Beberapa tahun lalu, bepergian ke luar negeri identik dengan rasa bebas. Cukup memesan tiket, menyiapkan paspor, lalu berangkat. Namun memasuki 2026, banyak traveler Indonesia mulai merasakan hal yang sama: liburan ke luar negeri terasa semakin ribet, bahkan sebelum benar-benar menginjakkan kaki di bandara.
Keribetan ini bukan hanya soal biaya yang meningkat, tetapi juga aturan yang semakin detail. Negara tujuan kini lebih berhati-hati menerima wisatawan, maskapai menerapkan persyaratan lebih ketat, dan proses administrasi yang dulu bersifat opsional kini berubah menjadi kewajiban. Semua aturan tersebut sah secara hukum, tetapi sering kali terasa melelahkan secara mental bagi pelancong.
Yang membingungkan, sebagian aturan ini tidak selalu diumumkan secara luas. Traveler kerap baru menyadari adanya persyaratan tambahan ketika waktu keberangkatan sudah semakin dekat. Akibatnya, persiapan menjadi terburu-buru dan pengeluaran pun ikut membengkak.
Lalu, apa saja hal yang membuat traveling ke luar negeri pada 2026 terasa jauh lebih ribet dibanding sebelumnya? Berikut lima perubahan yang paling sering dirasakan traveler Indonesia.
