Comscore Tracker

Melihat Mozaik Budaya dan Sejarah Rakyat Sulsel di Museum La Galigo

Dari masa pra-sejarah hingga naskah kuno warisan dunia

Makassar, IDN Times - Berbicara tentang Sulawesi Selatan, tentu tak lepas dari berbagai macam budaya hingga sejarah yang mengiringi perkembangan masyarakat pesisir Makassar hingga pegunungan Enrekang. Ditelusuri lebih jauh, jejak langkah kaki pertama di Tanah Daeng bisa dirunut sejak masa pra-sejarah.

Menyambangi situs-situs bersejarah di seantero Sulsel bukan pekerjaan mudah. Namun jika rasa penasaran ingin segera dituntaskan, silakan menyambangi Museum La Galigo yang berdiri tegak dalam salah satu bangunan Benteng Fort Rotterdam. Sejumlah replika dan peninggalan terpajang untuk para pengunjung haus pengetahuan.

1. Patung arca batu dengan corak Polinesia ini jadi salah satu peninggalan masa Neolitikum, banyak di antaranya masih berdiri di daerah utara seperti Toraja

Melihat Mozaik Budaya dan Sejarah Rakyat Sulsel di Museum La GaligoIDN Times/Achmad Hidayat Alsair

2. Alat-alat bantu jadi bukti peralihan dari masa berburu ke masa menetap-menanam

Melihat Mozaik Budaya dan Sejarah Rakyat Sulsel di Museum La GaligoIDN Times/Achmad Hidayat Alsair

3. Agama Buddha pun pernah tersebar, terbukti dari salah satu arca yang ditemukan di daerah Mamuju

Baca Juga: Berziarah ke Kompleks Makam Raja Tallo, Menyusuri Sejarah Makassar

Melihat Mozaik Budaya dan Sejarah Rakyat Sulsel di Museum La GaligoIDN Times/Achmad Hidayat Alsair

4. Medali perak bersepuh emas jadi tanda persahabatan VOC dengan salah satu Arumpone (Pemimpin) Kerajaan Bone (1330-1950)

Melihat Mozaik Budaya dan Sejarah Rakyat Sulsel di Museum La GaligoIDN Times/Achmad Hidayat Alsair

5. Mahkota ini adalah replika dari yang dikenakan para Karaeng, Daeng hingga Sultan penguasa Kerajaan Gowa-Tallo (1300-1946)

Melihat Mozaik Budaya dan Sejarah Rakyat Sulsel di Museum La GaligoIDN Times/Achmad Hidayat Alsair

7. Badik termasuk salah satu bagian penting dalam adat istiadat Bugis-Makassar sebagai lambang kejantanan. Sebutlah istilah "Teyai bura'ne punna tena ammallaki badik" yang berarti "Bukan seorang lelaki jika tak memiliki badik".

Melihat Mozaik Budaya dan Sejarah Rakyat Sulsel di Museum La GaligoIDN Times/Achmad Hidayat Alsair

7. Beberapa bukti jika Kerajaan Luwu (Berdiri pada pertengahan 1200-an), wilayah Palopo dan sekitarnya saat ini, pernah berjaya

Melihat Mozaik Budaya dan Sejarah Rakyat Sulsel di Museum La GaligoIDN Times/Achmad Hidayat Alsair

8. Beberapa wadah yang digunakan dalam upacara Maccera wettang (Urut kandungan) bagi ibu yang hamil tua hingga kelahirang si bayi

Melihat Mozaik Budaya dan Sejarah Rakyat Sulsel di Museum La GaligoIDN Times/Achmad Hidayat Alsair

9. Beberapa peralatan masak tradisional masyarakat Bugis-Makassar yang turut dipamerkan.

Melihat Mozaik Budaya dan Sejarah Rakyat Sulsel di Museum La GaligoIDN Times/Achmad Hidayat Alsair

10. Tradisi memenun kain amat lekat dalam hidup sehari-hari para wanita Sulsel, motifnya pun berbeda dari masing-maing daerah

Melihat Mozaik Budaya dan Sejarah Rakyat Sulsel di Museum La GaligoIDN Times/Achmad Hidayat Alsair

11. Salah satu yang mencolok dari adat Toraja adalah Rambu Solo' alias upacara kematian. Jenazah diantar ke liang lahat di perbukitan dengan Tau-tau atau patung sebagai penanda tempat semayam.

Melihat Mozaik Budaya dan Sejarah Rakyat Sulsel di Museum La GaligoIDN Times/Achmad Hidayat Alsair

12. Sesuai dengan namanya, museum ini turut menyimpan secuil naskah (Sureq) I La Galigo, epik mitos penciptaan peradaban masyarakat Sulsel

Melihat Mozaik Budaya dan Sejarah Rakyat Sulsel di Museum La GaligoIDN Times/Achmad Hidayat Alsair

Benda-benda koleksi terdiri dari kapak dari zaman batu, arca Mesolitik, arca Buddha, replika peninggalan beberapa kerajaan/kesultanan yang berdiri di seantero wilayah Sulsel, beberapa wadah yang iringi acara adat, kain tenun tradisional, miniatur Tau-tau khas Toraja hingga naskah epos I La Galigo yang dinobatkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO.

Baca Juga: Gajah Kesepian di Sudut Losari, Saksi Bisu Makassar Dekade 1980-an

Topic:

  • M Gunawan Mashar

Berita Terkini Lainnya