Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polrestabes Makassar Perketat Jalur Masuk Narkoba dari Pulau Terluar
Polisi menggerebek Kampung Narkoba Borta di Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Darsil Yahya)
  • Polrestabes Makassar dan Pemkot memperketat pengawasan pulau terluar serta pelabuhan secara berkala untuk mencegah jalur laut dimanfaatkan memasok narkoba ke Sulawesi Selatan.
  • Polisi menduga narkoba yang beredar di Makassar berasal dari Malaysia melalui Kalimantan; tiga terduga bandar diamankan di Kampung Borta, sementara jaringan pemasok masih didalami.
  • Penggerebekan Kampung Borta mengamankan 104 orang, dengan enam hasil tes urine negatif dan sisanya positif; polisi juga menyelidiki dugaan kaitan tawuran dengan peredaran narkoba.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Polrestabes Makassar bersama Pemerintah Kota Makassar memperketat pengawasan jalur masuk narkoba, termasuk melalui pulau-pulau kecil dan kawasan pelabuhan. Langkah ini dilakukan untuk memutus rantai pasokan narkotika yang diduga masuk dari luar negeri sebelum diedarkan di Sulawesi Selatan.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, mengatakan penguatan pengawasan tersebut merupakan tindak lanjut pemberantasan narkoba, termasuk penggerebekan di Kampung Borta, Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo, Makassar, pada Sabtu (10/10/2026). Upaya ini juga dilakukan untuk mencegah jaringan pengedar memanfaatkan jalur transportasi laut sebagai akses distribusi narkotika.

1. Pengawasan jalur laut dan pelabuhan diperketat

Ilustrasi narkoba. (IDN Times/Sukma Shakti)

Arya mengatakan, Kapolda Sulawesi Selatan telah berkoordinasi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, untuk memperketat pengawasan di pulau-pulau terluar yang memiliki keterkaitan dengan jalur transportasi menuju Makassar dan kawasan pelabuhan.

"Kemarin, Bapak Kapolda sudah berupaya untuk mengantisipasi, berbicara dengan Pak Wali Kota untuk mengupayakan pulau-pulau terluar dari Sulawesi Selatan (diperketat), yang masuk transit wilayah Makassar dan Pelabuhan," kata Arya, dalam keterangannya, Minggu (11/10/2026).

Menurutnya, pemeriksaan akan dilakukan secara berkala dan berkelanjutan untuk mencegah masuknya narkoba melalui jalur yang berpotensi dimanfaatkan jaringan pengedar.

"Ini akan dilakukan pengecekan secara simultan dan terus-menerus, agar tidak ada narkoba yang masuk dari sana. Ini kita akan lakukan pencegahan," tuturnya.

2. Pasokan narkoba diduga dari Malaysia melalui Kalimantan

Ilustrasi narkoba (IDN Times/Sukma Sakti)

Arya menjelaskan, berdasarkan sejumlah pengungkapan kasus sebelumnya, pasokan narkoba yang beredar di Makassar diduga berasal dari luar negeri, termasuk Malaysia. Barang tersebut diduga masuk melalui wilayah Kalimantan sebelum didistribusikan ke Sulawesi Selatan dan daerah lainnya.

Dalam penggerebekan di Kampung Borta, polisi mengamankan tiga orang yang diduga sebagai bandar narkoba berinisial P, A, dan W. Penyidik masih mendalami asal-usul narkotika serta kemungkinan keterlibatan jaringan pemasok yang lebih luas.

Polisi juga menyelidiki dugaan keterkaitan antara tawuran antarkelompok di kawasan Tallo dan aktivitas peredaran narkoba. Salah satu informasi yang didalami adalah dugaan tawuran sengaja terjadi sebagai pengalihan perhatian ketika narkoba masuk atau diedarkan.

"Jadi, kejadian-kejadian tawuran yang ada di sekitar sana memang selalu diisukan kalau ada barang masuk, gitu yah. Terus, ada tawuran untuk pengalihan isu. Nah ini masih kita dalami kaitan antara tawuran dengan masuknya narkoba di sana," ujar Arya.

Ia menegaskan, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui penyelidikan dan pengintaian tim intelijen. Polisi berharap penggerebekan di Kampung Borta juga dapat membantu meredakan tawuran yang meresahkan warga.

"Memang isunya begitu. Tapi, mudah-mudahan dengan adanya penggerebekan kali ini itu juga meredakan tindakan-tindakan negatif yang ada di sana, tawuran dari sana kita bisa meredakannya," katanya.

3. Sebanyak 104 orang ditangkap saat penggerebekan

Polisi menggerebek Kampung Narkoba Borta di Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Darsil Yahya)

Direktur Reserse Narkoba Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Sugeng Sudarso, sebelumnya menyatakan penggerebekan di lokasi yang diduga menjadi sarang narkoba merupakan bagian dari upaya pemberantasan narkotika sesuai arahan Presiden dan Kapolri.

Selain di Makassar, penggerebekan juga dilakukan di wilayah Toraja. Sebanyak 57 orang diamankan dari sejumlah tempat hiburan malam di Toraja Utara dan lokasi lain di Tana Toraja yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu, dalam penggerebekan di Kampung Borta, Kecamatan Tallo, sebanyak 104 orang diamankan untuk menjalani pemeriksaan. Berdasarkan hasil tes urine, enam orang dinyatakan negatif, sedangkan sisanya dinyatakan positif.

Dari keterangan yang diperoleh, sabu disebut dijual dengan harga sekitar Rp1 juta per gram. Polisi masih mendalami peran masing-masing orang yang diamankan serta jaringan peredaran narkoba yang diduga beroperasi di kawasan tersebut.

Apabila unsur pidana terbukti terpenuhi, pihak yang terlibat dapat dijerat dengan ketentuan hukum terkait peredaran narkotika sesuai peraturan perundang-undangan.

Polrestabes Makassar menegaskan pengawasan jalur masuk, pengembangan jaringan pemasok, dan penindakan terhadap peredaran narkoba akan terus dilakukan. Langkah ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pengedar sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Sulawesi Selatan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article