Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cuaca Panas di Makassar, Danny Imbau Warga Kurangi Aktivitas Outdoor

Cuaca Panas di Makassar, Danny Imbau Warga Kurangi Aktivitas Outdoor
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. IDN Times/Asrhawi Muin
Share Article

Makassar, IDN Times - Akhir-akhir ini, cuaca panas terasa menyengat, terlebih di siang hari. Menurut Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca panas ini diakibatkan posisi matahari yang bergerak ke arah bumi bagian utara sebagai tanda bahwa wilayah Indonesia bagian selatan memasuki musim kemarau. 

Terkait hal ini, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya pada siang hari. Hal ini untuk menghindari paparan sinar ultraviolet yang berbahaya bagi kesehatan.
 
"Kurangi aktivitas terbuka di siang hari, menghindari ultra violet yang berlebihan. Di samping hanya bisa kena dehidrasi, kita juga bisa mengalami ancaman kanker kulit," kata Danny anjungan Pantai Losari, Rabu (26/4/2023).

1. Danny minta PDAM siapkan sumur bor

Ilustrasi pembuatan embung. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Ilustrasi pembuatan embung. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

Untuk mengantisipasi kekeringan akibat suhu panas ekstrem, Danny juga telah menyampaikan kepada Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) untuk menjaga sumber-sumber air minum. 

"Kemungkinan sumur-sumur bor yang kita siapkan. Itu salah satu mitigasi kita karena ini kita akan mengalami panas tinggi," kata Danny.

Antisipasi itu mengingat bahwa Indonesia, termasuk Makassar, merupakan daerah tropis. Meskipun bukan termasuk gelombang panas seperti di negara Asia lain yakni India dan Thailand, namun suhu di Indonesia juga terasa panas menyengat.

2. Antisipasi kebakaran lahan

Ilustrasi lahan (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid)
Ilustrasi lahan (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid)

Melihat kondisi cuaca panas ini, maka ada kekhawatiran terjadinya kebakaran lahan. Terkait hal ini, Danny menyatakan tim pemadam kebakaran selalu siap siaga, termasuk untuk kebakaran lahan.

Danny cukup yakin dengan kesigapan tim pemadam kebakaran di wilayahnya karena berkaca pada insiden kebakaran Trans Studio. Pasalnya, api dapat dipadamkan dengan cepat yakni tidak sampai sejam.

"Kita kan punya caresteer ada 4, carester itu kalau perlu kita tambah satu meskipun belum ada gedungnya tapi grupnya kita bikin untuk menyebar dan mempercepat aksesbilitas jika terjadi kebakaran di wilayah-wilayah yang dibagi," kata Danny.

3. Indeks sinar UV di Sulsel masih kategori sedang

ilustrasi paparan sinar ultraviolet (unsplash.com/@ohlrogge)
ilustrasi paparan sinar ultraviolet (unsplash.com/@ohlrogge)

Berdasarkan prediksi BMKG pada 26 April 2023, indeks ultraviolet sinar matahari di wilayah Sulawesi Selatan pada pukul 12.00 berada di angka 5 dengan warna kuning. Artinya, wilayah ini masuk kategori moderate atau risiko bahaya sedang.

Wilayah yang berada di skala warna kuning ini memiliki tingkat bahaya tinggi bagi orang yang terpapar matahari tanpa pelindung. Karena itu, BMKG juga mengimbau agar tetap di tempat teduh pada saat matahari terik siang hari.

Selain itu, masyarakat juga diminta mengenakan pakaian pelindung matahari, topi lebar, dan kacamata hitam yang menghalangi sinar UV, pada saat berada di luar ruangan.

Tak lupa untuk mengoleskan cairan pelembab tabir surya SPF 30+ setiap 2 jam bahkan pada hari berawan, setelah berenang, atau berkeringat. Permukaan yang cerah, seperti pasir, air, dan salju, akan meningkatkan paparan UV.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
Ashrawi Muin
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Miris! Siswa SMP di Makassar Nyaris Pingsan Dikeroyok Rekan Sekolah

07 Jun 2026, 14:20 WIBNews