Atasi Krisis Air saat Kemarau, PLN Bangun Sumur Bor di 2 Sekolah Soppeng

PLN UID Sulselrabar membangun dua sumur bor di SD Negeri 219 Madekkang dan SMP Negeri 2 Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, melalui program TJSL.
Fasilitas sumur bor berpompa submersible melayani 333 guru dan murid untuk toilet, wudu, cuci tangan, sanitasi, serta kebersihan sekolah.
Sebelumnya kedua sekolah kekurangan air saat kemarau hingga murid membawa air dari rumah; kini fasilitas mendukung aktivitas belajar dan perilaku hidup bersih.
Makassar, IDN Times - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) menyediakan akses air bersih bagi dua sekolah di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) itu diwujudkan dengan pembangunan dua unit sumur bor.
Dua sumur bor tersebut berada di SD Negeri 219 Madekkang dan SMP Negeri 2 Marioriwawo. Fasilitas ini memberikan manfaat bagi 333 guru dan murid untuk memenuhi kebutuhan air bersih, sanitasi, serta operasional sekolah.
1. Sumur bor bantu sekolah atasi krisis saat kemarau

Siswa dan Guru SMP Negeri 2 Marioriwawo menyambut bantuan sumur bor dari TJSL PLN UID Sulselrabar yang kini memenuhi kebutuhan air bersih dan mendukung kenyamanan aktivitas di sekolah. (Dok. PLN UID Sulselrabar) Peresmian dua sumur bor dilakukan pada Senin (28/9) oleh Manager PLN ULP Pajalesang, Basri Kula, bersama pihak sekolah. Sebanyak 83 orang di SD Negeri 219 Madekkang dan 250 orang di SMP Negeri 2 Marioriwawo menjadi penerima manfaat bantuan tersebut.
Fasilitas yang dibangun berupa sumur bor dalam yang dilengkapi pompa submersible dan instalasi pendukung. Air dari fasilitas tersebut digunakan untuk kebutuhan toilet, tempat wudu, cuci tangan, hingga menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Sebelum mendapat bantuan, kedua sekolah mengalami keterbatasan air bersih, terutama ketika musim kemarau. Kondisi tersebut membuat kebutuhan kebersihan dan sanitasi sekolah terganggu hingga sejumlah murid harus membawa air dari rumah.
2. PLN harap fasilitas air bersih dirawat

PLN ULP Pajalesang bersama pihak SD Negeri 219 Madekkang meninjau fasilitas sumur bor bantuan TJSL PLN UID Sulselrabar untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih dan sanitasi warga sekolah. (Dok. PLN UID Sulselrabar) Plh. General Manager PLN UID Sulselrabar Albert Safaria mengatakan penyediaan air bersih merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, ketersediaan air juga penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan nyaman.
“Air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang menunjang kesehatan dan kenyamanan warga sekolah. Melalui program TJSL ini, PLN ingin membantu guru dan murid menjalankan aktivitas belajar mengajar dengan lebih baik. Kami berharap fasilitas sumur bor ini dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya terus dirasakan oleh warga sekolah,” kata Albert.
Kepala SD Negeri 219 Madekkang, Haeruddin, mengapresiasi bantuan tersebut karena menjawab persoalan air bersih yang selama ini dihadapi sekolah. Ia mengatakan murid sebelumnya harus membawa air dari rumah ketika musim kemarau.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN atas bantuan sumur bor ini. Dahulu, ketika musim kemarau, anak-anak harus membawa air dari rumah karena ketersediaan air di sekolah terbatas. Sekarang air sudah melimpah dan dapat digunakan untuk kebutuhan operasional sekolah. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujar Haeruddin.
3. Akses air bersih untuk 333 warga sekolah

Siswa dan Guru SMP Negeri 2 Marioriwawo menyambut bantuan sumur bor dari TJSL PLN UID Sulselrabar yang kini memenuhi kebutuhan air bersih dan mendukung kenyamanan aktivitas di sekolah. (Dok. PLN UID Sulselrabar) Kepala SMP Negeri 2 Marioriwawo, Hj. Nur Alam Sainuddin, mengatakan keberadaan sumur bor membantu guru dan murid memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Fasilitas tersebut juga memudahkan sekolah menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian PLN terhadap kebutuhan sekolah. Sebelumnya, kami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih saat musim kemarau. Dengan adanya sumur bor ini, kebutuhan air untuk sanitasi dan kegiatan sehari-hari di sekolah dapat terpenuhi, sehingga guru dan murid dapat beraktivitas dengan lebih nyaman,” tuturnya.
Salah satu siswa SMP Negeri 2 Marioriwawo, Miska Maisarah, juga merasakan manfaat bantuan tersebut. Ia mengatakan sekolahnya kini tidak lagi mengalami kekurangan air bersih.
“Terima kasih kepada PLN karena sudah membantu menyediakan air bersih di sekolah kami. Dulu kami mengalami krisis air bersih, tetapi sekarang sudah tidak kekurangan air lagi,” ungkap Miska.
PLN menyebut ketersediaan air bersih di kedua sekolah juga mendukung pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat. Program tersebut selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak serta TPB 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















