Makassar, IDN Times - Statistik lima pertandingan terakhir PSM Makassar mengungkap persoalan serius di lini depan. Dari periode tersebut, Pasukan Ramang hanya mampu mencetak tiga gol, angka yang mencerminkan tumpulnya produktivitas serangan.
Meski dalam beberapa laga PSM sempat unggul penguasaan bola, dominasi itu kerap tak berujung ancaman berarti ke gawang lawan. Konversi peluang menjadi tembakan tepat sasaran (shot on target) minim, sehingga serangan sering terhenti sebelum benar-benar membahayakan di kotak penalti. Tren ini menjadi salah satu faktor kegagalan tim meraih poin penuh dalam beberapa pekan terakhir.
Puncak krisis kreativitas terlihat pada pekan ke-19 BRI Super League saat menjamu Semen Padang pada 2 Februari 2026. Laga yang berakhir imbang tanpa gol itu memperlihatkan kebuntuan total, dengan PSM mencatatkan nol tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan. Sehingga aliran bola hanya berputar di area tengah tanpa hasil akhir yang nyata.
