Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Survei Unhas: Kepuasan Warga Indonesia Timur ke Prabowo-Gibran 51 Persen
Ketua Pusat Penelitian Opini Publik Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Imam Mujahidin Fahmid, memaparkan hasil survei Suara Indonesia Timur terkait kepuasan masyarakat terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Hotel Unhas, Makassar, Rabu (21/10/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
  • Survei Unhas terhadap 900 responden di tujuh wilayah Indonesia Timur mencatat kepuasan pada pemerintahan Prabowo-Gibran sebesar 51 persen, sementara 44 persen menyatakan tidak puas.
  • Ketua Pusat Penelitian Opini Publik Unhas menilai selisih kepuasan dan ketidakpuasan yang tipis membuat penilaian publik rentan, sehingga pemerintah perlu memperbaiki efektivitas program prioritas.
  • Kepercayaan terhadap kemampuan Prabowo menyelesaikan persoalan bangsa hampir 60 persen, lebih tinggi dari kepuasan pemerintahan; Unhas mendorong respons aspirasi dan dialog dengan pemangku kepentingan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Tingkat kepuasan masyarakat di wilayah Indonesia Timur terhadap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berada di angka 51 persen. Sementara itu, tingkat ketidakpuasan mencapai 44 persen.

Temuan tersebut merupakan hasil survei bertajuk Suara Indonesia Timur yang dirilis Pusat Penelitian Opini Publik Universitas Hasanuddin (Unhas). Survei ini melibatkan 900 responden yang tersebar di tujuh wilayah, yakni Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

Pengumpulan data berlangsung pada 23 September hingga 9 Oktober 2026. Hasil survei tersebut dipaparkan Ketua Pusat Penelitian Opini Publik Unhas, Prof. Imam Mujahidin Fahmid, di Hotel Unhas, Makassar, Rabu (21/10/2026).

1. Kepuasan publik dinilai berada di ambang batas kritis

Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara Hari Lahir Pancasila 2026 pada Senin (1/6/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

Imam menilai tingkat kepuasan sebesar 51 persen menunjukkan bahwa penilaian positif masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran masih berada pada posisi yang rentan. Sebab, selisih dengan tingkat ketidakpuasan yang mencapai 44 persen relatif tipis.

"Kepuasannya ini di ambang batas, bergeser sedikit jadi tidak puas. Jadi ini penilaian positif memang masih lebih besar, tetapi ketidakpuasannya sudah mencapai 44 persen," kata Imam.

Menurutnya, pemerintah perlu meningkatkan efektivitas pelaksanaan program prioritas. Dengan begitu, manfaat program tersebut dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas dan merata.

Dia berharap tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dapat meningkat hingga di atas 60 persen. Pemerintah dinilai masih memiliki waktu untuk memperbaiki kinerja dengan mendengarkan aspirasi masyarakat.

"Kepercayaan 51 sekian persen itu harus diperbaiki terus agar paling tidak bisa berada di atas 60 persen. Ini masih ada waktu buat pemerintah untuk mendengarkan semua aspirasi masyarakat supaya kepercayaan itu bisa meningkat," katanya.

2. Ketidakpuasan berpotensi memicu gejolak sosial

Presiden Prabowo melaksanakan Sholat Ied di Wisma KBRI Paris, Prancis. (Dok. Setpres)

Imam mengingatkan pemerintah agar tidak membiarkan ketidakpuasan masyarakat berlarut-larut. Menurutnya, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi kekecewaan yang lebih besar apabila tidak diikuti langkah perbaikan konkret.

"Ketidakpuasan akan melahirkan kekecewaan yang lebih tinggi. Kekecewaan itu bisa menimbulkan letupan sosial yang berbahaya bagi kepentingan kehidupan bersama," tuturnya.

Dia menilai pemerintah perlu segera merespons berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Langkah tersebut penting agar ketidakpuasan tidak berkembang menjadi gejolak sosial.

Untuk itu, Imam mendorong pemerintah membuka ruang dialog dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi. Kampus dapat dilibatkan untuk membantu mengidentifikasi persoalan di daerah dan merumuskan solusi bersama.

"Pemerintah punya kesempatan untuk berbicara dengan semua stakeholder, misalnya kampus, guna mencari jalan keluar bersama atas persoalan-persoalan di daerah," kata Guru Besar Unhas tersebut.

3. Kepercayaan terhadap Prabowo hampir 60 persen

Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada para Komandan Satuan TNI Tahun 2026 dalam sebuah acara yang digelar di Universitas Pertahanan pada Kamis (30/4/2026. (Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden/Cahyo )

Di sisi lain, survei Unhas menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Prabowo masih relatif tinggi. Angkanya hampir mencapai 60 persen untuk kemampuan Presiden menyelesaikan persoalan bangsa.

"Kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo di angka 51 persen, tetapi kepercayaan publik terhadap Pak Prabowo sendiri hampir mencapai 60 persen,"kata Imam.

Menurutnya, perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan Presiden masih relatif kuat, meskipun penilaian terhadap kinerja pemerintahan secara keseluruhan berada pada tingkat kritis. Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk menerjemahkan kepercayaan publik terhadap Presiden menjadi kinerja dan hasil program yang nyata di lapangan.

Imam menegaskan pemerintah perlu terus membenahi kinerja dan merespons aspirasi masyarakat. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepuasan publik sekaligus mencegah ketidakpuasan semakin meluas.

"Ini soal kepercayaan, dan isu kepercayaan menjadi hal yang sangat penting sekarang," kata Imam.

Curated For You

Editorial Team

Related Article