Makassar, IDN Times - Pelatih kepala Malut United, Imran Nahumarury, menganggap tekanan suporter yang meminta dirinya mundur usai kalah 0-1 dari Madura United sebagai wujud cinta terhadap klub. Menurutnya, desakan ini adalah bukti bahwa pendukung sangat peduli dengan performa tim.
"Bagi saya, tekanan dari suporter merupakan bentuk kecintaan mereka terhadap kami. Hal itu membuat saya senang karena saya tipikal pelatih yang tidak mau dipuji," ujar Imran dalam jumpa pers selepas laga pekan ke-18 BRI Liga 1 2024/25 tersebut pada Jumat (10/1/2025) malam, seperti dilansir ANTARA.
