Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Statistik Lini Pertahanan PSM di 2 Laga Terakhir, Masih Keropos
Salah satu momen pertandingan pekan kedua BRI Super League 2026/2027 antara PSM Makassar versus Arema FC Malang yang berlangsung di Stadion BJ Habibie, Parepare, 13 September 2026. (dok. Ofisial PSM Makassar/Agung Dewantara)
  • PSM Makassar kebobolan enam gol dalam dua laga awal BRI Super League 2026/2027, masing-masing tiga gol saat menghadapi Persib Bandung dan Arema FC.
  • Aksi sapuan serta intersep lini belakang menurun saat melawan Arema; kondisi ini memberi lawan ruang lebih leluasa memasuki sepertiga akhir pertahanan PSM.
  • Kesalahan Dusan Lagator dan Stefan Jevtoski berujung gol kontra Arema, sementara kontribusi gelandang dalam tekel sukses dan penyaringan serangan masih belum maksimal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Sinyal bahaya berbunyi di lini pertahanan PSM Makassar pada permulaan BRI Super League 2026/2027. Dari dua laga awal yang telah dilakoni melawan Persib Bandung dan Arema FC Malang, jala gawang Pasukan Ramang harus rela bergetar sebanyak enam kali.

Catatan kebobolan tiga gol di Bandung yang berlanjut saat menjamu Arema FC di Parepare memperlihatkan adanya celah krusial dalam koordinasi serta kedisiplinan pertahanan. Berikut tiga poin analisis mendalam mengenai performa lini belakang PSM Makassar, berdasarkan data statistik Sofascore.

1. Terjadi penurunan aksi pertahanan dalam dua pertandingan terakhir

Salah satu momen pertandingan pekan kedua BRI Super League 2026/2027 antara PSM Makassar versus Arema FC Malang yang berlangsung di Stadion BJ Habibie, Parepare, 13 September 2026. (dok. Ofisial PSM Makassar/Agung Dewantara)

Perbandingan data statistik pertahanan pada laga pertama (kontra Persib) dan laga kedua (versus Arema) menunjukkan penurunan drastis dalam aspek ketegasan memotong serta membuang bola.

Saat menghadapi Persib, barisan belakang PSM mencatatkan total aksi sapuan (clearances) dan pemotongan bola (interceptions) yang terbilang aktif. Akbar Tanjung memimpin dengan 6 clearance dan 4 interception, disusul Dusan Lagator (7 clearance) dan Aloisio Neto (5 clearance).

Namun, ketika menjamu Arema FC, angka ini merosot tajam. Lagator cuma mencatatkan 5 clearance, sementara Victor Luiz hanya melakukan 1 clearance. Ketidakmampuan memutus alur serangan lawan lebih membuat Arema FC lebih leluasa memasuki sepertiga akhir pertahanan, mengonversi peluang menjadi tiga gol di kandang PSM.

2. Kesalahan individu menjadi titik lemah yang fatal untuk Pasukan Ramang

Pesepak bola Persib Bandung Luka Menalo (tengah) berebut bola dengan pesepak bola PSM Makassar Dusan Lagator (kiri) dan Ananda Rehan (kanan) saat bertanding pada laga perdana BRI Super League 2026-2027 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.)

Pada laga kontra Persib, pertahanan PSM terbilang kerap ditekan lewat duel, dan Victor Luiz bahkan 4 kali dilewati oleh pemain lain. Sedangkan pada pertandingan melawan Arema, kesalahan individu mendasar (individual errors) justru terjadi yang berujung pada ancaman langsung tim lawan.

Tercatat ada dua nama melakukan kesalahan berujung gol saat menghadapi Singo Edan. Mereka adalah bek tengah, Dusan Lagator (1 kali), dan gelandang bertahan, Stefan Jevtoski (1 kali). Kesalahan mengantisipasi atau menguasai bola di area pertahanan sendiri hampir pasti langsung dihukum dengan tembakan tepat sasaran dari penyerang lawan.

3. Para gelandang belum optimal dalam menyaring serangan tim lawan

Pesepak bola Persib Bandung Mariano Peralta (tengah) berebut bola dengan pesepak bola PSM Makassar Aloisio Soares (kiri) saat bertanding pada laga perdana BRI Super League 2026-2027 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.)

Statistik dua pertandingan ini juga memperlihatkan belum maksimalnya peran filter pertahanan dari sektor gelandang bertahan serta perlindungan dari bek sayap. Victor Luiz mencatatkan statistik yang cukup timpang. Selain sempat dilewati lawan 4 kali di laga pembuka, jumlah aksi bertahan totalnya (defensive actions) menurun dari 4 menjadi 2 di laga kedua. Mufli Hidayat yang dipercaya menghuni pos bek sayap saat melawan Arema juga hanya mengumpulkan 2 aksi bertahan sebelum digantikan.

Di sisi lain, Ananda Raehan Alief cukup konsisten menyumbang 3 kali intersep penting dalan 2 pertandingan. Namun, minimnya para gelandang melakukan tekel sukses membuat beban kerja bek tengah seperti Dusan Lagator dan Aloisio Soares semakin berat dalam meredam serangan balik lawan.

Apakah performa lini belakang PSM Makassar bisa membaik saat menjamu Persita Tangerang pada Sabtu (19/9/2026) ini? Patut ditunggu seperti apa hasil evaluasi pelatih, Darije Kalezic.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article