Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Antrean Solar Truk Mengular, Pemkot Makassar Usul Klaster SPBU Khusus
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama EGM Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar diwawancarai di Rujab Wali Kota Makassar, Rabu (23/9/2026). (IDN Times/Istimewa)

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi membahas pembentukan klaster Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) khusus kendaraan besar, seperti truk dan bus. Pengaturan ini disiapkan untuk mengurangi antrean Solar yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan kondisi antrean BBM di Makassar saat ini sudah membaik. Namun, antrean kendaraan berbahan bakar Solar masih perlu diatur agar tidak kembali memicu kepadatan di sejumlah ruas jalan.

Hal tersebut disampaikan Munafri usai menerima audiensi General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Rabu (23/9/2026).

"Kondisi hari ini di Makassar sudah alhamdulillah baik, tapi masih ada beberapa hal yang harus kita atur lebih detail menyangkut masalah antrean pengisian di bahan bakar solar," kata Munafri saat diwawancarai.

1. Truk dan bus akan diatur di SPBU tertentu

Truk dan bus mengantre di SPBU Pintu 1 Universitas Hasanuddin (Unhas), Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Jumat (17/7/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Menurut Munafri, pengaturan tersebut diperlukan agar antrean truk dan bus tidak bercampur dengan kendaraan kecil. Terutama di SPBU yang berada di ruas jalan dengan kapasitas terbatas.

"Sehingga di solar ini kita berharap ada klaster yang dibangun untuk proses pengisian yang semaksimal mungkin tidak mengganggu lagi pengguna jalan yang lain," katanya.

2. SPBU dalam kota diprioritaskan untuk kendaraan kecil

Truk dan bus mengantre di SPBU Pintu 1 Universitas Hasanuddin (Unhas), Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Jumat (17/7/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Munafri menjelaskan tidak semua SPBU di dalam kota cocok melayani kendaraan besar. SPBU yang memiliki akses jalan sempit dan berada di kawasan padat akan diarahkan untuk melayani kendaraan kecil.

Sementara itu, kendaraan besar seperti truk dan bus dapat diarahkan ke SPBU yang masuk dalam klaster khusus. Pengisian BBM bagi kendaraan tersebut nantinya diatur pada waktu tertentu.

"Betul-betul tidak boleh mengisi truk atau kendaraan besar untuk SPBU-SPBU yang punya akses jalan yang tidak besar. Lalu ada di dalam kota dan kita khususkan untuk kendaraan-kendaraan kecil atau seperti mobil dan sebagainya," jelas Munafri.

Dia mencontohkan kawasan Jalan Tentara Pelajar yang berada di sekitar ujung tol. Menurutnya, antrean kendaraan besar di kawasan tersebut perlu diatur agar tidak menjalar dan mengganggu lalu lintas.

3. Pertamina siap dukung pengaturan klaster

EGM Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar. IDN Times/Asrhawi Muin

Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar mengatakan antrean kendaraan berbahan bakar Solar masih menjadi perhatian. Dia sepakat tersebut perlu terus dikelola agar tidak kembali mengganggu arus lalu lintas.

Menurutnya, pengaturan jam pengisian dan sistem klaster sebelumnya menunjukkan hasil yang cukup efektif dalam mengurai antrean. Karena itu, konsep tersebut akan dibahas kembali bersama Pemkot Makassar.

"Kondisi sekarang dengan adanya aturan-aturan kemarin, ganjil genap juga pengaturan jam, ini alhamdulillah cukup efektif kami lihat di lapangan. Dan ini tentu perlu kita pertahankan dan kita diskusikan kembali," kata Deny.

Pertamina menyatakan siap mendukung Pemkot Makassar dalam penerapan klaster dan pengaturan jam pengisian. Teknisnya akan disesuaikan dengan kondisi jalan serta karakteristik kendaraan pengguna Solar.

"Bersama Pak Wali tadi kami merumuskan kembali apakah itu terkait klaster, kemudian terkait jam penyaluran dengan harapan kondisi yang sekarang sudah cenderung normal dan juga landai ini bisa seterusnya berlaku gitu ya," katanya.

Deny mengatakan koordinasi selanjutnya akan digelar bersama Pemkot Makassar untuk menentukan lokasi dan waktu pengisian yang sesuai bagi kendaraan besar. Pengaturan tersebut diharapkan dapat menjaga antrean tetap terkendali sekaligus memberikan ruang bagi pengguna jalan lainnya.

Jadi mudah-mudahan dalam waktu dekat kami juga siap nanti mendukung pekerjaan dari Pemkot Kota Makassar terkait dengan klastering maupun jam-jam pengaturan," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article