Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Resmi! Unggul Head-to-Head atas Persis, PSM Lolos dari Degradasi
Para pemain PSM Makassar pada pertandingan pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 melawan Arema FC Malang yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kab. Malang, 9 Mei 2026. (dok. Ofisial PSM Makassar/Agung Dewantara)
  • PSM Makassar resmi lolos dari degradasi setelah hasil imbang Persis Solo kontra Persebaya memastikan keunggulan head-to-head Juku Eja di klasemen Liga 1.
  • Kekalahan dari Arema FC sempat membuat caretaker Ahmad Amiruddin menyiapkan rotasi pemain dan strategi baru untuk memperbaiki koordinasi lini belakang tim.
  • Dengan dua laga tersisa, PSM berpeluang menurunkan pemain muda dan pelapis karena sudah aman dari degradasi serta menghadapi badai cedera pemain inti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Kepastian PSM Makassar tetap berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan akhirnya terjawab. Laga Persis Solo melawan Persebaya Surabaya di Stadion Manahan, Sabtu (9/5/2026) malam, yang berakhir imbang tanpa gol pastikan Juku Eja lolos dari ancaman degradasi.

Hasil kacamata di Surakarta tersebut membuat upaya Laskar Sambernyawa mengejar PSM Makassar tertutup rapat. Padahal, PSM menelan kekalahan pahit tiga gol tanpa balas saat bertamu ke markas Arema FC Malang pada sore harinya.

1. PSM lolos dari degradasi berkat keunggulan head-to-head atas Persis musim ini

Pesepak bola Persis Solo Roman Paparyha (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Pesebaya Surabaya Koko Ari Araya (kiri) pada pertandingan BRI Super League 2025-2026 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (9/5/2026). ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/tom.

Hasil imbang melawan Persebaya membuat poin maksimal yang bisa diraih Persis di akhir musim adalah 34 poin, jika berhasil menyapu bersih dua laga tersisa. Jumlah tersebut sama dengan koleksi poin PSM saat ini yang masih duduki peringkat 13 klasemen sementara.

Namun, pendukung PSM tidak perlu cemas. Berdasarkan regulasi, penentuan peringkat (tiebreaker) dilihat dari hasil pertemuan kedua tim (head-to-head). Dalam hal ini, PSM unggul telak atas Persis Solo. Pada putaran pertama, Pasukan Ramang sukses mencuri kemenangan dramatis 3-4 di Solo, sebelum kemudian bermain imbang 0-0 saat menjamu Persis di putaran kedua.

2. Hasil melawan Arema FC sempat membuat caretaker PSM sudah memikirkan taktik di laga berikutnya

Salah satu momen pertandingan pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 antara Arema FC Malang versus PSM Makassar yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kab. Malang, 9 Mei 2026. (dok. Ofisial PSM Makassar/Agung Dewantara)

Kepastian ini menjadi angin segar bagi tim asuhan caretaker Ahmad Amiruddin. Pasalnya, tekanan besar sempat membayangi Yuran Fernandes dan kawan-kawan setelah mereka gagal mencuri poin di kandang Singo Edan pada Sabtu sore. Bahkan, Amiruddin pada sesi jumpa pers selepas laga di Malang mengaku sudah memikirkan taktik untuk laga selanjutnya.

"Dari pertandingan ini, bisa dilihat bahwa koordinasi lini belakang kurang bagus. Kemungkinan di pertandingan berikutnya ada beberapa pemain yang akan dirotasi. Saya pikir Victor Luiz sudah bisa tampil, dan itu akan menjadi pembeda juga," ujar pelatih asal Bone tersebut.

3. Dengan dua pertandingan tersisa, Juku Eja berpotensi turunkan para pemain pelapis

Aksi pemain PSM Makassar, Victor Dethan (kanan), dalam pertandingan pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 melawan Arema FC Malang yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kab. Malang, 9 Mei 2026. (dok. Ofisial PSM Makassar/Agung Dewantara)

Meski sudah dipastikan lolos dari ancaman degradasi, PSM Makassar masih memiliki dua laga sisa. Pada Minggu (17/5/2026) pekan depan, mereka akan menjamu Persib Bandung di Stadion B.J. Habibie, Kota Parepare, sebelum menutup musim dengan melawat ke markas Madura United.

Tanpa bayang-bayang degradasi, Amiruddin diprediksi akan memberi kesempatan kepada para pemain muda dan pelapis untuk unjuk gigi di hadapan publik sendiri. Terlebih saat ini mereka sedang dilanda badai cedera akibat absennya sejumlah pilar penting.

Editorial Team