Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dewa United Banten FC mengalahkan tim tuan rumah PSM Makassar dengan skor 2-0, di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Sabtu (14/2/2026). (ANTARA FOTO/Hasrul Said)
Dewa United Banten FC mengalahkan tim tuan rumah PSM Makassar dengan skor 2-0, di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Sabtu (14/2/2026). (ANTARA FOTO/Hasrul Said)

Makassar, IDN Times - Pelatih kepala PSM Makassar, Tomas Trucha, tidak kuasa menyembunyikan rasa kecewa setelah timnya takluk di tangan Dewa United. Victor Luiz dan kawan-kawan kalah 0-2 dalam laga pekan ke-21 BRI Super League 2025/2025 yang berlangsung pada Sabtu (14/2/2026) sore. Dalam sesi jumpa pers usai laga, ia menyebut penampilan anak asuhnya sangat jauh dari harapan.

Sejak peluit sepak mula dibunyikan, PSM dinilai gagal memberi perlawanan yang berarti terhadap skema permainan tim tamu. "Buruk, (terlihat) sangat buruk sejak awal pertandingan. Kita cuma melihat-lihat Dewa United memainkan bola," ujar pelatih asal Republik Ceko tersebut setelah duel di Stadion B.J. Habibie Parepare tersebut rampung.

1. Trucha merasa heran PSM bisa nirbobol hingga jeda antarbabak

Pelatih kepala PSM Makassar, Tomas Trucha, usai laga melawan Persebaya Surabaya di Stadion BJ Habibie, Parepare, 6 Desember 2025. IDN Times/Irwan Idris

Ia merasa dominasi lawan yang dibiarkan begitu saja justru menjadi sinyal bagi Dewa United untuk terus menekan dan mencari gol. Trucha bahkan mengaku heran bagaimana gawang timnya bisa tetap nirbobol hingga berakhirnya waktu normal babak pertama.

"Di jeda antarbabak, kita memperbaiki taktik dengan melakukan beberapa pergantian pemain. Kita mungkin sedikit lebih baik untuk penguasaan bola. Tapi tetap tidak cukup untuk memberi tekanan pada barisan belakang Dewa United," jelas Trucha.

2. Kekalahan terasa menyakitkan karena PSM gagal lanjutkan tren kemenangan

Aksi pemain PSM Makassar, Victor Luiz, dalam laga pekan pertama BRI Liga 1 2025/2026 melawan Persijap Jepara di Stadion BJ Habibie Parepare pada 8 Agustus 2025. (Dok. Ofisial PSM Makassar/Agung Dewantara)

Situasi semakin memburuk bagi ketika bek sayap andalan mereka, Victor Luiz, mendapat kartu merah dari wasit. Menurutnya, pelanggaran yang dilakukan Victor biasanya hanya berbuah kartu kuning, namun keputusan wasit berkata lain hari itu.

Hasil ini terasa semakin menyakitkan sebab PSM baru saja meraih kemenangan penting pada pekan sebelumnya, saat bertandang ke markas PSBS Biak. Trucha menyayangkan kegagalan timnya dalam menjaga konsistensi untuk tetap berada di jalur kemenangan.

3. Posisi Juku Eja di klasemen sementara semakin rawan sebab kian dekati zona degradasi

Dewa United menang 0-2 atas PSM Makassar di Stadion Gelora B.J. Habibie Parepare, Sabtu (14/2/2026). (Instagram/psm_makassar)

"Saya meminta maaf pada fans, kita kalah di pertandingan ini setelah sebelumnya menang di laga sebelumnya. Kita harusnya melanjutkan tren kemenangan, tapi justru hasil berkata sebaliknya. Kerja keras kita jadi sia-sia. Kita akan berusaha memperbaikinya," jelas pelatih 54 tahun tersebut.

Hasil ini membuat PSM Makassar melorot ke peringkat 13 klasemen sementara dengan koleksi 23 poin, hanya terpisah 8 poin dari zona merah sekaligus menjadi alarm bahaya. Selanjutnya, mereka akan bertandang ke markas tim papan atas Persija Jakarta pada Jumat (20/2/2026) mendatang.

Editorial Team