Makassar, IDN Times - Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, diguncang gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,3 pada Senin (24/8/2026) siang. Gempa terjadi pada pukul 13.34.50 WITA.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa berada pada koordinat 2,50 Lintang Selatan dan 120,92 Bujur Timur. Lokasi tersebut berada di darat, sekitar 26 kilometer barat laut Luwu Timur, dengan kedalaman 6 kilometer.
Kepala BBMKG Wilayah IV Nasrol Adil mengungkapkan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas Sesar Matano.
Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah Luwu Timur. Berdasarkan estimasi peta guncangan atau Shakemap dan laporan masyarakat, gempa dirasakan di Malili, Towuti, dan Tomoni dengan skala intensitas III-IV MMI.
Pada skala tersebut, getaran pada siang hari dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. Sementara di Kalaena, gempa dirasakan dengan skala intensitas III MMI, yang ditandai getaran terasa nyata di dalam rumah seperti sensasi adanya truk yang melintas.
BMKG memastikan hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.
Sementara itu, hasil monitoring BMKG hingga pukul 14.03 Wita mencatat telah terjadi satu kali gempa bumi susulan atau aftershock.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak bersumber dari kanal resmi. Informasi terkait gempa dan aktivitas kebencanaan dapat dipantau melalui kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi.
