Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kebutuhan IDN Times (4).jpg
Dua pemain PSM Makassar, Abu Kamara (kiri) dan Jacques Themopele (kanan), dalam sesi official training di Stadion Segiri Samarinda pada 2 Januari 2026. (Instagram.com/psm_makassar)

Intinya sih...

  • FIFA menjatuhkan sanksi larangan pendaftaran pemain baru kepada PSM Makassar sebanyak tiga periode.

  • Situasi semakin pelik karena sanksi baru datang saat tim masih dalam masa hukuman serupa sebelumnya.

  • PSM dihadapkan pada masalah administratif serius dan terpaksa mengandalkan stok pemain saat bursa transfer tengah musim resmi dibuka.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Kabar mengejutkan kembali datang dari kubu PSM Makassar. Di tengah persiapan tim menuju putaran kedua BRI Super League 2025/2026, FIFA ternyata kembali menjatuhkan sanksi Registration Bans atau larangan pendaftaran pemain baru.

Berdasarkan data terbaru di situs resmi FIFA yang dipantau IDN Times pada Sabtu (10/1/2026) pagi, sanksi dari federasi sepak bola dunia tersebut resmi dijatuhkan sejak Jumat (9/1/2026). Juku Eja dilarang untuk mendaftarkan rekrutan anyar pada tiga periode transfer, atau paling tidak hingga Januari 2027.

1. Saat ini ada dua sanksi embargo transfer yang kini sedang dijalani PSM

Striker PSM Makassar yakni Alex Tanque (kanan) berusaha melewati hadangan pemain Malut United Wbeymar Angulo (kanan) dalam laga pekan ke-15 BRI Super League 2025/2026 yang berlangsung pada 21 Desember 2025. (Dok. Ofisial PSM Makassar/Agung Dewantara)

Situasi semakin pelik lantaran hukuman baru tersebut datang saat Pasukan Ramang sebenarnya masih dalam masa hukuman serupa. Sebelumnya, pada 8 Oktober 2025, FIFA juga menjatuhkan sanksi larangan pendaftaran pemain yang hingga saat ini statusnya masih aktif atau berjalan.

Dengan tambahan sanksi per 9 Januari kemarin, PSM kini menghadapi tumpukan masalah administratif yang sangat serius. Jika manajemen tidak segera menyelesaikan sengketa yang menjadi akar permasalahan (biasanya terkait tunggakan gaji pemain atau kewajiban finansial kepada pihak ketiga), maka rencana pelatih Tomas Trucha mendatangkan pemain pelapis di bursa transfer tengah musim dipastikan bakal kandas.

2. Juku Eja butuh tambahan pemain

Salah satu momen pertandingan laga tunda pekan ke-8 BRI Super League 2025/2026 antara Persib Bandung versus PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api Gedebage pada 27 Desember 2025. (Instagram.com/psm_makassar)

Efek domino sanksi ini sangat nyata. PSM dilarang mendaftarkan pemain baru, baik lokal maupun asing, ke database milik operator kompetisi. Kondisi ini kemungkinan memaksa tim tetap mengandalkan stok pemain sekarang, tanpa bisa menambah kekuatan meski bursa transfer tengah musim yang resmi dibuka hari ini (10/1/2026) hingga 6 Februari 2026.

Situasinya sendiri kian gawat sebab Yuran Fernandes dan kawa-kawan baru saja menutup putaran pertama dengan rentetan empat kekelahan secara beruntun. Ini mengindikasikan mereka sangat butuh tenaga baru untuk memperkuat beberapa posisi demi mendongkrak performa dan posisi di papan klasemen sementara.

3. Manajemen patut segera menyelesaikan kewajiban finansial

Salah satu momen laga pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 antara PSM Makassar versus Bali United yang berlangsung di Stadion B.J. Habibie Parepare pada 9 Januari 2026. (Twitter.com/PSM_Makassar)

Sanksi tak bisa mendaftarkan pemain baru dalam tiga periode transfer ke depan akan menjadi tantangan bagi stabilitas tim. Krisis kedalaman skuat jika terjadi cedera atau akumulasi kartu pada pemain pilar yang kerap dialami PSM kemungkinan akan semakin gawat.

Kini, beban berat ada di pundak manajemen untuk segera bergerak cepat melakukan lobi-lobi dan penyelesaian kewajiban finansial. Semuanya agar FIFA segera mencabut embargo tersebut, sekaligus menjaga rencana tim untuk menambah materi skuat pada putaran kedua kompetisi.

Editorial Team