Pelabuhan Makassar New Port (MNP). Dok. Pelindo Regional IV
Dari sisi transaksi masuk barang, BPS mencatat nilai impor yang dibongkar di pelabuhan Sulawesi Selatan pada Agustus 2026 mencapai US$83,56 juta. Capaian ini mengalami penurunan sebesar 29,33 persen jika dibandingkan dengan nilai impor pada Agustus 2025 yang sempat menyentuh angka US$118,24 juta.
Struktur barang yang diimpor pada periode ini didominasi oleh gandum-ganduman dengan nilai US$23,51 juta atau mencakup 28,14 persen, diikuti oleh olahan makanan hewan sebesar US$19,83 juta, serta gula dan kembang gula senilai US$12,57 juta. Komoditas bahan bakar mineral dan mesin-mesin atau pesawat mekanik turut melengkapi daftar utama impor dengan nilai masing-masing US$10,83 juta dan US$4,10 juta. Secara kumulatif sejak Januari hingga Agustus 2026, total nilai impor Sulsel tercatat sebesar US$647,71 juta, atau tumbuh 5,43 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Australia menempati posisi teratas sebagai negara pemasok barang impor terbesar ke Sulawesi Selatan pada Agustus 2026 dengan transaksi senilai US$31,84 juta atau menguasai 38,10 persen dari total impor. Posisi selanjutnya ditempati oleh Tiongkok dengan pengiriman barang bernilai US$14,77 juta, Argentina sebesar US$9,23 juta, Singapura senilai US$8,20 juta, dan Brasil sebesar US$7,69 juta. Untuk pintu masuk kedatangan barang, Pelabuhan Makassar menjadi lokasi pembongkaran utama dengan nilai impor mencapai US$73,32 juta, yang berarti menangani hingga 87,74 persen dari seluruh aktivitas impor Sulawesi Selatan.