Aksi Indonesia Gelap Menggema di Makassar, Mahasiswa: Fatal!

- Demonstrasi "Indonesia Gelap" terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan
- Mahasiswa protes efisiensi anggaran yang dinilai merugikan pendidikan dan kesehatan
- Tuntutan pencabutan Inpres Nomor 1 Tahun 2025 dan evaluasi program makan bergizi gratis
Makassar, IDN Times - Aksi demonstrasi "Indonesia Gelap" terus menggema di berbagai wilayah di tanah air. Setelah pulau Jawa dan Sumatera, kini giliran Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Aksi "Indonesia Gelap" bukan hanya sekadar demonstrasi, melainkan juga bentuk penyampaian aspirasi yang mewakili suara rakyat terkait kebijakan pemerintah yang dinilai tak pro rakyat.
Seperti yang dilakukan ratusan mahasiswa dari Kampus Univeristas Negeri Makassar (UNM). Mereka juga tak ingin ketinggalan mengkitik rezim Prabowo - Gibran soal efisiensi anggaran yang berimbas pada program pendidikan.
1. Mahasiswa blokade jalan

Pantauan di lokasi, mahasiswa mengenakan alamater oranye ini menggelar aksi demo di Jalan AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, Rabu (19/2/2025). Sambil membawa spanduk dan membakar ban bekas, mereka juga memblakade sebagian jalan dengan menggunakan bambu.
"Rezim bajingan kami butuh pendidikan gratis bukan makan gratis," tulis spanduk yang dibawa oleh massa aksi. Spanduk lainnya bertuliskan "Efisienshit pemerintah gagal mewujudkan amanat UUD 1945,".
Presiden BEM FIS-H UNM, Fikran Prawira menjelaskan, bahwa aksi yang mereka lakukan sebagai pemantik mahasiwa fakultas lain di UNM serta kampus lain di Makassar untuk sama-sama mewakili suara rakyat soal permasalahan efisiensi anggaran ini.
"Karena yang kita lihat hari ini permasalahan ini betul-betul sangat fatal, betul-betul mencederai konstitusi kita, mencederai pembukaan undang-undang dasar, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa," ujarnya kepada awak media.
2. Bawa dua tuntutan

Menurutnya, pemerintah hari ini berusaha mencoba menunaikan janji-janji politiknya yang terkesan dipaksakan sampai-sampai mencederai hal-hal fundamental di negeri ini.
"Seperti pemotongan anggaran pendidikan, juga anggaran kesehatan serta kementerian-kementerian lainnya yang sebenarnya tidak kalah penting daripada penunaian, janji-janji politiknya (Prabowo -Gibran soal MBG)," jelasnya.
Dalam aksinya, Fikran membawa dua tuntutan yang pertama adalah pencabutan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025. Yang kedua, evaluasi program makan bergizi gratis yang terkesan dipaksakan.
Diketahui, Inpres Nomor 1 Tahun 2025 ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran melalui efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN serta APBD Tahun Anggaran 2025.
"Terkesan dipaksakan dan betul-betul tidak mementingkan rakyatnya, karena hanya mementingkan satu aspek dan menyampingkan aspek-aspek lain yang sama fundamentalnya," bebernya.
3. "Indonesia Gelap" mematikan lilin-lilin pendidikan

Dia juga menyebut, aksi 'Indonesia Gelap' ini merupakan bentuk gelap dan suramnya masa depan pendidikan di negeri ini.
"Ini bagian daripada Indonesia Gelap, bagaimana rezim hari ini menggelapkan Indonesia dengan mematikan lilin-lilin pendidikan hari ini," pungkasnya.
Sebelumnya, Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) kembali berunjukrasa di Pertigaan Jl AP Pettarani-Letjend Hertasning, Kota Makassar, Rabu (19/2/2025) siang.
Dalam aksinya, mahasiswa GAM membentangkan spanduk yang bertuliskan 'Efisiensi Untuk Irit Tapi Rakyat Menjerit' serta "Efisiensi Anggaran atau Manipulasi Anggaran'.
Selain itu, massa aksi juga membakar ban bekas di badan jalan dan sempat memblokade jalan dengan mobil truk yang dijadikan sebagai panggung orasi.
Akibatnya, kemacetan sempat tidak terhindarkan di sepanjang Jl AP Pettarani dan Jl Hertasning. Bahkan suara klakson terus bersahutan.


















