Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lampu Kuning untuk PSM, Masih Terjerat Sanksi FIFA Jelang Liga
Aksi pemain baru PSM Makassar, Nenad Lalic, dalam pemusatan latihan di Yogyakarta pada Agustus 2026. (instagram.com/psm_makassar)
  • PSM Makassar menjadi satu-satunya klub Super League yang masih terkena larangan pendaftaran pemain FIFA jelang kick-off BRI Super League 2026/2027 pada 4 September.
  • Sanksi berasal dari dua sengketa finansial pada 25 Mei dan 7 Juli 2026, dengan larangan hingga tiga periode transfer kecuali kewajiban kepada pemain diselesaikan.
  • Manajemen berjanji menuntaskan sanksi sebelum liga dimulai, agar tujuh rekrutan baru, termasuk lima pemain asing, dapat didaftarkan dan dimainkan sejak pekan pertama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Lampu kuning masih menyala untuk PSM Makassar menjelang kick-off BRI Super League 2026/2027 pada 4 September mendatang. Berdasarkan pengecekan terbaru di laman FIFA Registration Bans per Kamis (27/8/2026) pagi, skuat Juku Eja tercatat menjadi satu-satunya klub Super League yang masih terbelenggu sanksi larangan pendaftaran pemain.

Kondisi ini berpotensi mengancam kehadiran deretan amunisi baru Pasukan Ramang di laga pembuka. Padahal, para rekrutan baru menempati berbagai posisi penting dalam formasi godokan sang pelatih, Darije Kalezic.

1. Masih terjerat 2 sengketa dan sanksi larangan pendaftaran pemain

Laga uji coba pramusim PSM Makassar versus Persita Tangerang yang berlangsung di Yogyakarta pada 11 Agustus 2026. (instagram.com/psm_makassar)

Berdasarkan data resmi induk sepak bola dunia FIFA, PSM Makassar masih menyisakan dua kasus sengketa finansial yang berujung pada hukuman larangan pendaftaran pemain baru (transfer ban). Sanksi pertama dijatuhkan FIFA pada 25 Mei 2026, disusul sengketa kedua yang terbit pada 7 Juli 2026.

Kedua sengketa tersebut berkonsekuensi sanksi larangan mendaftarkan pemain baru hingga 3 periode transfer berturut-turut. Sanksi ini sendiri bisa dicabut jika semua kewajiban finansial kepada pemain yang bersangkutan terselesaikan.

2. Manajemen berjanji menyelesaikan sanksi FIFA sebelum kompetisi dimulai

Salah satu momen laga uji coba PSM Makassar melawan PSM Makassar U-20 yang berlangsung Stadion Kalegowa, Pallangga, pada 1 Agustus 2026. (instagram.com/psm_makassar)

Pihak manajemen PSM telah menegaskan komitmennya untuk membereskan persoalan ini. Dalam konferensi pers di Makassar Creative Hub (MCH) Pantai Losari pada 19 Juli 2026 lalu, manajemen memastikan sanksi akan tuntas sebelum liga bergulir. Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, menyatakan bahwa skema penyelesaian sudah disiapkan.

"Kami sudah menyusun perencanaan jauh-jauh hari, dan itu kita sudah bahas bersama pelatih kepala (Darije Kalezic). Itu menjadi tanggung jawab kami di manajemen. Insyaallah sanksi FIFA ini akan kami selesaikan," tegas Fajrin kala itu.

3. Juku Eja sudah merekrut 7 pemain baru di bursa transfer awal musim 2026/2027

Aksi pemain baru PSM Makassar, Stefan Jevtoski, dalam laga uji coba pramusim melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Kab. Sleman, pada Kamis 20 Agustus 2026. (instagram.com/psm_makassar)

Situasi ini terbilang krusial lantaran PSM tergolong agresif di bursa transfer awal musim 2026/2027 ini. Juku Eja sudah mendatangkan total 7 pemain baru, terdiri dari 5 legiun asing serta 2 amunisi lokal yakni Henhen Herdiana (pinjaman dari Persib) dan Agung Mannan.

Masalah administratif ini membangkitkan ingatan pada awal musim lalu. Ketika itu, PSM sempat tampil tidak dengan kekuatan penuh di laga pembuka melawan Persijap Jepara akibat keterlambatan pengesahan pendaftaran pemain baru meski sanksi FIFA telah dicabut. Manajemen kini berpacu dengan waktu dalam sepekan ke depan agar seluruh rekrutan anyar dapat disahkan dan diturunkan sejak pekan pertama Super League.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article