Makassar, IDN Times - Jeriken menjadi andalan sebagian warga Kota Makassar untuk mendapatkan air bersih di tengah kemarau panjang. Ketika sumber air mengering dan pasokan belum mencukupi, mereka harus mengandalkan bantuan air bersih yang disalurkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Untuk menjangkau lebih banyak warga, Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengubah pola distribusi air bersih. Tak lagi sepenuhnya bergantung pada kedatangan mobil tangki, kini tandon ditempatkan di sejumlah titik terdampak agar warga lebih mudah mengambil air.
BPBD Makassar telah menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Hingga Jumat (9/10/2026), total air yang telah didistribusikan mencapai 7.191.000 liter.
Bantuan tersebut menjangkau 332 titik distribusi yang tersebar di 9 kecamatan. Sebanyak 26.000 kepala keluarga atau 98.664 jiwa tercatat telah menerima manfaat dari distribusi tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan pemerintah masih terus menyalurkan air bersih kepada warga terdampak. Distribusi bantuan tersebut berlanjut selama status tanggap darurat kekeringan masih berlaku di Kota Makassar.
"Untuk penanganan kondisi kekeringan di Kota Makassar, sesuai dengan status tanggap darurat, kami terus mendapatkan dukungan untuk melanjutkan kegiatan ini," kata Fadli, Senin (12/10/2026).
