TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Berupaya Kabur, Pengedar Narkoba di Makassar Ditembak Polisi

Ekstasi yang disita polisi ternyata jenis baru

IDNTimes/Abdurrahman

Makassar, IDN Times - Tim Elang Satuan Narkoba Polrestabes Makassar menembak kaki Ridwan (21) karena yang bersangkutan mencoba kabur saat ditangkap. Ridwan kedapatan membawa sejumlah paket narkoba, di sekitar jalan Urip Sumoharjo, Selasa dini hari (8/1/2018).

Ridwan langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Makassar karena pendarahan setelah peluru menembus betis kanannya. 

Kepala Satuan Narkoba Polrestabes Makassar Kompol Diari Astetika menjelaskan, penangkapan itu bermula dari laporan masyarakat. Polisi kemudian menerjunkan personel untuk mengawasi gerak-gerik Ridwan dan temannya bernama Rahmat yang masih berusia 19 tahun.

“Saat penangkapan, ditemukan beberapa paket sabu dan tiga butir ekstasi," jelas Diari dalam keterangan pers di RS Bhayangkara. Ridwan, imbuhnya, kemudian mencoba melawan dan kabur saat diminta menunjukkan lokasi penyimpanan paket sabu. "Terpaksa diambil tindakan yang tepat dan terukur,” ungkapnya.

1. Pelaku menyimpan 50 gram sabu di rumahnya

IDNTimes/Abdurrahman

Ridwan dan Rahmat kemudian mengaku menyimpan paket sabu lainnya  di rumah di jalan Muhammad Yamin, tidak jauh dari lokasi penangkapan. 

“Di rumahnya, kami temukan paket sabu seberat 50 gram, Ridwan bertugas sebagai kurir dan Rahmat sebagai gudang atau penyimpanan paket narkoba, dari tangan pelaku ada barang bukti struk bukti transfer ke pemilik paket tersebut yang sedang kita kejar,” ujar Diari.

Baca Juga: Tak Umum, Rilis Tersangka Kasus Narkoba di Bali Diborgol Depan Publik

2. Ekstasi yang disita dari pelaku ternyata jenis baru

IDN Times/Abdurrahman

Diari menyebutkan barang bukti tiga butir ekstasi yang berbentuk panda dan berwarna hijau tersebut merupakan jenis baru yang beredar di Makassar. Diduga tiga butir ekstasi tersebut sisa dagangan pelaku setelah pesta malam Tahun Baru lalu. Pelaku mengaku menjual setiap bukti ekstasi tersebut sekitar Rp300 ribu. 

“Dua tahun terakhir ini, baru pertama ditemukan ekstasi berbentuk boneka panda, saat ini diselidiki sumber dari barang haram ini,” tambah Diari. 

Baca Juga: Terjerat Kasus Narkoba, Ini 5 Sinetron Era 2000an Steve Emmanuel

Berita Terkini Lainnya