Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BMKG Makassar Catat Suhu Panas di Sulsel Mencapai 34,9 Derajat Celcius

BMKG Makassar Catat Suhu Panas di Sulsel Mencapai 34,9 Derajat Celcius
ilustrasi cuaca panas (pixabay.com)
Share Article

Makassar, IDN Times - Sepekan terakhir, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, mencatat suhu panas ekstrem di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) mencapai 34,9 derajat celcius.

"Suhu yang terpantau di wilayah kita itu mecapai 34,9 derajat celcius," ungkap Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG wilayah IV, Hanafi Hamzah saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (4/5/2023).

Seperti diketahui, dalam satu pekan terakhir cuaca panas yang tergolong panas ekstrem dirasakan masyarakat di wilayah Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Maros, juga beberapa daerah lain di wilayah Sulsel.

1. BMKG sebut beberapa wilayah di Sulsel alami panas dominan

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar menunjuk perubahan cuaca. (Dahrul Amri/IDN Times Sulsel)
Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar menunjuk perubahan cuaca. (Dahrul Amri/IDN Times Sulsel)

Menurut Hanafi, suhu panas tersebut diakibatkan letak posisi semu teriknya matahari terhadap bumi yang berada di sebelah utara equator menuju ke 22,5 derajat lintang utara hingga 21 Juni mendatang.

"Wilayah yang mendapat suhu panas ini terutama Sulsel bagian barat, mulai Parepare, Barru, lalu Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, hingga Jeneponto, umumnya terasa panas, dominan di wilayah tersebut," terang Hanafi.

Kondisi panas ekstrem ini, menurut Hanafi, diprediksi terus terjadi hingga mencapai puncaknya pada Juli sampai September 2023. "Karena di tiap wilayah di sulawesi selatan itu memeiliki waktu berbeda di setiap memasuki musim kemarau," sambungnya.

2. Banyak minum air agar tidak dehidrasi

Kabid Data dan Informasi BMKG Wilayah IV Makassar, Hanafi Hamzah. (Dahrul Amri/IDN Times Sulsel)
Kabid Data dan Informasi BMKG Wilayah IV Makassar, Hanafi Hamzah. (Dahrul Amri/IDN Times Sulsel)

Terkait dampak panas yang tergolong tinggi bagi masyarakat, lanjut Hanafi, tentunya daya tahan tubuh akan tinggi karena kondisi panas tersebut.

"Harus banyak konsumsi minum air supaya tidak dehidrasai, terhadap lingkungan kita harus hati-hati karena suhu panas dapat memicu terjadinya kebakaran, sedikit saja percikapan api maka dapat terjadi kebakaran," ujar Hanafi.

3. Cuaca panas karena masa transisi ke musim kemarau

Ilustrasi kemarau (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
Ilustrasi kemarau (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

Walaupun demikian, Hanafi menyebutkan, masyarakat tidak perlu khawatir karena pada kondisi saat ini sedang masa transisi. Di mana puncak musim kemarau cuaca panas sangat dirasakan masyarakat.

"Karena kelembapan udara kita berkurang maka panas itu akan segera terlepas ke atmosfer, periode sekarang adalah periode trasnsisi peralihan dari musim hujan ke musim kemarau di wilayah Makassar dan sekitarnya," jelas Hanafi.

"Sehingga kadang-kadang kondisi tertentu panas terasa tetapi di sisi lain beberapa jam kemudian terbentuk awan kemudian terjadi hujan lagi, bagian ini adalah hal yang lumrah terjadi saat musim trasnsisi seperti sekarang," tambahnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Miris! Siswa SMP di Makassar Nyaris Pingsan Dikeroyok Rekan Sekolah

07 Jun 2026, 14:20 WIBNews