Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sebelum Tewas, AKP Ulil Curhat ke Ibunya Ingin Keluar dari Kepolisian

Sebelum Tewas, AKP Ulil Curhat ke Ibunya Ingin Keluar dari Kepolisian
Cristina Yun Abubakar, Ibu alm AKP Ryanto Ulil Anshar menangis histeris dan ditenangkan oleh kerabatnya. IDN Times/Darsil Yahya
Intinya Sih
  • AKP Ulil sempat curhat pada ibunya bulan lalu, ingin mundur dari kepolisian karena merasa tugasnya terlalu berat dan tidak sanggup lagi.
  • Ibunya menguatkan Ulil agar tetap kuat dan semangat menjalani profesinya sebagai abdi negara, serta dikenal sebagai sosok yang taat beribadah.
  • Ulil tewas setelah diduga ditembak oleh rekan sesama polisi di Polres Solok Selatan pada Jumat dini hari sekitar pukul 00.43 WIB.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Almarhum AKP Ryanto Ulil Anshar (34), ternyata sempat curhat kepada sang Ibu, Cristina Yun Abubakar, mengenai niatnya untuk mundur dari kepolisian. Curhatan Kasat Reskrim Polres Solok Selatan itu, diutarakan kepada sang ibu bulan lalu.

Diberitakan, AKP Ulil tewas setelah ditembak oleh rekan sesama polisi di Polres Solok Selatan, Sumatra Barat, Jumat dini hari sekitar pukul 00.43 WIB.

1. Curhatan disampaikan ke ibunya

Foto almarhum AKP Ulil Ryanto Anshar / IDN Times : Darsil Yahya
Foto almarhum AKP Ulil Ryanto Anshar / IDN Times : Darsil Yahya

Paman almarhum, Fery Mangin (59) mengatakan, keponakannya ingin mundur dari Koprs Bhayangkara karena merasa tugas yang diembannya sangat berat dan merasa tidak sanggup lagi.

"Curhatannya ini bulan lalu ke ibunya. Dia bilang 'doakan saya, tugas saya berat', dia bilang, 'bolehkah saya keluar dari polisi?'," ucap Fery kepada awak media saat ditemui di rumah duka di Jl BTN Antang Jaya Blok E/6, RT002 RW 001, Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (22/11/2024) malam.

Mendengar hal itu, kata Fery, ibunya berusaha menguatkan anaknya agar tetap kuat dan semangat menjalani profesinya sebagai abdi negara.

"Cuma ibunya kuatkan. Dia bilang 'jangan nak, kita dukung dengan doa'," ucapnya.

2. Almarhum dikenal sebagai sosok yang taat beribadah

Kerabat dan keluarga almarhum gelar ibadah penghiburan di rumah duka / IDN Times : Darsil Yahya
Kerabat dan keluarga almarhum gelar ibadah penghiburan di rumah duka / IDN Times : Darsil Yahya

Fery juga menuturkan, selain penyayang keluarga, almarhum di mata keluarga dikenal sebagai sosok yang taat beribadah.

"Ryan (panggilan almarhum di keluarganya) ini orangnya tulus, berprestasi, loyal pada pimpinan dan di keluarga juga sangat perhatian, penyayang, hormat pada orang tua, lalu tekun beribadah," ungkapnya.

Bahkan kata Fery, keponakannya itu adalah orang yang punya integritas dan jujur dalam menjalankan tugasnya sebagai penegak hukum.

"Kalau Ryan itu lurus 'lambusuki' tidak bisa ditawar-tawarkan. Jadi itulah mungkin risiko, konsekuensinya. Semoga ada keadilan, ini adalah pembelajaran untuk negara," tandasnya.

3. Ditembak sesama polisi

Sejumlah karangan bunga berjejer di depan rumah almarhum / IDN Times : Darsil Yahya
Sejumlah karangan bunga berjejer di depan rumah almarhum / IDN Times : Darsil Yahya

Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, AKP Ryanto Ulil Anshar tewas setelah diduga ditembak oleh Kabag Ops Polres Solok Selatan, AKP Dadang Iskandar.

Insiden penembakan itu terjadi di area parkir Polres Solok Selatan, pada Jumat (22/11/2024) dini hari sekitar pukul 00.43 WIB. Jenazah korban dipersiapkan untuk diterbangkan pulang ke Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More