TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

6 Ritual Pemakaman yang Tak Lazim di Berbagai Negara, Merinding!

Terdapat ritual pemakaman unik di berbagai negara

Ilustrasi pemakaman (pexels.com/KoolShooters)

Pemakaman merupakan ritual sakral yang dilakukan untuk melepaskan seseorang yang kita cintai pergi untuk selama-lamanya. Umumnya, di Indonesia kita mengenal pemakaman dengan cara menguburkan jenazah di dalam tanah, atau dengan cara dikremasi kemudian abunya dikubur, atau bisa juga disimpan. 

Namun, tahukah kamu ternyata banyak ritual pemakaman yang tak lazim kita dengar di Indonesia namun terjadi di negara lain? Nah, berikut ini kita bahas beberapa tempat dengan ritual pemakaman yang sangat mengerikan bagi sebagian orang.

1. Tibet dan Mongolia

Vihara Tibet (pexels.com/Julia Volk)

Masyarakat Tibet dan Mongolia melakukan prosesi pamakaman dengan cara membacakan mantra pada tubuh jenazah, kemudian tubuh jenazah disayat dan dipotong kecil oleh anggota biara yang dipanggil dengan sebutan Rogyapas.

Dalam proses ini Rogyapas dan beberapa asistennya menghancurkan tubuh mayat menggunakan alat dari batu agar tulang dan dagingnya menjadi lebih kecil, yang kemudian dicampurkan dengan tepung, mentega, dan susu. Campuran inilah yang dipersembahkan di tanah lapang sekitaran biara, untuk dimakan burung nasar yang dikenal dengan burung pemakan bangkai. Tradisi ini disebut dengan Jhator atau Sky Buria.

Bagi masyarakat Tibet dan Mongolia, burung Nasar adalah hewan yang suci sehingga  mereka secara sukarela memberikan tubuhnya untuk dimakan burung-burung ini sebagai tanda kebaikan terakhir yang bisa dilakukan.

2. Republik Madagaskar

Bendera Republik Madagaskar (pexels.com/ aboodi vesakaran)

Tradisi pemakaman mengerikan lainnya datang dari negara Republik Madagaskar yaitu tradisi yang disebut dengan Famadihana atau "menari dengan orang mati".
Masyarakat Madagaskar memulai ritual ini dengan membuka makam orang yang sudah meninggal, kemudian membungkusnya ulang dengan pakaian penguburan yang baru, lalu mempersembahkan tarian di sekitar makam. 

Tradisi ini juga dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai "pembalikan tulang" karena tujuannya untuk mempercepat prosesi pembusukan agar mayat segera pergi ke alam baka.

3. Zoroastrian

Ilustrasi Menara Keheningan (pexels.com/Liudmyla Shalimova)

Tradisi pemakaman di Zoroastrian ini, cukup mirip dengan prosesi Sky Buria dari Tibet. Masyarakat menempatkan jenazah di menara keheningan atau Tower of Silence, karena keyakinan masyarakatnya, bahwa mayat-mayat itu dapat mengotori apapun yang disentuhnya termasuk tanah dan api. 

Sebelum itu jasad diguyur terlebih dahulu dengan air seni Banteng untuk dibersihkan, lalu diletakkanlah di atas menara keheningan supaya jasad tidak menghalangi orang yang hidup dan mengotori sekitarnya.

4. Korea Selatan

Korea Selatan (pexels.com/Gije Cho)

Penting bagi masyarakat Korea Selatan untuk melakukan upacara pemakaman yang bisa memakan waktu tiga sampai dengan tujuh hari. Setelah hari terakhir upacara, jenazah dibawa ke ruang krematorium untuk dikremasi lalu abunya disimpan, dan ada juga yang menebar abunya di laut. 
  
Namun ternyata di beberapa keluarga, abu tersebut dijadikan sebuah manik-manik cantik yang berkilauan indah, lalu dimasukkan ke dalam vas dan dipajang di dalam rumah agar menjadi pusat perhatian.

Bagi mereka, hal ini merupakan pilihan yang tepat untuk mengubur jasad, apalagi biaya untuk dilakukannya pemakaman di negara mereka sangatlah mahal.  

Baca Juga: [FOTO] Tradisi Ma'nene, Mengganti Pakaian Mayat di Toraja Utara

5. Filipina

Ilustrasi tebing (pexels.com/Jeys Tubianosa)

Filipina merupakan negara dengan tradisi pemakaman yang cukup beragam dan sangat tidak masuk akal bagi masyarakat Indonesia. Seperti yang dilakukan masyarakat Tinguian, mereka memulainya dengan mendandani mayat dengan pakaian mewah, kemudian mendudukkan mayat di kursi, dan menaruh sebatang rokok yang menyala di bibir mayat. 

Tradisi lainnya dilakukan oleh masyarakat Benguet, Filipina adalah dengan menutup mata mayat lalu mendudukkannya di kursi yang diletakkan di depan pintu masuk rumah. 

Berbeda dengan wilayah lainnya, di Sagada, Filipina, mereka melakukan ritual pemakaman dengan menggantungkan peti mati di tebing. Karena bagi masyarakat sekitar hal ini dipercaya membawa jiwa yang telah mati lebih dekat dengan surga.

Baca Juga: 7 Negara di Dunia yang Tidak Memiliki Masjid

Writer

Laras Sati

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Berita Terkini Lainnya