Makassar, IDN Times - Ketidaksesuaian data masih ditemukan dalam pemetaan kesejahteraan masyarakat melalui Data Terpadu Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sejumlah warga yang secara kondisi nyata tergolong miskin dalam desil 1-2 tercatat pada kategori desil menengah hingga atas, bahkan mencapai desil 6 ke atas.
Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya celah dalam proses pemutakhiran dan pengelompokan data. Padahal, data tersebut menjadi acuan utama pemerintah dalam penyaluran bantuan sosial.
DTSEN saat ini menjadi basis utama pemerintah dalam menentukan kebijakan kesejahteraan, menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang sebelumnya digunakan dengan cakupan lebih terbatas.
Sistem ini mengelompokkan masyarakat ke dalam 10 desil, mulai dari desil 1 sebagai kategori miskin ekstrem hingga desil 10 sebagai kelompok paling sejahtera.
