Mantan gelandang PSM Makassar dan Timnas Indonesia, Syamsul Chaeruddin, dalam sebuah sesi fun football di Sungguminasa pada Januari 2021. (Instagram.com/syamsulbachrihaeruddin)
Masa bakti Syamsul di PSM berlangsung total satu dekade lebih, tepatnya 14 tahun. Kariernya di tim Juku Eja terbagi dalam dua babak, yakni 2001-2010 dan 2012-2017.
Symsul bergabung dengan tim utama PSM pada Ligina 2001, saat dia masih berumur 18 tahun. Di bawah asuhan Syamsuddin Umar, ia dimentori oleh dua gelandang kawakan yakni Ponaryo Astaman dan Bima Sakti.
Syamsul membela PSM di empat era kompetisi berbeda: Ligina, Liga Super Indonesia, Indonesia Soccer Championship hingga Liga 1. Jatuh bangun turut ia rasakan. Mulai dari nyaris juara pada Ligina 2004, susah payah keluar dari zona degradasi di Liga Super 2009/10, saat PSM jadi tim musafir musim 2014, dan lagi-lagi gagal menyabet trofi dalam Liga 1 2017.
Musim 2017 juga jadi tahun terakhirnya berseragam PSM Makassar. Faktor umur membuatnya jarang turun sebagai starter dalam skuad racikan Robert Rene Alberts. Masih segar dalam ingatan para suporter melihat Syamsul menitikkan air mata di konferensi pers terakhirnya sebagai penggawa Juku Eja.