Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sabtu Malam Berakhir Tragis: Tiga Pemuda Gowa Ditemukan Tewas di Jalan
Ilustrasi Kecelakaan Sepeda Motor. (pexels.com/Valentin Sarte)
  • Tiga pemuda asal Pattallassang ditemukan meninggal setelah sepeda motor yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di Jalan Poros Tala-Tala.

  • Kendaraan diduga melaju dengan kecepatan tinggi, oleng, menabrak pembatas jalan, lalu menghantam pohon.

  • Polisi melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah pihak untuk menyelidiki penyebab pasti kecelakaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sabtu (3/10/2026)

Tiga pemuda diduga mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motor di Jalan Poros Tala-Tala sekitar pukul 23.30 Wita.

Senin (5/10/2026)

Kapolsek Pattallassang, AKP Muhalis Hairuddin, menyampaikan bahwa sepeda motor diduga melaju dengan kecepatan tinggi dan mengalami oleng.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Tiga pemuda meninggal setelah mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motor.
  • Who?
    Aldo (17), Alam (17), dan Ikki (15), warga Dusun Bilayya, Desa Pallantikang.
  • Where?
    Jalan Poros Tala-Tala, Dusun Tala-Tala, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
  • When?
    Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 23.30 Wita.
  • Why?
    Kecelakaan diduga bermula karena sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi dan mengalami oleng. Penyebab pastinya masih dalam penyelidikan.
  • How?
    Motor menabrak pembatas jalan, terseret sekitar 10 meter, lalu ketiga korban terjatuh dan menghantam pohon.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tiga anak muda bernama Aldo, Alam, dan Ikki naik satu motor di Gowa. Motor itu diduga melaju cepat, oleng, menabrak pembatas jalan, lalu pohon. Mereka dibawa warga dan petugas ke puskesmas, tetapi meninggal. Polisi masih memeriksa tempat kejadian dan mencari tahu penyebab kecelakaan tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Warga bersama petugas segera mengevakuasi Aldo, Alam, dan Ikki ke Puskesmas Pattallassang setelah kecelakaan terjadi. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara serta meminta keterangan sejumlah pihak. Penanganan medis dan pemeriksaan awal itu menjadi bagian dari proses penanganan peristiwa di lokasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times — Sabtu malam, 3 Oktober 2026, sekitar pukul 23.30 Wita, di Jalan Poros Tala-Tala yang membentang gelap di Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, sebuah sepeda motor Vino melintas dengan kecepatan yang tidak seharusnya. Di atasnya, tiga pemuda dengan umur yang masih sangat muda: Aldo (17), Alam (17), dan Ikki (15). Ketiganya adalah tetangga dari Dusun Bilayya, Desa Pallantikang, yang hanya tinggal beberapa kilometer dari lokasi di mana hidup mereka akan berakhir.

Mereka tidak tahu bahwa apa yang dimulai sebagai perjalanan biasa akan menjadi malam terakhir mereka di dunia ini.

1. Motor Melaju di Jalan Sepi

Ilustrasi kecelakaan motor. IDN Times/Mia Amalia

Sepeda motor kecil itu melaju di jalanan yang tidak cukup ramai. Tiga remaja yang seharusnya masih memiliki banyak waktu di depan mereka. Aldo dan Alam, sama-sama berusia tujuh belas tahun, dengan impian dan rencana yang mungkin baru saja mereka bicarakan. Ikki, yang lebih muda, bergabung dengan mereka dalam petualangan malam itu.

Mereka menancapkan gas. Kendaraan bergerak semakin cepat, melintasi tikungan demi tikungan di jalan yang gelap. Tidak ada cahaya cukup untuk melihat dengan jelas apa yang ada di depan.

Kapolsek Pattallassang, AKP Muhalis Hairuddin, menjelaskan apa yang terjadi pada saat itu: "Mereka melaju dengan kecepatan tinggi," katanya ketika membahas kronologi peristiwa kepada wartawan beberapa hari kemudian. "Saat berada di lokasi kejadian, kendaraan mengalami oleng."

Dalam sekejap, kendali hilang. Motor mulai bergoyang.

2. Diduga Menabrak Pembatas Jalan

Ilustrasi kecelakaan. (IDN Times/Aditya Pratama)

Motor menabrak pembatas jalan. Tumbukan pertama. Tapi itu bukan akhirnya. Kendaraan itu terseret lebih jauh—hampir sepuluh meter—sebelum ketiga pemuda itu terjatuh dari motornya dengan keras.

Lalu mereka menabrak sebuah pohon.

Dampak yang keras. Kepala mereka yang masih penuh dengan mimpi dan harapan terbentur dengan brutal. Luka serius menggaris di kulit mereka, terutama di bagian kepala, tempat di mana kehidupan benar-benar tergantung pada setiap detik pertolongan.

Warga sekitar mendengar suara kecelakaan itu. Beberapa di antara mereka segera bergerak, mengumpulkan berani untuk mendekat dan melihat apa yang terjadi. Mereka menemukan tiga pemuda yang tidak bergerak, tubuh mereka terpancar dalam kegelapan.

Evakuasi dimulai dengan cepat. Mereka membawa ketiga pemuda itu ke Puskesmas Pattallassang, harapan masih bersemi di setiap langkah. Mungkin ada yang bisa diselamatkan. Mungkin pagi akan membawa kabar yang berbeda.

Tetapi puskesmas bukanlah tempat ajaib. Dokter dan perawat melakukan yang terbaik mereka, namun luka-luka itu terlalu parah. Kepala yang terbentur, tubuh yang rusak parah—semua terjadi terlalu cepat, dan gerakannya terlalu keras untuk ditawar.

Satu per satu, napas mereka berhenti. Aldo meninggal. Alam meninggal. Ikki meninggal. Tiga jiwa muda yang hilang dalam hitungan jam.

3. Misteri yang Masih Diselidiki

Ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Putra F. D. Bali Mula)

Di lokasi kejadian, polisi mulai bekerja. Pita kuning menandai batas area kecelakaan. Spesialis kecelakaan lalu lintas mengukur, mengambil foto, mencatat setiap detail. Mereka berbicara dengan warga yang menyaksikan, mengumpulkan informasi tentang apa yang sebenarnya terjadi saat itu.

Kecepatan tinggi? Kemungkinan. Tetapi apakah ada faktor lain? Kondisi jalan? Cahaya yang kurang? Kesalahan dalam mengerem? Kondisi motor?

AKP Muhalis masih membuka penyelidikan. "Untuk penyebab pastinya masih dalam penyelidikan," katanya. Keluarga dari tiga pemuda itu menunggu jawaban yang mungkin tidak akan pernah cukup memuaskan untuk menjelaskan mengapa malam biasa berubah menjadi tragedi.

Jalan Poros Tala-Tala kembali sepi setelah itu, tetapi kini dengan cerita yang baru, cerita tentang tiga pemuda yang melaju terlalu cepat, dan tentang bagaimana satu malam dapat mengubah segalanya selamanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article