Kesebelasan PSM Makassar berpose sebelum bertanding melawan Madura United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, pada pekan keenam Liga 1 2019. (Instagram.com/psm_makassar)
Catatan cemerlang di Piala Indonesia 2018/19 tentu saja masih segar dalam ingatan. Inilah pesta juara pertama publik Makassar setelah harus menunggu selama 19 tahun. Namun, perjalanan menuju tangga juara terbilang terjal.
Susah payah taklukkan Persiter Ternate di Babak 64 Besar, laju Wiljan Pluim dkk selanjutnya tak terbendung. Kalteng Putra dibekuk dengan agregat 3-1, lalu Perseru Serui dilibas 12-0 dalam dua leg Babak 16 Besar.
Aturan gol tandang memberi berkah tersendiri. Jalan mereka lapang usai menahan imbang Bhayangkara FC (agregat 4-4) di perempat final. Duel kontra Madura United di semifinal berlangsung sengit. Beruntung laga keras tersebut berakhir dengan agregat 2-2 untuk PSM.
Sempat kalah 1-0 dari Persija di leg pertama, PSM sukses balikkan keadaan. Macan Kemayoran kandas 2-0 saat bertamu ke Mattoanging untuk leg kedua. Trofi Piala Indonesia pertama pun sukses diraih.
Duet kiper Rivky Mokodompit - Hilmansyah setia mengawal mistar gawang. Asnawi Mangkualam Bahar, Abdul Rahman Sulaeman, Aaron Evans, Benny Wahyudi, Hasyim Kipuw, Munhar, Zulkifli Syukur dan Taufik Hidayat saling bahu membahu di tembok pertahanan.
Pos gelandang jadi milik duo Belanda Wiljan Pluim - Marc Klok, Rizky Pellu, Rasyid Bakri serta Muhammad Arfan. Sedang menggedor sektor belakang lawan jadi tugas Zulham Zamrun, M Rahmat, Bayu Gatra, Ferdinand Sinaga, Eero Markkanen plus Guy Junior.
Yang pasti, enerasi emas lainnya bakal muncul di masa yang akan datang, cepat atau lambat. Ewako PSM Makassar!