Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wasit Cadangan Akui Teledor Penyebab Insiden 12 Pemain PSM
Salah satu momen laga pekan ke-16 BRI Liga 1 2024/25 antara PSM Makassar versus Barito Putera di Stadion Batakan Balikpapan, 22 Desember 2024. (Instagram.com/psbaritoputeraofficial)

Makassar, IDN Times - Insiden 12 pemain yang diturunkan PSM Makassar pada menit akhir laga kontra Barito Putera pada 22 Desember 2024 masih bergulir. Yang terbaru, wasit cadangan Muhammad Iqballuddin mengakui gegabah sehingga menyebabkan Juku Eja kelebihan satu orang.

"Saya mengira pemain nomor 13 (Syahrul Lasinari) sudah keluar dari pinggir lapangan juga. Karena situasi saat itu kedua tim ingin cepat-cepat bermain," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima IDN Times pada Kamis (2/1/2025).

"Saya, tanpa berkomunikasi dengan perangkat pertandingan, saya langsung menyuruh masuk pemain nomor 28 (Arham Darmawan)," imbuhnya.

1. Syahrul Lasinari belum diizinkan keluar lapangan, tapi wasit cadangan mengira bek tersebut sudah diganti

Salah satu momen laga pekan ke-16 BRI Liga 1 2024/25 antara PSM Makassar versus Barito Putera di Stadion Batakan Balikpapan, 22 Desember 2024. (Instagram.com/psm_makassar)

Saat pertandingan, PSM memasukkan tiga pemain cadangan. Mereka adalah Daffa Salman (nomor punggung 68) mengganti Akbar Tanjung (45), Arham Darmawan (28) mengganti Syahrul Lasinari (13) dan Fahrul Aditya (29) sebagai pengganti Latyr Fall (19). Semuanya sudah sesuai dengan form yang diberikan oleh ofisial PSM.

Muhammad Iqbaluddin keliru saat mencantumkan nomor punggung di papan pergantian. Nomor 29 justru yang masuk mengganti 13. Syahrul Lasinari, yang belum diizinkan diganti, terlihat memberitahu wasit bahwa terjadi kesalahan pergantian. Sebelumnya, Latyr Fall dan Akbar Tanjung sudah keluar lapangan permainan lebih dulu.

Syahrul sempat melakukan komplain pada wasit utama Pipin Indra Pratama. Tapi, wasit memberi arahan agar pertandingan dilanjutkan (play on), sekaligus mengizinkan Barito Putera untuk melakukan sepak pojok.

2. Wasit cadangan mengakui terburu-buru dan tidak melakukan koordinasi dengan wasit utama Pipin Indra Pratama

Salah satu momen laga pekan ke-16 BRI Liga 1 2024/25 antara PSM Makassar versus Barito Putera di Stadion Batakan Balikpapan, 22 Desember 2024. (Instagram.com/psm_makassar)

Tak tinggal diam, ofisial Barito Putera termasuk pelatih kepala Rahmad Darmawan langsung menyampaikan kejanggalan tersebut ke Iqballuddin. Tapi, menurut Iqballuddin, waktu injury time yang sudah lewat dari tambahan awal membuatnya wasit utama memilih untuk melanjutkan pertandingan.

Setelah PSM bermain dengan 12 orang selama 44 detik, sontak pemain dari kedua tim langsung mengerumuni wasit utama dan wasit cadangan. Mereka bertanya tentang insiden tersebut. Tapi, menurut Iqballuddin, komplain tersebut tidak menjadi keributan.

Dalam kesempatan tersebut, ia meminta maaf lantaran sudah melakukan kesalahan fatal. Terlebih insiden ini juga menjadi sorotan nasional.

"Saya sebagai wasit cadangan lalai dalam menjalankan prosedur pergantian pemain. Tidak teliti, terlalu buru-buru. Saya juga mohon maaf teman-teman yang terlibat dalam pertandingan, akibat saya terburu-buru sehingga ada 12 pemain yang bertanding," tutur Iqballuddin.

3. Setelah mendapat sanksi dari Komdis PSSI, manajemen PSM Makassar langsung mengajukan banding

Salah satu momen laga pekan ke-16 BRI Liga 1 2024/25 antara PSM Makassar versus Barito Putera pada 22 Desember 2024. (Instagram.com/psm_makassar)

Selain itu, Iqballuddin juga meminta maaf kepada para juru taktik kedua kubu yang sudah melayangkan komplain. "Saya juga memohon maaf kepada pelatih Barito Putera, Rahmad Darmawan, dan juga pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, atas kecerobohan, kesalahan dan kelalaian saya," tukasnya.

Dalam sidang Komite Disiplin PSSI, manajemen Pasukan Ramang yakin bahwa pengakuan wasit cadangan membuat mereka aman dari sanksi. Tapi ternyata tidak. Mereka tetap dijatuhi sanksi kalah 0-3 dari Barito Putera, pengurangan 3 poin (forfeit) serta denda Rp90 juta.

Merasa terkejut, PSM sendiri tak tinggal diam. Seperti dikonfirmasi oleh manajer Muhammad Nur Fajrin, mereka sudah mengajukan banding pada hari Senin (30/12/2024) lalu.

Imbas dari sanksi ini, Yuran Fernandes terjun bebas ke peringkat 11 klasemen sementara BRI Liga 1 2024/25. Perolehan poin mereka menjadi 24, setelah awalnya mencapai 27.

Editorial Team