Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Electrifying Agriculture PLN Dukung Modernisasi Pertanian di Sulselrabar
Petani di Duampanua, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, meningkatan produktivitas dengan bantuan elektrifikasi pertanian. (Dok. IDN Times/Istimewa)
  • PLN UID Sulselrabar mencatat 4.438 pelanggan Electrifying Agriculture hingga September 2026, dengan total daya tersambung 208.553,3 kVA untuk pertanian, perkebunan, dan peternakan.

  • Program sejak 2021 memanfaatkan listrik untuk pompa irigasi, pengairan, pencahayaan, ventilasi, dan peralatan peternakan, guna menekan biaya operasional serta meningkatkan efisiensi usaha agrikultur.

  • Di Desa Takkalasi, Sidrap, pompanisasi listrik dan dukungan lain membantu produktivitas padi mencapai 10,4 ton per hektare pada panen Agustus 2026, dari sebelumnya sekitar 7 ton.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) mencatat 4.438 pelanggan program Electrifying Agriculture hingga September 2026. Total daya tersambung untuk mendukung kegiatan produktif di sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan tersebut mencapai 208.553,3 kiloVolt Ampere (kVA).

Program yang dijalankan sejak 2021 ini mendorong pemanfaatan listrik untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha agrikultur. PLN mengembangkan program tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung modernisasi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.

Pengembangan Electrifying Agriculture juga menjadi bagian dari momentum menyambut Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 yang diperingati pada 27 Oktober 2026.

1. PLN dorong efisiensi biaya operasional petani

Melalui program Electrifying Agriculture (EA), petugas PLN memasang kWh meter sebesar 3.500 Volt Ampere (VA) di sebuah kawasan persawahan di Dusun Lapinceng, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru. (Dok. Istimewa)

General Manager PLN UID Sulselrabar, Didik Wicaksono, mengatakan program Electrifying Agriculture merupakan bagian dari upaya PLN memperluas manfaat listrik untuk kegiatan produktif masyarakat. Pemanfaatan listrik diharapkan membantu petani menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan hasil pertanian.

“Momentum Hari Listrik Nasional ke-81 menjadi pengingat bagi PLN untuk terus menghadirkan manfaat listrik bagi masyarakat. Melalui Electrifying Agriculture, kami mendorong pemanfaatan listrik yang lebih produktif dan efisien guna membantu petani menekan biaya operasional, meningkatkan hasil pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan,” ujar Didik dalam keterangan resmi, Minggu (11/10/2026).

Pemanfaatan listrik di sektor agrikultur mencakup pengoperasian pompa irigasi, sistem pengairan, pencahayaan, ventilasi, hingga peralatan pendukung peternakan. Penggunaan teknologi tersebut memungkinkan kegiatan usaha pertanian dan peternakan berjalan lebih praktis.

2. Produktivitas sawat di Sidrap tembus 10,4 ton per hektare

Seorang petani tengah menebar benih padi di areal persawahan Kelurahan Duampanua, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, pada Senin (8/6/2026). (IDN Times/Aan Pranata)

Salah satu penerapan program Electrifying Agriculture berada di Desa Takkalasi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Pemanfaatan listrik untuk pompanisasi membantu petani memenuhi kebutuhan air bagi lahan persawahan, terutama saat musim kemarau.

Di desa tersebut, sekitar 395 hektare lahan pertanian dikelola oleh 13 kelompok tani. Sebelumnya, petani mengandalkan pasokan air dari Bendung Takkalasi yang dapat mengering saat kemarau panjang.

Untuk mengatasi keterbatasan air, sebanyak 39 titik sumur bor telah tersedia sejak 2025. Fasilitas tersebut dimanfaatkan bersama program listrik masuk sawah untuk mendukung pengoperasian pompa air.

Pada panen Agustus 2026, produktivitas pertanian di Desa Takkalasi tercatat setara sekitar 10,4 ton per hektare. Angka tersebut meningkat dibandingkan musim tanam sebelumnya yang berada di kisaran 7 ton per hektare.

Peningkatan produktivitas itu didukung sejumlah upaya, termasuk optimalisasi lahan, bantuan benih, penyediaan sumber air, dan pemanfaatan listrik untuk pengairan. Karena itu, capaian tersebut tidak hanya berkaitan dengan penggunaan listrik, tetapi juga berbagai dukungan terhadap kegiatan pertanian.

3. PLN perluas pemanfaatan listrik di sektor agrikultur

Ilustrasi petugas PLN meninjau pemanfaatan listrik pada peternakan ayam petelur modern di Kabupaten Sidenreng Rappang sebagai bagian dari Program Electrifying Agriculture yang mendukung modernisasi sektor agrikultur. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Didik mengatakan pengembangan Electrifying Agriculture tidak hanya berfokus pada penambahan jumlah pelanggan dan daya tersambung. PLN juga mendorong pemanfaatan listrik yang memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha agrikultur.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran penting dalam menopang perekonomian daerah dan ketahanan pangan nasional. Pemanfaatan listrik diharapkan dapat mendukung pengairan sawah, pengembangan perkebunan, hingga modernisasi peternakan.

“Pertanian memiliki peran penting dalam menopang perekonomian daerah dan ketahanan pangan nasional. Karena itu, PLN terus mendorong pemanfaatan listrik agar semakin produktif, mulai dari pengairan sawah, pengembangan usaha perkebunan, hingga modernisasi peternakan. Kami berharap kehadiran listrik dapat membantu petani dan pelaku usaha agrikultur bekerja lebih efisien, meningkatkan hasil produksi, serta memperkuat daya saing usahanya,” jelas Didik.

Ia menambahkan, pengembangan program tersebut membutuhkan sinergi antara PLN, pemerintah daerah, kelompok tani, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi diperlukan agar infrastruktur kelistrikan yang tersedia sesuai dengan kebutuhan kegiatan agrikultur di lapangan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article