Mengapa Bumi Hanya Memiliki Satu Bulan? Ini 3 Fakta Ilmiahnya 

Bulan Bumi diyakini terbentuk dari teori tabrakan besar

Langit malam di Bumi tampak Indah karena benda-benda langit terlihat terang pada malam hari. Salah satunya adalah bulan, sebagai satu-satunya satelit alami yang dimiliki oleh Bumi.

Namun, tidak hanya Bumi saja dalam tata surya yang memiliki satelit alami. Beberapa planet juga memiliki satelit alami, bahkan Saturnus memiliki 145 satelit alami.

Lantas, muncul pertanyaan mengapa Bumi hanya memiliki satu buah satelit alami yaitu Bulan? Sedangkan, ada planet lain yang memiliki satelit alami hingga ratusan. Pada dasarnya, penjelasan keberadaan satelit alami pada suatu planet dan jumlahnya didasarkan pada teori pembentukan sebuah satelit alami itu sendiri.

Mengutip laman Space, berikut ini tiga fakta sains mengenai terbentuknya satelit alami.

Baca Juga: Asteroid Tabrak Bumi 2038? Ternyata Cuma Simulasi

1. Teori Nebula

Mengapa Bumi Hanya Memiliki Satu Bulan? Ini 3 Fakta Ilmiahnya ilustrasi teori Nebula (Pixabay.com/LoganArt)

Seperti kita ketahui, Teori Nebula adalah suatu teori yang menjelaskan awal mula tata surya kita terbentuk. Pada awalnya, tata surya kita berasal dari sebuah piringan gas besar dan debu yang berputar mengelilingi matahari. Hingga sampai pada suatu masa dimana piringan gas ini mengembun dan menggumpal menjadi planet-planet dan satelit alami yang berputar ke arah yang sama.

Namun, Ilmuwan menduga tidak semua planet satelit alami terbentuk berdasarkan teori ini. Ada beberapa teori lainnya yang menjelaskan bagaimana satelit alami terbentuk.

2. Gravitasi dan medan magnet

Mengapa Bumi Hanya Memiliki Satu Bulan? Ini 3 Fakta Ilmiahnya ilustrasi medan magnet planet (Pixabay.com/merlinlightpainting)

Teori berikutnya adalah gravitasi dan medan magnet. Teori ini menjelaskan bahwa satelit alami dapat berada jalur orbitnya karena tarikan gaya gravitasi dan medan magnet suatu objek langit seperti planet. Teori ini tidak saja menjelaskan bagaimana satelit alami tertarik oleh oleh gravitasi dan medan magnet, namun juga menjelaskan bagaimana satelit alami tetap berada pada jalur orbitnya.

Teori ini mungkin dapat menjelaskan bagaimana Jupiter mendapatkan satelit alaminya sebanyak 95 buah satelit alami. Jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan planet Bumi dan Mars. Hal ini didasarkan pada konsep Radius Hill, yaitu  jarak maksimum dari sebuah planet atau benda langit lainnya di mana pengaruh gravitasi benda tersebut lebih kuat daripada pengaruh gravitasi dari bintang atau benda induk yang lebih besar.

Radius hill suatu planet dipengaruhi oleh massa planet tersebut,semakin besar massa planet maka semakin besar pula radius hill-nya. Diketahui Jupiter dan Saturnus memiliki massa yang lebih besar dibandingkan dengan Bumi dan Mars, sehingga masuk akal jia Jupiter dan Saturnus memiliki satelit alami lebih banyak.

3. Teori tabrakan besar

Mengapa Bumi Hanya Memiliki Satu Bulan? Ini 3 Fakta Ilmiahnya ilustrasi tabrakan besar (Astronomy.com)

Selain dua teori yang telah dijelaskan sebelumnya, ada juga teori populer mengenai asal usul terbentuknya bulan Bumi, yaitu teori tabrakan besar. Teori ini menjelaskan sebuah benda seukuran Mars menabrak Bumi. Dampak dari tabrakan ini melemparkan material yang kemudian membentuk Bulan serta menempati orbitnya sebagai satelit alami Bumi.

Namun, beberapa bulan dari planet lain mungkin bukan berasal dari material planet Induknya. Sebagai contoh adalah Mars, Phobos dan Deimos sebagai satelit alami Mars, diyakini sebagai asteroid yang tertangkap oleh gravitasi Mars. Hal ini diperkuat dengan adanya fakta bahwa Mars berada di dekat sabuk asteroid.

Pada akhirnya, pertanyaan mengapa Bumi hanya memiliki satu buah bulan dan planet lainnya bisa memiliki puluhan atau bahkan ratusan masih menjadi perdebatan. Namun, terbentuknya sebuah bulan dimungkinkan dari tiga teori yang telah dijelaskan tadi.

Baca Juga: [QUIZ] Jika Hanya Ada Dua Pilihan Bulan atau Mars, Mana yang Cocok Jadi Tempat Tinggal Masa Depanmu? Cek Disini!

Ary Yulianto Photo Community Writer Ary Yulianto

Sedang menikmati belajar menulis

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya