logo WhatsApp (unsplash.com/@alexbemore)
Dikonfirmasi IDN Times, owner sekaligus pemilik akun @cika_petshop, berinisial A, mengaku bahwa pamflet yang beredar adalah hoaks. Dia juga mengaku kaget tiba-tiba banyak yang chat dari nomor WhatsApp admin toko miliknya.
"Saya baru tahu hari ini karena ada yang chat di nomor WhatsApp admin toko, saya juga kurang tahu kenapa ada nomor saya di pamflet itu, lagi jualan tiba-tiba ada pamflet itu," kata A kepada IDN Times, Kamis (24/9/2026).
Dia bahkan mencurigai adanya persaingan bisnis yang tidak sehat, sebab ia mengaku beberapa toko petshop di sekitar tempatnya sudah banyak yang gulung tikar sedangkan usahanya masih bertahan.
Berdasarkan info dari pihak kepolisian, akun yang membagikan pertama kali pamflet itu dari akun @cika_petshop. Namun ia kaget karena merasa tidak pernah membuat apalagi memposting pamflet itu ke media sosial toko miliknya.
"Karena kalau akun saya pasti ada notifikasinya, tapi kata polisi akun yang bagikan followers-nya sedikit sedangkan saya banyak. Jadi dia buat akun baru menyerupai akun saya dengan comot foto di postingan kami, lalu sebar pamflet itu," jelasnya.
Dia mengaku mengetahui akunnya dicomot setelah beberapa orang menghubunginya dan menanyakan perihal benar tidaknya pamflet yang beredar itu. Sebab tokonya berada di Barru bukan di Makassar.
Sehingga, A heran kenapa pamflet yang beredar lokasinya di Makassar. Menurutnya pamflet ini sengaja disebar oleh orang yang tidak bertannggung jawab dengan niat untuk menjatuhkan usaha petshop miliknya.
"Iya ada sengaja mau jatuhkan usaha kami, karena google maps kami hilang, coba cari pasti tidak ada tapi sebelum hilang ada banyak ulasan buruk tentang toko kami jadi ada yang sengaja buat agar usaha kami jatuh," ungkapnya.
Dia juga menyebut, ada puluhan orang yang menghubungi di nomor Whatsapp-nya ingin mendaftar untuk ikut dalam pawai tersebut. Tak hanya ingin pendaftar, beberapa chat makian ia juga terima.
"Saya tidak bisa hitung karena banyak sekali, sampai chat orderan toko saya tenggelam," tuturnya.
Mayotitas yang chat, kata A, adalah laki-laki bahkan ada yang mengaku dari Malaysia mau ikut gabung. Kemudian saya jelaskan bahwa postingan itu hoaks.
A menambahkan telah diminta oleh polisi untuk membuat video klarifikasi soal pamflet yang beredar yang mencatut nama tokonya.
"Saya bersedia dan kooperatif karena ini menyangkut juga nama baik toko saya," tandasnya.