Pesepak bola PSM Makassar Luka Cumic (kanan) menendang bola ke arah dalam gawang Persik Kediri yang dijaga Leonardo Navacchio pada pertandingan BRI Super League 2025/2026 di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Kamis (23/4/2026). ANTARA FOTO/Hasrul Said/kye
Keberhasilan PSM Makassar dalam meraih lisensi ACL 2 maupun lisensi Super League ini menjadi bukti manajemen Juku Eja telah memenuhi lima aspek standar profesionalisme sepak bola modern. Kelima aspek tersebut meliputi bidang olahraga (sporting), infrastruktur, personel dan administrasi, legalitas hukum, serta yang paling krusial adalah aspek keuangan (financial).
Ketua Komite Club Licensing, Essy Asiah, menjelaskan bahwa proses tahun ini diiringi dengan pendampingan ketat agar setiap klub dapat mengimplementasikan standar AFC dengan lebih baik. "Club licensing merupakan bagian penting dalam meningkatkan standar profesionalisme klub sepak bola Indonesia, baik dari sisi sporting, infrastruktur, administrasi, legal, maupun finansial," ungkapnya.