Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[MEMORI] Sebelum Persib, PSM Sudah Lebih Dulu Kalahkan Klub Korsel
ilustrasi logo klub sepak bola PSM Makassar (instagram.com/psm_makassar)
  • Persib Bandung menang 1-0 atas FC Seoul pada laga pembuka Grup E AFC Champions League Two 2026/2027, menjadi klub Indonesia pertama yang menaklukkan wakil Korea Selatan di kandangnya.
  • Tiga puluh tahun sebelumnya, PSM Makassar mengejutkan Asia dengan mengalahkan Pohang Atoms 1-0 di Makassar lewat gol Jacksen F. Tiago pada Asian Club Championship 1996/1997.
  • PSM kemudian kalah 0-4 pada leg kedua dan tersingkir agregat 1-4, sementara Pohang menjadi juara. Rekor kemenangan PSM atas klub Korsel bertahan hingga dilampaui Persib.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Kemenangan 1-0 Persib Bandung atas FC Seoul pada matchday pertama Grup E AFC Champions League Two 2026/2027, Rabu (16/9/2026) malam, menjadi catatan istimewa. Gol semata wayang Julio Cesar pada menit ke-5 membuat anak asuh Igor Tolic tersebut menjadi tim sepak bola asal Indonesia pertama yang mengalahkan klub Korea Selatan saat bertandang ke markas milik wakil Negeri Ginseng.

Hasil sensasional ini menyegarkan kembali ingatan pecinta sepak bola nasional pada capaian yang diukir PSM Makassar di panggung Asia, 30 tahun silam. Saat itu, PSM lebih dulu mengejutkan pencinta sepak bola di tanah air dengan menumbangkan salah satu raksasa Korea Selatan, Pohang Steelers. Ini terjadi pada putaran pertama Asian Club Championship 1996/1997, ajang yang menjadi cikal bakal AFC Champions League Elite.

1. PSM Makassar bertemu dengan Pohang Atoms pada putaran pertama Asian Club Championship 1996/1997

Logo Asian Club Championship dan AFC Champions League. (Kolase Berbagai Sumber)

PSM terjun ke Asian Club Championship 1996/1997 dengan status sebagai runner-up Liga Indonesia 1995/1996. Sementara itu, Mastrans Bandung Raya yang keluar sebagai juara liga musim itu mentas di Asian Cup Winners' Cup 1996/1997. Ini terjadi sebab Ligina 1995/1996 belum selesai sebelum batas waktu pendaftaran klub AFC. Alhasil, PSSI memberikan jatah tiket kepada PSM sebagai pemuncak klasemen Wilayah Timur.

Berstatus sebagai debutan di Asian Club Championship, PSM berstatus sebagai tim non-unggulan saat proses undian dilakukan. Apesnya, mereka langsung bertemu Pohang Atoms (kini bernama Pohang Steelers), runner-up K League 1995. Saat itu, Pohang sedang diperkuat sejumlah pemain Timnas Korea Selatan dan legiun asing berkualitas. Sebut saja Hong Myung Bo, Hwang Sun Hong, Cho Jin Ho, Park Tae Ha, dan Rade Bogdanovic.

2. Di luar dugaan, Juku Eja berhasil menang 1-0 atas Pohang Atoms di Mattoanging

ilustrasi pertandingan sepak bola (pexels.com/BOOM Photography)

Leg pertama berlangsung di Stadion Andi Mattalatta Mattoanging pada 7 September 1996. Menjamu Pohang Atoms, skuat Juku Eja tak sedikit pun gentar. Dukungan puluhan ribu suporter membakar semangat juang pertarungan tim asuhan M. Basri di atas lapangan. Di luar dugaan banyak pengamat sepak bola Asia, PSM tampil disiplin menahan permainan cepat Pohang.

PSM justru bisa memimpin pada menit ke-33 lewat gol Jacksen F. Tiago. Lesatan tersebut menjadi satu-satunya gol yang tercipta, membuat mereka sukses mengunci kemenangan dengan skor akhir 1-0. Hasil tersebut langsung melambungkan nama Juku Eja di kancah benua. Pasalnya, kekalahan biasanya ditelan klub-klub Indonesia yang berjumpa wakil Korea Selatan di semua turnamen antarklub Asia.

3. Catatan tersebut bertahan selama 30 tahun sebelum akhirnya dilampaui Persib Bandung

Para pemain PSM Makassar berpose jelang laga uji coba melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Kab. Sleman, pada 20 Agustus 2026. (instagram.com/psm_makassar)

Meski kalah 0-1 di Makassar, Pohang Atoms berhasil membalikkan keadaan saat melakoni leg kedua di kandang mereka, Pohang Steel Yard Stadium. Menjamu PSM pada 14 September 1996, tim asuhan Park Sung Hwa tersebut menekuk Luciano Leandro dan kawan-kawan dengan skor 4-0. Alhasil, agregat pun berbalik menjadi 4-1 untuk kemenangan Hong Myung Bo dan kawan-kawan.

Pohang Atoms sendiri terus melenggang ingga akhirnya merengkuh gelar juara Asian Club Championship 1996/1997. Mereka mengalahkan sesama wakil Korea Selatan, Cheonam Ilhwa Chunma (kini Seongnam FC), di partai puncak yang berlangsung di Stadion Shah Alam, Malaysia, pada 9 Maret 1997.

Meski begitu, keberhasilan PSM Makassar mengalahkan Pohang Atoms pada 1996 masih diakui sebagai catatan emas dalam sejarah sepak bola Indonesia. Dan akhirnya, Persib Bandung melampaui raihan tersebut 30 tahun kemudian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article