Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Statistik Dusan Lagator, Bek Cekatan Penentu Kemenangan PSM atas PSIM
Pemain PSM Makassar, Dusan Lagator, jelang laga pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 melawan PSIM Yogyakarta yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Kab. Bantul, pada 10 April 2026. (Instagram.com/psm_makassar)
  • Dusan Lagator jadi pahlawan kemenangan PSM Makassar atas PSIM Yogyakarta lewat gol sundulan di injury time yang akhiri puasa kemenangan enam laga beruntun.
  • Butuh 560 menit bagi bek asal Montenegro itu untuk cetak gol perdana, sekaligus buktikan adaptasinya setelah sempat disorot karena performa lini belakang PSM.
  • Lagator tampil dominan dengan tujuh intersep dan kontribusi ofensif efektif, kini jadi opsi ketiga berbahaya dalam skema bola mati bersama Yuran Fernandes dan Aloisio Soares.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
PSM Makassar menang lawan PSIM Yogyakarta dua satu. Ada pemain tinggi namanya Dusan Lagator yang bikin gol pakai kepala di waktu hampir habis. Itu gol pertamanya setelah lama main. Dia juga jago jagain gawang biar gak kebobolan. Sekarang orang bilang dia pahlawan baru di tim PSM.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Kemenangan dramatis PSM Makassar atas PSIM Yogyakarta dengan skor 1-2 di Stadion Sultan Agung, Kab. Bantul, pada Jumat (10/4/2026) kemarin munculnya pahlawan baru. Ia adalah Dusan Lagator, bek jangkung yang direkrut pada Januari 2026 lalu.

Sundulan Lagator pastikan comeback tim tamu, sekaligus memutus puasa kemenangan dalam enam laga beruntun. Tak cuma sekadar gol perdananya selama berseragam merah marun, golnya di masa injury time memberi sinyal bahwa PSM kini memiliki opsi tambahan untuk serangan udara pada situasi sepak pojok.

1. Butuhkan 560 menit untuk mencetak gol pertama untuk PSM

Pemain PSM Makassar, Dusan Lagator (kiri), merayakan gol kemenangan ke gawang PSIM Yogyakarta bersama Luka Cumic (kanan) dalam laga pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Kab. Bantul, pada 10 April 2026. (Instagram.com/psm_makassar)

Sejak didatangkan dari Kerala Blasters pada bursa transfer paruh musim, pemain asal Montenegro tersebut harus melewati jalan yang tidak mudah. Lagator butuh waktu hingga 560 menit atau tampil dalam enam pertandingan penuh untuk membuka keran golnya bagi Pasukan Ramang.

Penantian panjang itu terbayar tuntas dengan gol yang lahir di momen penting. Ini sekaligus menjadi pembuktian kualitasnya setelah sempat mendapatkan sorotan terkait proses adaptasi permainannya di lini belakang Juku Eja sejak awal tahun ini. Dalam lima pertandingan yang ia lakoni sebelum berjumpa PSIM, PSM kebobolan 12 kali.

2. Statistik defensif yang dominan di sepanjang laga

Pemain PSM Makassar, Dusan Lagator, dalam sesi latihan di Stadion Kalegowa Pallangga pada 10 Februari 2026. (Instagram.com/psm_makassar)

Meski jadi penentu kemenangan, tugas utama Lagator di jantung pertahanan tetap dijalankan dengan lugas. Berdasarkan data resmi dari situs I.League, ia catatkan performa defensif yang impresif dengan melakukan tujuh kali intersep (paling banyak dalam laga tersebut) serta sekali sapuan bersih.

Pemain bernomor punggung 69 ini turut catatkan dua kali ball recovery dan menangkan duel-duel kunci yang menjaga stabilitas lini belakang. Tak cuma tangguh bertahan, efektivitasnya dalam membantu serangan juga terlihat dari keberhasilannya melepaskan satu umpan silang. Catatan tersebut lengkapi kontribusi 22 operan sukses, serta satu tembakan tepat sasaran yang langsung berbuah gol kemenangan.

3. Jadi opsi ketiga dalam situasi sepak pojok

Pemain PSM Makassar, Dusan Lagator, dalam sesi official training di Stadion Maguwoharjo, Kab. Sleman, pada 7 Februari 2026. (Instagram.com/psm_makassar)

Selama ini, lawan-lawan PSM selalu fokus kepada Yuran Fernandes dan Aloisio Soares dalam situasi sepak pojok atau tendangan bebas. Tapi, keberhasilan pemain 32 tahun tersebut mencetak gol menjadi bukti bahwa ia adalah "bek pemburu gol" ketiga yang wajib diwaspadai lawan.

Dengan postur menjulang (mencapai 1,9 meter), kehadiran Lagator membuat skema bola mati PSM kini jauh lebih variatif. Lawan tidak bisa lagi hanya terfokus mengawal Yuran dan Aloisio, karena Lagator terbukti memiliki insting posisi yang tajam untuk mengeksploitasi celah di dalam kotak penalti.

Editorial Team