Mengaku Staf Kepresidenan, Pelaku Kasus Narkoba Ditangkap Polisi

15 orang lanjut ke tahap penyidikan diduga terlibat narkoba

Makassar, IDN Times - Tim gabungan Kepolisian Resor Kota Besar Makassar mengamankan 34 orang yang diduga terlibat penyalahgunaan narkoba. Sebanyak 15 di antaranya berlanjut ke proses penyidikan karena memiliki barang bukti berupa narkoba dan alat isap narkoba.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo mengatakan puluhan orang warga Makassar yang ditangkap itu adalah hasil dari Operasi Antik 2019.

“Selebihnya menjalani proses rehabilitasi di BNNP Sulsel,” kata Wahyu saat jumpa pers di kantornya, Senin sore (22/7).

1. Ada 17 lokasi yang telah didatangi tim gabungan

Mengaku Staf Kepresidenan, Pelaku Kasus Narkoba Ditangkap PolisiIDN Times/Dhidi Hariadi

Saat ini, menurut dia, tim gabungan telah mendatangi sebanyak 17 lokasi di Makassar. Dari situ ditemukan barang bukti berupa 45 butir tramadol, 31 paket sabu, dan lima butir pil ekstasi.

Diketahui Operasi Antik ini berlangsung mulai 15 Juli hingga 4 Agustus mendatang. “Yang kita amankan ini dari berbagai profesi mulai mahasiswa, pegawai swasta, hingga pekerja seks komersial (PSK),” ucap Wahyu.

Baca Juga: Pura-pura Diculik, Mahasiswi Minta Tebusan Rp25 Juta ke Orang Tua

2. Ada tersangka yang mengaku sebagai staf kepresidenan

Mengaku Staf Kepresidenan, Pelaku Kasus Narkoba Ditangkap PolisiIDN Times/Dhidi Hariadi

Kasatresnarkoba Polrestabes Makassar Kompol Diari Astetika mengatakan dari total 34 orang yang telah diamankan, satu di antaranya mengaku sebagai Staf Kepresidenan. Pria bernama Adi itu mengaku bekerja di Istana Bogor.

“Dia (Adi) kita tangkap di Perumahan Phinisi Jalan Faisal Makassar,” tutur Diari.

Bahkan saat akan ditangkap, Adi sempat memperlihatkan kartu anggotanya. Akan tetapi kartu itu diduga palsu. “Kami cari tahu di pusat tapi yang bersangkutan tidak tercatat namanya,” terang Diari.

3. Sebanyak 15 orang dikenakan pasal 112 atau 114

Mengaku Staf Kepresidenan, Pelaku Kasus Narkoba Ditangkap PolisiIDN Times/Dhidi Hariadi

Sementara itu, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo menjelaskan, setelah mengamankan para tersangka, 15 orang yang lanjut di tingkat penyidikan langsung diproses. Mereka dikenakan Pasal 112 atau Pasal 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 15 tahun penjara telah menanti mereka.

“Kita pastikan kasus ini tetap berlanjut,” ucap Wahyu.

Baca Juga: Polisi Tembak Begal yang Melukai Seorang Ibu di Makassar 

Topik:

  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya