Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dihelat Hari Ini, Kidung Alam Fest Sajikan Musik Keras di Hutan
Poster festival musik Kidung Alam Fest yang berlangsung di kawasan Hutan Pinus Bissoloro Gowa, 24-25 Agustus 2024. (Instagram.com/kidungalamfest)

Makassar, IDN Times - Mulai Sabtu ini (24/8/2024) hingga Minggu besok (25/8/2024), festival musik metal Kidung Alam Fest berlangsung di Hutan Pinus Moncong Sipolong Ramah Bissoloro, Gowa. Kendati menyajikan musik keras, mereka juga ingin memberi pengalaman unik bagi para penonton konser.

"Kami ingin menciptakan pengalaman musik yang mendalam, dengan latar alami hutan pinus yang menenangkan," jelasnya Azrul Effendy, salah satu penggagas acara, saat diwawancarai IDN Times pada Jumat (23/8/2024). Dengan menggabungkan elemen musik dan alam, penonton diharap mendapat kesan yang berbeda.

1. Memberi pengalaman unik sajian musik keras di tengah ketenangan hutan

Suasana kawasan Hutan Pinus Moncong Sipolong - Bissoloro yang berada di Kabupaten Gowa. (Instagram.com/noisebreezefest)

Penggabungan konsep alam dengan musik metal ini diakui Azrul sebagai pendekatan yang unik dan menarik. Dengan latar belakang hutan pinus yang menenangkan, festival ini menciptakan kedalaman visual dan emosional yang sesuai dengan tema musik metal. Tapi di saat bersamaan, penonton bisa menepi dari bisingnya kota untuk sementara.

"Suara keras dan agresif dari musik metal memang kontras dengan keheningan hutan, menciptakan pengalaman yang unik bagi para penonton," jelasnya.

"Ini juga memberi kesempatan kepada penonton untuk menikmati musik yang disajukan sembari terhubung dengan keindahan dan tenangnya alam," sambung Azrul.

2. Helatan Noise Breeze Fest 2022 jadi batu loncatan pihak penyelenggara

Band asal Makassar, Kamar Gelap, saat tampil di Noise Breeze Fest yang berlangsung di Hutan Pinus Bissolorio Gowa pada 8 Oktober 2022. (Instagram.com/kamargelap666)

Di sisi lain, Azrul dan para kolega rupanya ingin melanjutkan apa yang sudah mereka lakukan pada tahun 2022 silam. Saat itu, mereka menggarap Noise Breeze Fest edisi pertama di tempat yang sama. Tak disangka, acara festival berkonsep unik tersebut mendapat sambutan hangat dari para pencinta musik metal. Tapi, butuh hampir dua tahun untuk mewujudkan rencana tersebut.

"Kami belajar banyak dari acara sebelumnya dan yakin bahwa pengalaman dari tahun 2022 tersebut akan membuat penyelenggaraan kali ini semakin baik," jelasnya.

"Terlebih lokasinya sudah memiliki akses yang baik dan fasilitas yang memadai untuk mendukung kebutuhan festival," sambung Azrul.

3. Sebanyak 14 band akan menghibur pencinta musik keras selama dua hari

Suasana acara Noise Breeze Fest 2022 yang berlangsung di kawasan Hutan Pinus Moncong Sipolong Ramah Bissoloro, Kabupaten Gowa, 8 Oktober 2022. (Instagram.com/noisebreezefest)

Kidung Alam Fest sendiri menyuguhkan penampilan 14 band Makassar pengusung musik keras selama dua hari. Sebut saja band death metal Harakiri, unit deathgrind Emergency, Rowdy from the South yang mengusung melodic punk rock, serta veteran black metal yakni Kemenyan.

"Kami bangga bisa menampilkan band-band lokal (di acara festival musik ini) dan memberi mereka panggung untuk berkarya," kata Azrul.

"Musik adalah jembatan, dan kami ingin festival ini menjadi momen untuk terhubung, baik dengan diri sendiri, orang lain, maupun alam sekitar," pungkasnya.

Editorial Team