Comscore Tracker

[KLASIK] Catatan Gemilang Penggawa PSM di Timnas Era 1950-an

Sumbangsih Juku Eja pada awal-awal PSSI merintis Timnas

Makassar, IDN Times - Di tahun-tahun pertama Timnas PSSI terbentuk, pelatih Choo Seng Quee meramu timnya dengan para pemain yang tampil ciamik di ajang kejuaraan PSSI Perserikatan. PSM Makassar, sebagai satu-satunya kesebelasan asal timur Indonesia, turut diminta mengirim talenta terbaik demi tugas negara di lapangan hijau.

Sepanjang dekade 1950-an, silih berganti nama-nama mentereng sepak bola nasional saat itu dipanggil ke Jakarta. Namun sumbangsih Juku Eja di Timnas saat itu terbilang besar. Tak tanggung-tanggung, posisi kiper utama dan juru gedor dipercayakan pada para pemain kelahiran Sulawesi Selatan.

IDN Times mengajak pembaca menyegarkan ingatan, perihal para pemain PSM yang ikut ambil bagian dalam membangun Timnas PSSI di tahun-tahun pertama pasca Revolusi Kemerdekaan.

Baca Juga: [KLASIK] Satu Setengah Musim Ilija Spasojevic Bersama PSM Makassar

1. Maulwi Saelan, kiper utama sekaligus kapten Timnas

[KLASIK] Catatan Gemilang Penggawa PSM di Timnas Era 1950-anKiper dan kapten Timnas Indonesia dekade 1950-an, Maulwi Saelan (kedua dari kiri), berpose sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia 1958 Zona Asia antara Indonesia melawan China di Xiannongtan Stadium Beijing pada 2 Juni 1957. (Dok. Pribadi Maulwi Saelan / Repro. Majalah Popular edisi Juli 1989)

Saat Timnas bersiap mengikuti turnamen internasional pertamanya, Asian Games New Delhi 1951, Choo Seng Quee menjatuhkan pilihan kiper pertama pada Maulwi Saelan. Juru taktik asal Singapura itu kepincut dengan kemampuan pemain kelahiran Makassar, 8 Agustus 1926, itu.

Agaknya ia kepincut dengan penampilan eks gerilyawan LAPRIS setelah melihatnya tampil di Perserikatan 1951 bersama PSM Makassar. Memang Juku Eja hanya finis sebagai runner-up di bawah Persebaya Surabaya, namun Choo melihat hal penting lainnya : kepemimpinan alami. Saelan sering memberi instruksi kepada rekan-rekannya, demi menjaga sektor belakang (yang saat itu berformasi 3-2-5 atau 2-3-5) tetap aman.

Di sisi lain, jelang berangkat ke India, kiper utama Timnas saat itu yakni Tan "Bing" Mo Heng (kesebelasan Tiong Hoa Surabaya) mengalami cedera. Saelan pun naik pangkat sebagai pengawal mistar gawang.

Sayang, langkah mereka langsung keok pada putaran pertama. Mereka ditekuk dengan skor 3-0 oleh tim tuan rumah. Namun perjalanan mereka di India tak berhenti begitu saja. Sebuah pertandingan persahabatan sempat dilakoni antara Indonesia melawan Burma (Myanmar), yang juga gugur di putaran pertama. Hasilnya, Timnas menang 4-1.

2. Ramang, juru gedor eksplosif andalan Antun Pogačnik

[KLASIK] Catatan Gemilang Penggawa PSM di Timnas Era 1950-anRamang berpose di Stadion Ikada Jakarta (kini area Monumen Nasional), ketika PSM Makassar mengikuti kejuaraan nasional (Kejurnas) PSSI Perserikatan pada dekade 1950-an. (Wikimedia Commons)

Tidak ada nama Ramang di ajang Asian Games 1951. Meski tampil cukup apik pada Perserikatan 1951, pelatih Choo mempercayakan tugas ujung tombak pada Darmadi (Persis Solo). Namun, tak perlu waktu lama bagi sang Macan Bola untuk dipanggil memperkuat Timnas.

Ujung tombak kelahiran Barru, 24 April 1924, tersebut ikut ambil bagian dalam tur Timnas ke Asia Timur (Filipina, Hong Kong, Thailand) pada April hingga Mei 1953. Tak tanggung-tanggung, Ramang mencetak 16 gol dalam tujuh pertandingan. Lima gol bahkan ia sarangkan saat Timnas berjumpa tim gabungan pemain-pemain Manila Football League pada 18 April 1953.

Kemampuannya kian terasah di bawah asuhan Antun "Toni" Pogačnik, yang menukangi Timnas jelang Asian Games Manila 1954. Kendati Indonesia hanya menjadi juara empat cabor sepak bola, Ramang melesakkan 4 gol dalam empat pertandingan.

Bersama Djamiaat Dhalhar (Persija Jakarta) dan Tee San Liong (Persebaya), Ramang membuat lini depan Timnas PSSI jadi lebih eksplosif. Kombinasi trio racikan pelatih asal Yugoslavia tersebut menghasilkan 12 dari total 14 gol sepanjang helatan Asian Games (AG) II.

3. Dari tahun 1951 hingga 1956, Maulwi Saelan (paling kanan) dan Ramang (keempat dari kiri) tampil bersama hanya dalam dua kesempatan

[KLASIK] Catatan Gemilang Penggawa PSM di Timnas Era 1950-anTimnas Indonesia berpose sebelum pertandingan persahabatan melawan timnas Yugoslavia B di Stadion Ikada Jakarta pada 15 Januari 1956. (Dok. Pribadi Maulwi Saelan)

Baik Maulwi Saelan dan Ramang masing-masing mendapat kesempatan tampil di panggung internasional. Sang kiper pada Asian Games New Delhi 1951, sedang Ramang dalam Asian Games Manila 1954.

Situs statistik sepak bola dunia RSSSF.com mencatat bahwa Saelan tak berangkat ke Asian Games 1954 bersama Ramang. Dalam wawancara dengan Majalah Popular edisi Juli 1989, ia menjelaskan bahwa kegagalan terpilih dalam skuad AG II sebab performanya kurang memuaskan selama pemusatan latihan.

"Saya memang tidak terpilih memperkuat tim nasional ke Asian Games II di Manila. Persiapan saya waktu itu kurang baik. Saya pun menyadari dan tidak berkecil hati, karena itu tantangan buat saya, untuk mempersiapkan diri lebih matang lagi," ungkap Ketua Umum PSSI periode 1964-1967 tersebut. Pos kiper utama pun dioper kepada R. Parengkuan (Persija).

Saelan baru kembali tampil pada uji coba Timnas kontra tim asal Mozambik, Ferroviario, pada 24 Desember 1955. Pada laga yang berakhir imbang 2-2 itu, Ramang absen dan diganti Ramli Jatim (PSMS Medan). Saelan dan Ramang baru kembali tampil bersama pada laga persahabatan kontra timnas Yugoslavia B pada 15 Januari 1956, atau dua tahun lebih usai tur Asia Timur yang mereka ikuti.

Baca Juga: [KLASIK] Mengingat Capaian PSM Makassar di Piala Indonesia 2007

4. Sukses menahan imbang raksasa Eropa dekade 1950-an, Uni Soviet, di Olimpiade Melbourne 1956

[KLASIK] Catatan Gemilang Penggawa PSM di Timnas Era 1950-anRamang berusaha melewati salah satu pemain timnas Uni Soviet, Anatoli Maslyonkin, dalam laga ulangan babak perempat final cabang olahraga sepak bola Olimpiade Melbourne 1956, di Melbourne Olympic Park Stadium, 1 Desember 1956. (FIFA.com)

Keduanya masuk dalam pemain Timnas untuk Olimpiade Melbourne 1956. Alhasil Maulwi Saelan dan Ramang terlibat dalam sejumlah partai uji coba. Mulai dari laga versus klub asal Prancis yakni Stade de Reims (runner-up Liga Champions 1955/56) pada 23 Juni 1956, serta rangkaian tur Eropa Timur (Uni Soviet, Yugoslavia, Jerman Timur dan Cekoslovakia) medio Agustus-September '56.

Setelah empat bulan persiapan intensif, Timnas pun berangkat ke Australia. Putaran pertama mempertemukan Indonesia dengan raksasa Eropa saat itu, Uni Soviet. Di bawah matahari terik kota Melbourne tanggal 29 November 1956, mereka sukses menahan imbang Lev Yashin dkk dengan skor kacamata. Melawan tim bertabur bintang, Timnas menerapkan strategi bertahan total.

"Indonesia menggunakan (taktik) tirai besinya sendiri, sepuluh pemain turun ke area penalti dan satu striker (Ramang) di lini depan saat Soviet menguasai bola. Taktik itu berhasil, karena mereka menahan imbang tim favorit tanpa gol," tulis FIFA.com membahas laga tersebut. Sayang, pada laga ulangan dua hari berselang, gawang Saelan bobol empat kali.

Selanjutnya, kedua andalan PSM ini tampil bersama Timnas dalam beberapa helatan. Ada Pestabola Merdeka edisi 1957 dan 1958, kualifikasi Piala Dunia 1958, lalu Asian Games Tokyo 1958. Di helatan yang disebut terakhir, Indonesia sukses meraih medali perunggu cabor sepak bola setelah menggulung India 4-1.

5. Selain Saelan dan Ramang, masih ada penggawa PSM lainnya di skuad Timnas dekade 1950-an

[KLASIK] Catatan Gemilang Penggawa PSM di Timnas Era 1950-anSkuad Timnas Indonesia berpose sebelum lakoni pertandingan persahabatan kontra Bulgaria di Stadion Ikada Jakarta pada 21 Januari 1959. (Repro. Majalah Pantjawarna edisi November 1963 / Instagram.com/sulselfootballhistory)

Selain Maulwi Saelan dan Ramang, beberapa pemain PSM lain turut mencicipi kebanggaan berseragam Merah Putih. Ada bek Sunardi "Sunar" Arland yang tampil mengawal sektor belakang Timnas pada Asian Games 1951. Namun pada tahun 1952, alasan kesehatan membuat satu pos pemain Juku Eja diberikan pada Ramang.

Selanjutnya yakni Makmur Chaeruddin. Pemain yang bisa menjadi gelandang dan stopper tersebut dipilih Toni Pogačnik sebagai materi skuad Timnas kualifikasi Olimpiade Roma 1960. Namun, mereka gagal mentas di Italia. Indonesia kalah agregat 6-2 dari India pada putaran pertama babak penyisihan.

Selain di kualifikasi Olimpiade '60, Makmur turut memperkuat Timnas di beberapa laga uji coba. Antara lain kontra Bulgaria (21 Januari 1959), Jerman Timur (11 Februari 1959) dan Malaya (20 April 1960).

Kemudian turut pula Nus Pattinasarany (gelandang) sekaligus ayah Ronny Pattinasarany, Latandang (pemain tengah) dan Rasyid Dahlan (half kanan) yang sempat tampil pada beberapa pertandingan uji coba.

Baca Juga: [KLASIK] Kontribusi PSM Makassar di Panggung Piala Asia 2007

Topic:

  • Ach. Hidayat Alsair
  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya