Temui IAS, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Tinggalkan Golkar

- Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengundurkan diri sebagai kader Golkar pada 5 Oktober 2026 dengan menyerahkan surat kepada Ketua DPD I Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin.
- Dalam suratnya, Appi juga menolak diangkat sebagai Plt Ketua DPD II Golkar Makassar, sambil menyatakan tetap menjaga silaturahmi dengan pengurus dan kader.
- IAS menghargai keputusan tersebut dan akan meneruskan surat ke DPP Golkar; Appi sebelumnya bergabung sejak 2020 serta memimpin peningkatan kursi Golkar Makassar pada Pemilu 2024.
Makassar, IDN Times - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninggalkan Partai Golkar usai mengndurkan diri sebagai kader. Keputusan itu disampaikan Appi, sapaan Munafri, dengan menyerahkan surat pengunduran diri kepada Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin (IAS), Senin (5/10/2026).
Appi menemui IAS di kediaman pribadinya di kawasan Batu Putih, Makassar, sekitar pukul 08.45 WITA. Pertemuan tersebut berlangsung sekitar 25 menit.
Appi datang bersama Ketua Bappilu Demokrat Sulsel Selle KS Dalle serta fungsionaris Golkar Makassar Muh Nur Alamsyah. Pengunduran diri ini berlangsung di tengah isu Appi dirayu masuk Partai Demokrat.
1. Appi nyatakan mundur sebagai kader Golkar

Ketua DPD II Golkar Makassar, Munafri Arifuddin, serahkan SK kepada kader saat rapat pleno di kantor DPD II Golkar Makassar, Rabu (17/9/2025). (Dok. Istimewa) Dalam surat tertanggal 5 Oktober 2026 yang ditujukan kepada Ketua DPD Partai Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin, Appi menyatakan mengundurkan diri sebagai kader Partai Golkar. Ia menyebut keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan perjalanan politiknya bersama partai berlambang pohon beringin tersebut.
"Saya menyatakan mengundurkan diri sebagai kader Partai Golkar, terhitung sejak tanggal surat ini," tulis Appi dalam surat pengunduran dirinya yang diterima IDN Times.
Dalam surat itu, Appi juga menyatakan tidak bersedia diangkat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar. Ia menyampaikan keputusan tersebut sebagai bagian dari pilihan yang diambil dengan ikhlas dan tanpa menyisakan ganjalan.
"Keputusan ini saya ambil dengan ikhlas, tanpa menyisakan ganjalan di hati. Saya pamit sebagai kader, tetapi tidak sebagai kawan dan saudara," tulisnya.
Appi juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran pengurus dan kader Golkar yang selama ini memberikan kepercayaan, bimbingan, serta persaudaraan kepadanya. Ia menegaskan hubungan silaturahmi dengan para kader akan tetap dijaga meski dirinya tidak lagi menjadi bagian dari partai.
2. IAS hargai keputusan politik Appi

Ilham Arief Sirajuddin (IAS) resmi menerima pataka Partai Golkar usai ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan periode 2026-2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Sulsel di Hotel Claro Makassar, Sabtu (18/7/2026). (Dok. Istimewa) Ilham Arief Sirajuddin mengatakan menghargai keputusan Appi untuk meninggalkan Golkar. IAS menerima langsung surat pengunduran diri tersebut saat Appi datang ke kediamannya pada Senin pagi.
"Kami menghargai keputusan Appi melepas status sebagai kader Golkar," kata IAS seusai menerima Appi di kediamannya, Senin (5/10/2026).
IAS mengatakan kebetulan dirinya akan bertolak ke Jakarta untuk berkonsultasi dengan DPP Golkar terkait persiapan pelantikan. Karena itu, surat pengunduran diri Appi juga akan diserahkan kepada DPP Golkar.
Setelah pertemuan tersebut, IAS dijadwalkan menuju Jakarta dan berencana menemui Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Sementara Appi meninggalkan kediaman IAS setelah menyerahkan surat pengunduran dirinya.
3. Appi bergabung Golkar sejak 2020

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham meluncurkan program Merdeka dalam Genggaman usai upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Karebosi, Makassar, Senin (17/8/2026). (Dok. Pemkot Makassar) Munafri Arifuddin bergabung dengan Partai Golkar sejak 2020. Setahun kemudian, Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Makassar menetapkan Appi sebagai Ketua DPD II Golkar Makassar menggantikan Farouk M Betta.
Di bawah kepemimpinannya, Golkar Makassar menambah perolehan kursi di DPRD Makassar pada Pemilu 2024. Golkar meraih 97.209 suara dan mendapatkan enam kursi, naik dari sebelumnya lima kursi, serta menjadi partai dengan perolehan kursi terbanyak kedua setelah NasDem yang meraih delapan kursi.
Pada Pemilu 2024, Appi juga berhasil terpilih sebagai anggota DPRD Sulsel dari daerah pemilihan Makassar A dengan perolehan 29.802 suara sah. Namun dia mengundurkan diri sebelum dilantik, karena mencalonkan diri pada Pilkada Makassar.
Di Pilkada Makassar 2024, Appi bersama Aliyah Mustika Ilham keluar sebagai pemenang. Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri penantian Golkar selama 15 tahun untuk kembali memenangkan Pilkada Makassar setelah terakhir kali meraih kemenangan pada 2009.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















