Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemprov Sulsel Dorong Desa Miskin Ekstrem jadi Sentra Produktif
Ilustrasi Kemiskinan (IDN Times/Arief Rahmat)

Makassar, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bakal mendorong desa-desa dengan kategori kemiskinan ekstrem agar menjadi sentra produktif. Jika suatu desa lebih produktif maka secara perlahan ekonomi masyarakatnya juga akan meningkat.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyatakan salah satu upaya untuk mendorong produktivitas daerah, yaitu dengan memberikan bantuan keuangan. Selama ini, Pemprov Sulsel diketahui cukup proaktif memberikan bantuan keuangan bagi setiap daerah di Sulsel.

Namun tahun 2023 mendatang, Pemprov rencananya akan memberikan bantuan keuangan untuk desa-desa dengan kategori kemiskinan ekstrem untuk pemberdayaan masyarakat. Dengan begitu, masyarakat setempat maupun desa itu sendiri menjadi lebih produktif.

"Tahun depan kami akan memberikan bantuan keuangan, mengikutkan. Ada sekitar 11 desa. Kami akan masukkan wilayah ekstrem ini ke bantuan intervensi langsung," kata Sudirman.

1. Desa miskin ekstrem akan dapat bantuan keuangan

Ilustrasi anggaran (IDN Times/Arief Rahmat)

Pemberdayaan desa dengan kategori kemiskinan ekstrem itu juga sebagai bagian dari upaya penghapusan kemiskinan ekstrem secara nasional. Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang menargetkan Indonesia nol kemiskinan ekstrem pada 2024 nanti.

Menurut Sudirman, penanganan desa dengan kemiskinan ekstrem harus diberikan penanganan khusus. Terlebih lagi jika desa tersebut memiliki potensi alam atau industri yang bisa digali.

Dia pun meminta kerja sama dari semua kepala daerah, khususnya yang wilayahnya terdapat desa dengan kemiskinan ekstrem, agar lebih proaktif memberikan solusi dan program penanganan kemiskinan.

"Saya minta tolong para bupati untuk mengindikasi apa yang kami bantukan. Supaya mereka bisa menjadi sektor produktif dan bukan bantuan langsung karena kami agak berkesinambungan sedikit itu tahun depan," katanya.

2. Desa miskin tersebar di lima wilayah

Ilustrasi kemiskinan (IDN Times/Arief Rahmat)

Desa-desa dengan kemiskinan ekstrem itu tersebar di lima kabupaten. Kendati demikian, Sudirman enggan menyebutkan secara spesifik desa-desa yang dimaksud. 

Saat high level meeting di Hotel Claro Makassar, Selasa 11 Oktober 2022, Sudirman hanya menyebutkan wilayah di mana desa-desa miskin ekstrem itu berada. 

Kelima kabupaten yang dimaksud yaitu di wilayah Ajatappareng (Enrekang-Sidrap-Parepare-Pinrang-Barru), wilayah Luwu Raya (Luwu Utara-Luwu Timur-Kota Palopo), wilayah Bosowasi (Bone-Soppeng-Wajo-Sinjai), dan wilayah selatan Sulsel (Kepulauan Selayar-Bulukumba-Bantaeng-Jeneponto).

"Saya tidak perlu menyebutkan kabupatennya. Karena saya rasa bupatinya paham dan aware terkait itu. Istilahnya perlu bantuan keuangan katanya," kata Sudirman.

3. Angka kemiskinan Sulsel cenderung menurun

Ilustrasi Kemiskinan (IDN Times/Arief Rahmat)

Secara umum, angka kemiskinan di Sulsel cenderung menurun. Berdasarkan data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, jumlah penduduk miskin di Sulsel pada Maret 2022 sebesar 777,44 ribu orang atau menurun 7,45 ribu jiwa jika dibandingkan dengan kondisi Maret 2021.

Kemudian, persentase penduduk miskin pada Maret 2022, sebesar 8,63 persen atau menurun 0,15 poin dibandingkan dengan kondisi pada Maret 2021. 

Terdapat perbedaan presentase penduduk miskin yang signifikan antara daerah perkotaan dan pedesaan. Presentase penduduk miskin di pedesaan lebih besar jika dibandingkan dengan perkotaan. 

Pada Maret 2022, presentase penduduk miskin di pedesaan tercatat 11,63 persen sedangkan untuk perkotaan hanya sebesar 5,07 persen.

Editorial Team