Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Yakob Sayuri Kembali Ungkit Tunggakan Gajinya di PSM Makassar
Pemain Malut United, Yakob Sayuri, dalam sesi latihan di Stadion Gelora 10 November Tambaksari Surabaya, 14 Januari 2025. (Instagram.com/malutunitedfc)

Makassar, IDN Times - Eks pemain PSM Makassar, Yakob Sayuri, kembali bersuara terkait pemenuhan haknya. Melalui unggahan story akun Instagram pribadinya pada Sabtu lalu (8/2/2025), ia berharap agar pihak manajemen bisa menuntaskan gajinya yang belum dibayar hingga sekarang.

"Semoga secepatnya bisa diselesaikan hak-hak saya," tulis winger 27 tahun tersebut di @yassa_sayuri22. Pemain yang kini membela Malut United tersebut turut menyertakan foto dirinya saat masih berseragam merah marun pada musim 2023/2024.

1. Seperti Yakob, Bernardo Tavares juga kembali keluhkan tunggakan gaji baru-baru ini

Pelatih kepala PSM Makassar, Bernardo Tavares, dalam sesi latihan yang berlangsung di Stadion Gelora Ngurah Rai Denpasar, 6 Februari 2025. (Instagram.com/psm_makassar)

Ini senada dengan keluhan pelatih kepala PSM, Bernardo Tavares, jelang bersua Thanh Hoa FC di ASEAN Club Championship (ACC) 2024/2025. Saat itu, ia kembali mengungkit perkara hak yang ternyata belum dipenuhi oleh pihak manajemen.

Di hadapan awak media pada Selasa lalu (4/2/2025), ia menyebut bahwa para pemainnya masih belum mendapat gaji dan bonus. Pemegang lisensi UEFA Pro itu bahkan mengaku muak lantaran hal tersebut terus berulang. Padahal, gaji dan bonus sangat dibutuhkan para pemain untuk menjaga fokus dan mengerek semangat bertanding.

Meski begitu, sosok asal Portugal itu masih berharap agar PSM bisa segera menuntaskan kewajiban kepada para pemain mereka. Dukungan suporter pun disebut oleh Tavares sangat berguna di masa serba sulit.

2. Masalah tersebut rupanya terus berulang sejak musim 2023/2024

Pelatih kepala PSM Makassar, Bernardo Tavares, berbicara dalam sesi jumpa pers pra-pertandingan Grup A ASEAN Club Championship 2024/25 melawan Svay Rieng FC pada Selasa 7 Januari 2025. (Instagram.com/psm_makassar)

Gaji menunggak memang jadi penyakit kambuhan PSM sejak musim lalu. Ini juga bukan kali pertama Tavares mengungkit perkara ini. Jelang berjumpa Borneo FC Samarinda pada 2 Desember 2024, ia menyebut para pemain sempat mogok latihan. Ini adalah respons atas upah yang tak kunjung cair.

"Bayangkan Anda bekerja dan ketika gaji yang dijanjikan tidak kunjung dibayarkan. Ini membuat mental lelah. Sebagai pelatih, berada di situasi dan lingkungan seperti ini jelas tidak terasa nyaman," ungkap Tavares.

Pelatih 44 tahun itu bahkan sampai harus menjual beberapa memorabilianya demi membantu keuangan pemain pada putaran pertama musim 2023/2024. Tapi, masalah tersebut langsung tuntas selepas Tavares mengutarakan inisiatif tersebut.

3. Lolos ke semifinal ACC membuka peluang Juku Eja kantongi prize money

Para pemain PSM Makassar merayakan gol yang dicetak ke gawang Thanh Hoa FC dalam laga matchday kelima Grup A ASEAN Club Championship 2024/2025 di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Rabu 5 Februari 2025. (Dok. Ofisial PSM Makassar/Agung Dewantara)

Tanpa kepastian finansial, PSM jelas berada dalam situasi serba sulit. Menurunkan fokus berarti membuat posisi di papan klasemen sementara BRI Liga 1 2024/2025 kian menukik. Beruntung, sukses menyabet satu tiket ke semifinal ACC 2024/2025 menjadi pelipur lara sebab ada prize money menggiurkan sudah menunggu.

Masalah ini pun kembali menjadi perhatian para pencinta sepak bola nasional. Tak cuma Yakob Sayuri, para penggawa Juku Eja masih menunggu tindakan nyata dari manajemen PSM untuk menyelesaikan tunggakan gaji yang belum terbayarkan hingga detik ini.

Editorial Team