Tangkapan layar naskah digital I La Galigo NBG-Boeg 188 yang disusun Arung Kencana Colliq Pujie dan B.F. Matthes yang dimiliki oleh Universitas Leiden, Belanda. (Leiden University Libraries - Digital Collections)
Turunnya Batara Guru ke bumi bukanlah hal yang sederhana. Ia harus melalui ritual dan persiapan panjang sebelum dikirim oleh sang ayah dengan cara ditempatkan ke dalam batang bambu dan diturunkan ke Dunia Tengah. Di Bumi, ia tidak sendiri. Untuk menjadi pendamping hidupnya, dipilihlah We Nyiliq Timoq sang putri dari penguasa Dunia Bawah. Pernikahan mereka berdua melambangkan penyatuan antara elemen langit dan elemen air, yang menjadi cikal bakal kehidupan manusia di bumi.
Dengan gembira sekali Batara Guru berkata,
"Maukah gerangan, Paduka Adinda,
kuberikan harta yang banyak
sehingga agar berkenan berangkat ke Alé Luwuq.
Tak ada duamu, Paduka Adinda,
yang diturunkan untuknya istana kemilau
menjadi pemilik negeri di permukaan bumi."
(Hal. 159 buku "La Galigo: Menurut Naskah NBG 188 Jilid 1", Yayasan Obor Indonesia, 2017)