ketika kamu mulai memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi, lalu berpikir kalau orang-orang tertentu punya niat yang tidak baik denganmu.
Bila pemikiran-pemikiran semacam ini terus ditanamkan dalam pikiran, ini bisa menjadi bumerang yang menyerang balik rasa percaya diri. Kamu jadi takut memberikan respons spontan, takut bila ide ditolak, atau takut bila ternyata teman atau rekan kerjamu menjelek-jelekkanmu di belakang.
3. Terlalu memikirkan pendapat orang lain

Remaja biasanya takut dengan komentar yang tidak baik mengenai dirinya. Hal itu juga membuat membuat mereka berusaha untuk memenuhi ekspektasi dan penilaian orang lain.
Hal ini merupakan salah satu perubahan remaja terhadap pola pikir yang matang serta berusaha untuk menyesuaikan diri terhadap perilaku dan sikapnya dalam lingkup sosial. Akan tetapi, jika terlalu memikirkan penilaian dan pendapat orang lain juga tidak baik karena dapat menyebabkan hidup remaja akan dikendalikan dengan rasa cemas dan takut, sehingga mereka akan sulit untuk merasakan kenyamanan dalam hidup.
4. Terlalu berekspektasi tinggi

Ambisi yang kuat memang perlu dimiliki oleh remaja sebagai kekuatan untuk dirinya sendiri. Remaja yang memiliki ambisi kuat berdampingan pula dengan ekspektasi tinggi terhadap pencapaiannya.
Akan tetapi memilki ekspektasi yang tinggi bukanlah hal yang selalu baik. Hal tersebut akan membuat seseorang menjadi selalu merasa kurang secara terus menerus. Jika ekspektasi mereka tidak sesuai dengan kenyataan.
Perasaan kecewa akan muncul karena adanya ekspektasi yang terlalu tinggi, sehingga ekspektasi atau harapan tersebut seringkali tidak tercapai dan malah membuatmu kecewa. Hal ini akan menyebabkan remaja mengalami overthinking serta menyalahkan diri sendiri jika apa yang sudah mereka lakukan tidak sesuai dengan ekspektasi.
Itu beberapa penyebab overthinking yang sebaiknya kamu pahami agar tidak terjebak dengan situasi tersebut. Semoga bermanfaat, ya!


















