Makassar, IDN Times - Duel anak asuh Shin Tae-yong melawan Argentina pada Juni lalu meneruskan tradisi panjang Timnas bertemu dengan kesebelasan kelas dunia. Indonesia selalu bertemu banyak klub besar sejak dekade 1950-an, dan selalu ada pemain didikan PSM yang merasakan atmosfer pertandingan tersebut
Salah satunya dialami oleh kiper legenda Maulwi Saelan, 67 tahun silam, saat berjumpa tim Prancis yakni Stade de Reims. Meski sekarang menjadi penghias papan tengah Ligue 1, publik sepak bola dekade 1950-an mengenal tim tersebut sebagai salah satu raksasa Eropa.
Beberapa hari sebelum bertolak ke Indonesia, tepatnya 13 Juni 1956, Stade de Reims melakoni final Piala Eropa (sebutan lama UEFA Champions League) edisi pertama melawan Real Madrid. Sayangnya, mereka takluk 4-3 dalam laga puncak yang berlangsung di Stadion Parc des Princes, Paris.