Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dihukum FIFA Lagi, PSM Makassar Kini Didera Dua Sanksi Aktif
Dua pemain PSM Makassar, Alex Tanque (kiri) dan Yuran Fernanes (kanan), dalam sesi official training dI Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara pada 23 Januari 2026. (Instagram.com/psm_makassar)

Makassar, IDN Times - Manajemen PSM Makassar kembali menerima kabar buruk dari otoritas sepak bola dunia. Belum genap dua pekan sejak hukuman pertama, FIFA kembali menjatuhkan sanksi registration ban kepada klub berjuluk Juku Eja tersebut pada Jumat (20/3/2026) lalu.

Nama PSM Makassar tercantum dalam daftar merah tersebut saat dicek oleh IDN Times pada Selasa (24/3/2026) pagi. Mereka bersanding dengan sejumlah klub lain yang turut serta menjadi penerima hukuman tersebut seperti PSCS Cilacap, Kalteng Putra dan PSBS Biak.

1. Sanksi registration ban sebelumnya dijatuhkan pada 9 Maret 2026 lalu

Salah satu momen laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 antara PSM Makassar versus Semen Padang yang berlangsung di Stadion B.J. Habibie Parepare pada 2 Februari 2026. (Instagram.com/psm_makassar)

Ini merupakan sanksi kedua yang diterima PSM dalam waktu singkat. Sebelumnya, FIFA telah menjatuhkan hukuman serupa pada 9 Maret 2026. Dengan akumulasi sanksi ini, PSM Makassar dilarang mendaftarkan pemain baru, baik lokal maupun asing, untuk tiga periode bursa transfer mendatang.

​Meski FIFA tidak merinci penyebab pastinya, sanksi registration ban biasanya dipicu oleh sengketa finansial. Masalah seperti tunggakan gaji pemain, staf, atau kewajiban transfer antarklub yang belum tuntas sering kali menjadi pemicu utama turunnya hukuman berat ini.

2. Akan memberi dampak negatif jika dibiarkan berlarut-larut

Pesepak Bola Persija Jakarta Jordi Amat (kiri) berebut bola di udara dengan pemain PSM Makassar Alex Tanque (kedua kiri) dalam pertandingan BRI Super League musim 2025/2026 di Jakarta Internasional Stadium, Jakarta, Jumat (20/2/2026). ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/YU

Jika tak segera diselesaikan, kondisi ini praktis mengunci pergerakan PSM Makassar di pasar transfer hingga tahun depan. Manajemen dipaksa memaksimalkan skuat yang ada tanpa bisa mendatangkan amunisi tambahan.

Di sisi lain, sanksi beruntun ini juga mengancam reputasi klub di mata pemain profesional. Ketidakjelasan administratif dapat memicu kekhawatiran pemain perihal stabilitas hak mereka. Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini berpotensi mengguncang kondusivitas ruang ganti tim.

3. Musim ini, Juku Eja sudah 4 kali mendapat sanksi serupa

Pesepak Bola Persija Jakarta Alaaeddine Ajaraie (kanan) berebut bola dengan pesepak bola PSM Makassar Victor Dethan (kiri) dalam pertandingan BRI Super League musim 2025/2026 di Jakarta Internasional Stadium, Jakarta, Jumat (20/2/2026). ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/YU

Kini, manajemen PSM Makassar berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan sengketa yang menjadi akar permasalahan. Penyelesaian kewajiban finansial adalah satu-satunya cara agar FIFA mencabut embargo transfer ini.

Jika ditotal, ini sudah masuk kali keempat mereka mendapat hukuman tersebut di sepanjang musim 2025/2026. Tapi, seluruh sanksi bisa diselesaikan dan tidak menganggu aktivitas transfer tengah musim mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team