Potret Lorong Wisata di Jalan Bambapuang Makassar. IDN Times/Asrhawi Muin
Dalam kegiatan ini, Danny turut menjadi pembicara sesi Metropolis Policy Debat bersama Wali Kota Brussel Philippe Close dan Wali Kota Bogota Claudia Lopez, pada Senin (12/6/2023). Diskusi itu bertajuk 'Greening Cities: A Pathway to Social Inclusion'.
Pada diskusi ini, Danny memaparkan beberapa langkah Pemkot Makassar dalam membangun kota tersebut menjadi kota tangguh dan layak huni. Hal ini merupakan upaya Pemkot Makassar untuk beradaptasi dengan tantangan global seperti bencana penduduk, pandemik, geo-politik, hingga perubahan iklim.
Salah satu wujud dalam meningkatkan ketahanan Kota Makassar, menurut Danny, adalah melalui program Lorong Wisata. Program ini dinilai melibatkan masyarakat, utamanya yang tinggal di lorong-lorong.
"Jadi public engagement (keterlibatan publik) itu penting dalam mendukung pencapaian kota hijau yang berketahanan," kata Danny.
Program Lorong Wisata ini melibatkan seluruh elemen mulai dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, RT/RW, camat, lurah, OPD lingkup Pemkot Makassar, dan juga masyarakat sekitar. Program ini bertujuan untuk ekonomi sirkular dan ketahanan pangan sebuah kota melalui pemberdayaan masyarakat, penguatan UMKM, pemberdayaan gender, bank limbah, hingga pemasaran digital.
Untuk meningkatkan program tersebut, Pemkot Makassar berkolaborasi dengan Program RISE (Revitalising Informal Settlement and their Environment) yaitu program bersama Monash University dan Melbourne University Australia dan Pemerintah Australia.