Tabligh Akbar Nasional Wahdah Islamiyah di Masjid Islamic Center Dato' Tiro, Bulukumba, Ahad (5/4/2026). (dok. Wahdah Islamiyah)
Kyai Zaitun juga menegaskan dukungan terhadap upaya perdamaian dunia, termasuk jika pemerintah Indonesia mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza. Ia menilai hal tersebut sebagai bagian dari kontribusi kemanusiaan dan perjuangan umat.
"Melaksanakan konstitusi perdamaian dunia wajib kita dukung pengiriman pasukan ke Gaza, sebagai muslim itu juga bahagian dari jihad. Tentu yang bertugas akan merasa bangga karena itu persembahan yang patut dibanggakan," tuturnya.
Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya memulai perubahan dari diri sendiri, seperti menahan amarah, menjaga lisan, serta memperkuat ketakwaan. Ia juga berpesan kepada kader Wahdah Islamiyah untuk mengedepankan sikap bijak dalam berorganisasi.
"Hati boleh panas, tapi kepala harus dingin," pesannya.
Ia bahkan mencontohkan pengalamannya menghadapi komentar negatif dengan tetap mengedepankan kelapangan dada. Menurutnya, persatuan umat harus diutamakan di atas perbedaan organisasi.
"Kader Wahdah juga harus mengalah dengan ormas lain demi persatuan karena sama-sama mengajak kebaikan," tegasnya.
Sebagai penutup, Kyai Zaitun menekankan pentingnya loyalitas terhadap kebenaran, pemimpin, serta dasar negara. Ia mengajak umat Islam untuk tetap tegak lurus pada nilai-nilai Al-Qur'an dan Sunnah, sekaligus menghormati Pancasila dan UUD 1945.
"Jaga loyalitas kita pada kebenaran, al wala lil hak. Kita muslim loyal pada Islam. Harus loyal pada pemimpin. Baik itu pemimpin ulama maupun pemimpin di masyarakat," pungkasnya.