Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemarau Panjang, 98 Ribu Warga Kota Makassar Terbantu Air Bersih
Penyaluran bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kota Makassar. (Dok. BPBD Makassar)
  • BPBD Makassar telah menyalurkan 7.191.000 liter air bersih ke 332 titik di 9 kecamatan, membantu 26.000 keluarga atau 98.664 warga terdampak kekeringan.
  • Pola distribusi diubah dengan penempatan tandon air agar warga tidak selalu menunggu mobil tangki; 25 tangki berkapasitas sekitar 4.400 liter dikerahkan setiap hari.
  • Meski pasokan PDAM dan sejumlah sumur mulai membaik, BPBD tetap menyalurkan air selama tanggap darurat serta menyiapkan antisipasi risiko kesehatan dan bencana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Jeriken menjadi andalan sebagian warga Kota Makassar untuk mendapatkan air bersih di tengah kemarau panjang. Ketika sumber air mengering dan pasokan belum mencukupi, mereka harus mengandalkan bantuan air bersih yang disalurkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Untuk menjangkau lebih banyak warga, Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengubah pola distribusi air bersih. Tak lagi sepenuhnya bergantung pada kedatangan mobil tangki, kini tandon ditempatkan di sejumlah titik terdampak agar warga lebih mudah mengambil air.

BPBD Makassar telah menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Hingga Jumat (9/10/2026), total air yang telah didistribusikan mencapai 7.191.000 liter.

Bantuan tersebut menjangkau 332 titik distribusi yang tersebar di 9 kecamatan. Sebanyak 26.000 kepala keluarga atau 98.664 jiwa tercatat telah menerima manfaat dari distribusi tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan pemerintah masih terus menyalurkan air bersih kepada warga terdampak. Distribusi bantuan tersebut berlanjut selama status tanggap darurat kekeringan masih berlaku di Kota Makassar.

"Untuk penanganan kondisi kekeringan di Kota Makassar, sesuai dengan status tanggap darurat, kami terus mendapatkan dukungan untuk melanjutkan kegiatan ini," kata Fadli, Senin (12/10/2026). 

1. Mengubah pola distribusi agar warga lebih mudah mendapatkan air

Penyaluran bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kota Makassar. (Dok. BPBD Makassar)

Kebutuhan air bersih warga meningkat di tengah kemarau panjang. Untuk menjangkau lebih banyak warga terdampak, BPBD Makassar mengubah pola penyaluran bantuan.

Sebelumnya, warga harus mengantre di sekitar mobil tangki sambil membawa jeriken untuk mendapatkan air. Proses pengisian satu per satu membuat distribusi membutuhkan waktu, sementara kendaraan harus kembali ke sumber pengisian sebelum melanjutkan pelayanan ke lokasi lain.

Kini, BPBD menempatkan tandon air di sejumlah titik terdampak yang telah melalui asesmen. Warga dapat mengambil air dari tempat penampungan tersebut tanpa harus menunggu mobil tangki datang setiap kali membutuhkan pasokan.

Pola ini juga membantu mempercepat pergerakan armada. Mobil tangki yang sebelumnya hanya bisa kembali sekitar dua kali sehari kini dapat mengisi ulang air sebanyak dua hingga tiga kali sehari.

"Dengan adanya tandon di lokasi-lokasi terdampak yang menjadi tempat berkumpul masyarakat, efektivitas penyaluran meningkat," kata Fadli.

2. Sebanyak 25 mobil tangki dikerahkan setiap hari

Penyaluran bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kota Makassar. (Dok. BPBD Makassar)

Untuk menjaga distribusi tetap berjalan, BPBD Makassar mengerahkan 25 mobil tangki setiap hari. Masing-masing kendaraan memiliki kapasitas angkut sekitar 4.400 liter air dan mampu mengirimkan bantuan sebanyak dua hingga tiga kali sehari.

Dengan pola tersebut, armada dapat melayani sejumlah titik distribusi secara bergantian. Penempatan tandon juga membantu mengurangi waktu yang dibutuhkan kendaraan untuk melayani warga secara langsung.

Fadli mengatakan dukungan dari berbagai pihak berperan penting dalam penyaluran air bersih. Kolaborasi tersebut membantu menjaga distribusi tetap berjalan selama masa tanggap darurat kekeringan.

"Upaya ini merupakan bentuk komitmen pemerintah Kota Makassar lewat BPBD dalam memberikan bantuan ke masyarakat menghadapi kesulitan air bersih selama musim kemarau," ungkapnya.

Hingga 9 Oktober 2026, distribusi telah menjangkau 1.646 rukun tetangga (RT). Cakupan tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan air bersih yang harus dipenuhi selama kekeringan berlangsung.

3. Pasokan air mulai membaik tapi distribusi tetap berlanjut

Penyaluran bantuan air bersih di salah satu wilayah terdampak kekeringan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (10/9/2026). (Dok. Pemkot Makassar)

BPBD Makassar mulai melihat perkembangan positif pada sejumlah sumber air. Perbaikan ini menjadi salah satu perkembangan di tengah upaya memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Fadli mengatakan pasokan dari Perumda Air Minum (PDAM) mulai meningkat. Sejumlah sumur yang sebelumnya terdampak kekeringan juga kembali dapat dimanfaatkan.

Kondisi ini turut memengaruhi kebutuhan distribusi air menggunakan mobil tangki di beberapa wilayah. Namun, perbaikan pasokan belum menjadi alasan untuk menghentikan bantuan sepenuhnya.

BPBD tetap menyalurkan air kepada warga yang masih kesulitan memperoleh air bersih. Pemerintah juga memantau perubahan kebutuhan di lapangan agar bantuan dapat diarahkan ke wilayah yang masih membutuhkan.

"Kami terus mendampingi dan berikan bantuan kepada masyarakat, sesuai arahan bapak Wali Kota, sampai kondisi kekeringan ini segera berakhir," kata Fadli.

4. Menjaga kesehatan di tengah keterbatasan air

Penyaluran bantuan air bersih di salah satu wilayah terdampak kekeringan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (10/9/2026). (Dok. Pemkot Makassar)

BPBD Makassar lantas berupaya memastikan ketersediaan air bersih bagi warga terdampak. Masyarakat juga diimbau menjaga kesehatan selama menghadapi kemarau panjang.

Keterbatasan air bersih dapat memengaruhi kebersihan diri dan lingkungan. Karena itu, pemenuhan kebutuhan air perlu berjalan beriringan dengan upaya mengantisipasi gangguan kesehatan dan potensi bencana akibat perubahan cuaca.

Fadli mengatakan BPBD tidak hanya menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak. Pihaknya juga menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi risiko bencana.

"Karena itu, kami tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga terus mempersiapkan langkah antisipasi menghadapi perubahan cuaca dan potensi bencana," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article