Comscore Tracker

[LINIMASA-2] Perkembangan Terbaru Kasus Virus Corona di Sulsel

11 Mei 2020: Pasien sembuh sudah 276 orang

Makassar, IDN Times - Pada 2 Maret 2020 Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengumumkan dua kasus pertama pasien positif COVID-19 di Indonesia. Sembilan hari berselang, Organisasi Kesehatan Dunia WHO mengumumkan bahwa wabah virus corona jenis baru berstatus pandemi. WHO turut meminta pemerintahan di seluruh dunia untuk mempersiapkan segala sesuatu menyangkut upaya penanganan hingga tenaga medis.

Di Sulawesi Selatan, dua kasus positif pertama diumumkan pada hari Kamis 19 Maret, oleh Achmad Yurianto selaku Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19. Pada hari yang sama Gubernur Nurdin Abdullah menyatakan salah satu pasien virus corona di Sulsel telah meninggal sebelum hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan dia positif.

Berikut data terbaru pasien positif, Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Resiko (ODR) berdasarkan laporan yang dikumpulkan IDN Times dari laman Sulsel Tanggap COVID-19 dan informasi dari pemerintah daerah di Sulsel.

11 Mei 2020: Pasien sembuh telah berjumlah 276 orang, Gubernur Nurdin Abdullah resmikan pengoperasian dua infection center baru di Makassar

[LINIMASA-2] Perkembangan Terbaru Kasus Virus Corona di SulselSalah satu ruangan di infection center RSUD Sayang Rakyat Makassar. Humas Pemprov Sulsel

Gugus Tugas COVID-19 mencatat tidak ada penambahan kasus positif baru di Sulawesi Selatan, satu hari terakhir. Data per Senin (11/5) menunjukkan jumlah kasus positif di Sulsel tetap 722 orang.

Tren penambahan kasus di Sulsel menurun dibandingkan Minggu (10/5) kemarin. Saat itu pemerintah mengumumkan ada 12 kasus baru.

Per hari ini, ada tambahan 11 pasien positif yang dinyatakan sembuh berdasarkan pemeriksaan spesimen dua kali dengan hasil negatif. Sehingga secara total di Sulsel sudah ada 276 pasien sembuh.

Sementara itu pasien positif COVID-19 yang meninggal juga bertambah dua orang. Secara akumulasi kasus kematian di Sulsel sebanyak 49 orang.

Kabar baik datang dari Pelabuhan Soekarno-Hatta. KM Lambelu milik PT Pelni telah mengakhiri masa karantina selama 14 hari. Bendera kuning yang ada di kapal ini pun telah diturunkan pada Minggu (10/5). Ini menandakan bahwa KM Lambelu telah dinyatakan bebas dari COVID-19.

Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI (Persero) Yahya Kuncoro dalam siaran persnya.

"Alhamdulillah kabar baik dari KM Lambelu kami dapatkan, setelah lebih dari 2 minggu kapal ini dikarantina. Minggu (10/5) dinyatakan bebas COVID-19 oleh KKP Makassar," kata Yahya Kuncoro.

Di hari yang sama, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah meresmikan fasilitas Infection Center (IC) pada dua rumah sakit di Kota Makassar. Masing-masing di RSUD Sayang Rakyat dan RSUK Dadi.

Infection Center merupakan sarana khusus untuk penanganan pasien COVID-19. Di RSUD Sayang Rakyat fasilitas dilengkapi 106 tempat tidur, sedangkan di RSUK Dadi 105 tempat tidur.

"Harapan kita adalah bagaimana pasien-pasien COVID-19 terus terjadi penurunan. Tapi ini kan bukan jangka pendek ke depan. Kita tidak tahu virus apalagi yang akan datang sehingga tentu kita harus mempersiapkan diri," kata Nurdin dalam rilisnya.

10 Mei 2020: Total telah mencapai 722 kasus, optimisme membuncah di Kota Makassar saat publik pertanyakan kejelasan klaster penyebaran virus corona

[LINIMASA-2] Perkembangan Terbaru Kasus Virus Corona di SulselANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Kasus positif virus corona atau COVID-19 di Sulawesi Selatan (Sulsel) masih bertambah. Menurut data Kementerian Kesehatan pada Minggu (10/5), ada penambahan 12 kasus positif Sulsel sehingga jumlah akumulatif menjadi 722 kasus.

Pasien yang dinyatakan sembuh juga mengalami penambahan meski tidak banyak, yaitu hanya bertambah 5 orang sehingga total sudah mencapai 265 orang. Kabar baiknya, pasien yang sembuh tetap lebih banyak dari jumlah pasien yang meninggal dunia.

Jumlah pasien yang meninggal dunia hingga saat ini yaitu 47 orang setelah ada penambahan 1 kasus.

Rasa optimisme membuncah di ibukota Sulsel. Gugus Tugas COVID-19 Kota Makassar mencatat akumulasi 479 pasien terindikasi positif penyakit akibat virus corona, per Minggu (10/5). Dari jumlah itu, sebanyak 202 pasien atau 42 persen dinyatakan sembuh. Di saat yang sama, 242 pasien dirawat. Sementara pasien meninggal berjumlah 35 orang.

"Ini merupakan pertanda baik, dari jumlah itu seperduanya sudah dinyatakan sembuh," kata Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar, M Iqbal Suhaeb dikutip dari laman kantor berita Antara.

Iqbal menyatakan Pemkot Makassar terus berupaya maksimal menangani COVID-19. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah memasuki tahap dua (8-22 Mei 2020), diharapkan bisa lebih efektif memutus mata rantai penyebaran virus.

Sementara itu, publik mempertanyakan kejelasan klaster penyebaran virus COVID-19 di Sulawesi Selatan. Pasalnya, hingga kini tim Gugus Tugas COVID-19 Sulsel belum pernah memunculkan seluruh datanya. Padahal ini penting agar masyarakat bisa mewaspadai kemungkinan penularan jika sebelumnya pernah berada di waktu dan tempat yang sama dengan pasien positif COVID-19.

Sebelumnya memang disebutkan bahwa ada sejumlah klaster penularan COVID-19 di Sulsel, seperti klaster Raha, Bogor, Jakarta, umrah, dan transmisi lokal yang paling mendominasi. Hanya saja, belum pernah disebutkan soal di mana saja distribusi klaster tersebut dan juga berapa jumlah klaster yang teridentifikasi di Sulsel. Terbaru ada klaster santri, klaster kapurung, dan klaster Temboro.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel yang juga selaku juru bicara Gugus Tugas COVID-19, Ichsan Mustari, mengungkapkan bahwa sebenarnya klaster sudah tidak lagi bermakna di situasi yang seperti ini, apalagi pemerintah juga sudah melakukan upaya antisipasi untuk mencegah penyebaran klaster baru.

"Saat ini, klaster sudah tidak begitu bermakna. Kalau pun saya mau ceritakan klaster terakhir yang ada adalah klaster santri tapi klaster santri ini sudah bisa kita isolir karena semua kita tarik ke Makassar," kata Ichsan.

9 Mei 2020: Mencapai 710 kasus COVID-19, Gubernur Nurdin Abdullah dorong ekonomi tetap berjalan di tengah PSBB

[LINIMASA-2] Perkembangan Terbaru Kasus Virus Corona di SulselANTARA FOTO/Arnas Padda

Jumlah korban terjangkit virus corona atau COVID-19 di Sulawesi Selatan, kembali mengalami peningkatan. Perkembangan data terbaru dari Kementerian Kesehatan RI, per Sabtu (10/5) hari ini, kasus positif di Sulsel hanya bertambah sebanyak 2 orang.

Pertambahan kasus terbilang sangat sedikit dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya. Dengan ini, maka jumlah akumulasi positif di Sulsel mencapai 710 kasus.

Sementara itu, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh sejak Jumat (9/5) sebelumnya adalah 9 orang. Dengan demikian, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh kini sudah mencapai 260 pasien.

Menurut data tersebut, tidak ada penambahan pasien meninggal hari ini untuk kasus positif COVID-19. Karenanya, jumlah pasien meninggal dunia tetap berjumlah 46. Hal ini menunjukkan bahwa angka pasien sembuh semakin meningkat dari angka pasien meninggal.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengatakan toko-toko di Kota Makassar bisa buka di tengah pandemik COVID-19. Dia menyampaikan itu jelang perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di ibu kota provinsi.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Perdagangan Sulsel Indrajaya Saputra mengatakan, pernyataan Gubernur semata untuk menjaga rantai perdagangan di tengah pandemik. Dengan syarat, toko dan retail hanya melayani pesan antar atau pemesanan via online.

"Gubernur telah bersurat ke pemerintah kabupaten kota agar mengizinkan toko dan retail tetap buka, dengan menggunakan sistem pemesanan online atau pesan antar. Ini semata-mata agar rantai perdagangan tetap terjaga, dan ekonomi kita tidak terpuruk," kata Indra dikutip dari situs resmi Pemprov Sulsel, Sabtu (9/5).

Gubernur, kata Indra, tidak bermaksud membela toko tertentu yang tetap beroperasi saat PSBB di Makassar. Gubernur disebut hanya ingin ekonomi Sulsel tidak anjlok menghadapi pandemik. Jika semua toko ditutup total, ekonomi akan anjlok dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di mana-mana.

"Setiap toko itu punya perlakuan berbeda terhadap karyawannya. Ada yang digaji per hari, per minggu, ada juga per bulan. Kalau tokonya tutup, bagaimana nasib mereka," ucap Indra.

Pemerintah Kota Makassar melalui tim Gugus Tugas COVID-19, mengagendakan pelaksanaan tes cepat atau rapid test massal pekan depan. Tes cepat sebagai upaya memutus mata rantai penularan COVID-19.

Rapid test massal sejalan dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Makassar yang sudah memasuki tahap kedua sejak Jumat (8/5) kemarin.

"Itu tanggal 12 Mei 2020 rencananya. Tempatnya antara lain kita rencanakan di pasar-pasar (tradisional)," kata Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Makassar Ismail Hajiali, Sabtu (9/5).

Ismail mengungkapkan, pasar menjadi target utama pelaksanaan rapid test, mengingat lokasi tersebut menjadi pusat berkumpulnya warga. Interaksi antar warga di pasar dianggap berpotensi besar menjadi media penularan virus.

Di pasar, sebagian pengunjung dinilai kerap mengabaikan aturan pemerintah, khususnya untuk menjaga jarak hingga menggunakan masker.

"Di kerumunan orang, di keramaian orang kita tidak menjamin penularan. Apalagi mengabaikan protokol kesehatan," ucap Ismail.

8 Mei 2020: Kasus secara akumulatif mencapai 708 orang, Kabupaten Maros optimistis akhir Mei bebas dari wabah COVID-19

[LINIMASA-2] Perkembangan Terbaru Kasus Virus Corona di SulselBupati Maros Hatta Rahman (kiri) bersama Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (kanan), Jumat (8/5). Humas Pemprov Sulsel

Jumlah kasus terkonfirmasi positif virus corona (COVID-19) di Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga Jumat (8/5) menurut data Kementerian Kesehatan sudah mencapai 708 kasus. Jumlah tersebut didapatkan setelah ada penambahan 24 kasus dari sebelumnya yang berjumlah 684.

Sempat tak alami penambahan kemarin, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh meningkat  cukup signifikan, yaitu 13 orang dari jumlah total sebelumnya 238 orang. Dengan demikian, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh kini sudah mencapai 251.

Setelah tak ada penambahan sejak Kamis silam, pasien meninggal kasus positif COVID-19 bertambah hanya satu orang. Karenanya, jumlah pasien meninggal dunia menjadi 46. Hal ini menunjukkan bahwa angka pasien sembuh semakin meningkat dari angka pasien meninggal.

Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, resmi memperpanjang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Perpanjangan terhitung mulai Jumat (8/5) hari ini hingga Jumat (22/5) mendatang. Peraturannya tetap tak berubah, sama seperti yang berlaku pada dua pekan sebelumnya.

"Sekali lagi kami tegaskan bahwa aturan tetap dan baku sebagaimana aturan PSBB tahap pertama. Tidak ada yang berubah," kata Ismail dalam video konferensi bersama sejumlah jurnalis, Jumat malam.

Setiap pihak yang terbukti melanggar atau keluar dari aturan pelaksanaan PSBB bakal ditindak secara tegas. Pemkot Makassar, kata Ismail, bahkan telah mengingatkan sejumlah pelaku usaha untuk kembali mengikuti aturan PSBB ini.

"Jadi kalau ada yang diingatkan masih melanggar satu sampai dua tiga kali, akan ditindak tegas dan terukur oleh pihak keamanan," tegas Ismail.

Aturan tegas pelaku usaha tertuang dalam Pasal 12, Ayat 3 Perwali Nomor 22 Tahun 2020. Di dalamnya disebutkan, kegiatan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, mulai dari pasar rakyat, swalayan, perkulakan hingga jasa binatu diperbolehkan beroperasi mulai pukul 07.00 WITA hingga pukul 21.00 WITA.

Di luar ketentuan yang berlaku, pemerintah melalui petugas penegakan aturan pelaksanaan PSBB, berkomitmen menindak tegas mereka yang masih membandel. Mulai dari teguran tertulis hingga sanksi pencabutan izin usaha.

Sementara itu, Bupati Maros Hatta Rahman optimistis daerahnya bisa segera terbebas dari COVID-19 akibat virus corona. Dia menilai penanganan COVID-19 di wilayahnya sudah menampakkan hasil, meski tanpa pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Jadi saya pikir di Maros kita on the track. Saya kira di akhir bulan ini sudah selesai. Kita sudah di atas 65 persen yang sembuh," kata Hatta Rahman di Posko Gugus Tugas Maros, Jumat (8/5).

Optimisme Hatta Rahman bukan tanpa alasan. Pasalnya, dari 36 total kasus positif, sudah ada 21 orang yang dinyatakan negatif atau sembuh. Dua 2 orang lainnya meninggal dunia. Artinya, tersisa 12 orang positif yang masih dirawat.

Dia menyebutkan, kasus positif di Maros berasal dari 4 klaster penyebaran, yaitu klaster umrah, bandara, pendatang, dan ijtima. Tiap klaster memiliki karakter yang berbeda-beda untuk itu dilakukan isolasi dan perbaikan gizi kepada para pasien. Hal itulah yang diyakini Hatta sebagai langkah cepat untuk memulihkan kondisi pasien COVID-19 itu.

"Kita perbaiki gizinya, apa keinginannya sehingga mereka cepat sehat. Alhamdulillah dari 36 itu, kalau berdasarkan hasil swab sudah 21 negatif. Jadi sisa 10 yang masih perawatan dan itu OTG. Cuma 2 dirawat dan itu pun gejalanya ringan," katanya.

7 Mei 2020: Total 684 kasus, dan rapor tahap pertama PSBB Kota Makassar

[LINIMASA-2] Perkembangan Terbaru Kasus Virus Corona di SulselPenindakan petugas gabungan pelanggar PSBB di Makassar. (IDN Times/Satpol PP Makassar)

Jumlah kasus terkonfirmasi positif virus corona (COVID-19) di Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga Kamis (7/5) menurut data Kementerian Kesehatan sudah mencapai 684 kasus. Jumlah tersebut didapatkan setelah ada penambahan 19 kasus dari sebelumnya yang berjumlah 665.

Dari jumlah tersebut, penambahan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh tidak begitu signifikan, yaitu hanya 3 orang dari jumlah total sebelumnya 235 orang. Dengan demikian, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh kini sudah mencapai 238.

Menurut data tersebut, tidak ada penambahan pasien meninggal hari ini untuk kasus positif COVID-19. Karenanya, jumlah pasien meninggal dunia tetap berjumlah 45. Hal ini menunjukkan bahwa angka pasien sembuh semakin meningkat dari angka pasien meninggal.

PSBB tahap pertama di ibu kota provinsi Sulawesi Selatan ini mulai diterapkan pada 24 April lalu dan berakhir pada 7 Mei. Sejumlah pihak pun menilai PSBB ini belum maksimal.  Pasalnya, masih ada masalah-masalah yang belum teratasi, seperti belum meratanya pendistribusian bantuan sembako, banyaknya pelanggaran, hingga masih adanya penambahan kasus positif COVID-19.

Namun Iqbal Suhaeb berkukuh, pemberlakuan PSBB di wilayah Kota Makassar justru mampu menurunkan tren penyebaran COVID-19. Hal itu termasuk salah satu alasan mengapa dia yakin PSBB Makassar cukup satu jilid saja.

"PSBB yang sedang berlangsung cukup berhasil menurunkan angka kematian, mengurangi angka penyebaran, termasuk meningkatkan angka pasien yang sembuh," katanya usai menemui sejumlah warga pulau yang melakukan isolasi di Swiss-Belhotel Makassar, Rabu (6/5).

Namun keyakinan Iqbal harus pupus jika menilik data kasus positif COVID-19 di Makassar sejak sehari sebelum pemberlakuan PSBB atau 23 April lalu hingga hari ini, Kamis (7/5), dimana penambahan kasus COVID-19 masih terus terjadi.

Menurut data Posko Induk Info COVID-19 Kota Makassar, pada 23 April tercatat sebanyak 298 kasus korban corona di kota Anging Mammiri. Jumlah ini terhitung sejak tanggal 19 Maret dimana kasus positif COVID-19 pertama yang diumumkan di Sulsel merupakan warga Makassar. Jika dirata-rata, ada kurang lebih 8 penambahan kasus positif setiap harinya sebelum PSBB diterapkan.

Pada 7 Mei, jumlah kasus positif COVID-19 di Makassar tercatat ada 454 kasus. Artinya, dalam rentang waktu 14 hari penerapan PSBB ini yaitu dari tanggal 24 April - 7 Mei, ada penambahan kasus positif sebanyak 156 kasus. Bila dirata-ratakan, ada kurang lebih 11 penambahan kasus positif baru COVID-19 setiap hari selama 14 hari pemberlakuan PSBB di Makassar.

Berdasarkan perhitungan rata-rata tersebut, jumlah kasus positif COVID-19 di Makassar justru naik dibandingkan sebelum memberlakukan PSBB. Angka rata-rata kenaikan itu selisih 3 dibanding sebelum pemberlakuan PSBB.

6 Mei 2020: Kasus positif sebanyak 665, PSBB di Kota Makassar dipastikan diperpanjang dua pekan lagi

[LINIMASA-2] Perkembangan Terbaru Kasus Virus Corona di SulselANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Jumlah kasus positif virus corona atau COVID-19 di Sulawesi Selatan (Sulsel) masih terus bertambah. Menurut data Kementerian Kesehatan hingga Rabu (6/5), terjadi penambahan sebanyak 25 kasus baru dari yang sebelumnya 640 kasus. Sehingga jumlah kumulatif pasien positif kini sebanyak 665.

Meski kasus positif terus bertambah, namun jumlah pasien sembuh juga terus mengalami peningkatan. Dari jumlah total pasien positif tersebut, sebanyak 235 orang telah dinyatakan sembuh setelah ada penambahan 7 orang dari yang sebelumnya 228 orang.

Untuk jumlah pasien meninggal, ada 3 kematian baru yang dilaporkan. Dengan demikian, jumlah pasien meninggal sebanyak 45 orang.

PSBB di Kota Makassar Sulawesi Selatan dipastikan diperpanjang. Hal ini merupakan hasil kajian bersama forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Makassar. PSBB tahap dua rencananya akan difokuskan pada pembangunan gerakan sosial yang menyasar kesadaran masyarakat terhadap pola hidup baru di tengah situasi pandemik COVID-19. Penindakan pun, bakal dilakukan dengan lebih lunak.

"Di tahap kedua ini kita akan fokuskan pada pembangunan social engineering yakni gerakan perubahan sosial secara terencana di tengah masyarakat untuk memulai hidup normal baru. Perubahan pola perilaku sesuai protokol kesehatan. Jadi pola penindakan di tahap kedua nanti lebih humanis, karena kita lihat sebagian warga kita sudah paham apa itu PSBB dan bagaimana pentingnya menerapkan protokol kesehatan," kata Iqbal usai menemui sejumlah warga pulau yang melakukan isolasi di Hotel Swiss Bell Makassar.

Alasan perpanjangan PSBB yakni demi menghindari terjadinya euforia dari masyarakat yang sudah tak sabar untuk kembali berbaur karena menganggap penyebaran virus ini sudah selesai. Jika begitu, terang Iqbal, bisa memicu terjadinya peningkatan kembali angka penyebaran COVID-19.

Karena pertimbangan itu, sehingga Iqbal menganggap perlu waktu sedikit lagi untuk membangun kesadaran masyarakat sehingga tercipta kebiasaan baru sebagai bentuk adaptasi di masa pandemik COVID-19.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan masih pikir-pikir untuk menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di seluruh kabupaten/kota. Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Sulsel Ichsan Mustari mengungkapkan, banyak hal yang mesti dipertimbangkan untuk menerakan PSBB skala provinsi.

"Pertimbangan untuk PSBB provinsi itu masih sangat-sangat dipertimbangkan. Yang terpenting sementara ini bagaimana kita kendalikan (penyebaran corona)," kata Ichsan kepada sejumlah jurnalis.

Wacana untuk menerapkan PSBB level provinsi di Sulsel, menurut Ichsan, mencuat setelah pihaknya menampung banyak masukan terkait pengendalian penyebaran wabah virus corona. Salah satu yang menjadi sorotan ialah belum begitu maksimalnya pemerintah dalam menekan laju penyebaran.

Menurut Ichsan, pertimbangan lain yang mesti dipikirkan secara matang, karena Sulsel sebagai salah satu daerah di Indonesia yang menjadi penyangga pangan skala nasional. Sehingga, wacana penerapan PSBB dianggap tidak semudah membalikkan telapak tangan. "Tentu ini harus dipertimbangkan dalam sisi ekonomi juga," ucap Ichsan.

5 Mei 2020: Sulsel mencapai 640 kasus, Pemprov dorong PSBB Makassar diperpanjang

[LINIMASA-2] Perkembangan Terbaru Kasus Virus Corona di SulselANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Jumlah kasus positif virus corona atau COVID-19 di Sulawesi Selatan (Sulsel) masih mengalami peningkatan. Menurut data yang dirilis Kementerian Kesehatan hari ini, Selasa (5/5), terdapat penambahan 33 kasus positif baru di Sulsel.

Penambahan kasus baru ini membuat kasus positif COVID-19 di Sulsel sudah mencapai 640 dari sehari sebelumnya yang berjumlah 607 kasus.

Meski demikian, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh juga terus mengalami peningkatan. Jika sehari sebelumnya jumlah pasien sembuh ada 199 orang, maka hari ini pasien sembuh sudah mencapai 228 orang setelah ada penambahan sebanyak 29 orang.

Pasien yang meninggal dunia juga mengalami penambahan sebanyak 2 orang dari jumlah sebelumnya yang mencapai 40 orang kini menjadi 42 orang. Hal ini tentu patut disyukuri karena angka pasien sembuh jauh lebih banyak dari angka pasien meninggal.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, mendorong agar Pemerintah Kota Makassar dapat memperpanjang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kepala Dinkes Sulsel, Ichsan Mustari berpendapat nyaris dua pekan pelaksanaan PSBB di Makassar belum menunjukkan hasil maksimal.

Khususnya, kata Ichsan, tidak ada penurunan atau perubahan jumlah pasien sesuai dengan harapan dan target awal. "Saya mendorong ada fase kedua (PSBB). Di fase kedua kita akan melihat tentu akan melihat tidak naiknya jumlah pasien," ujar Ichsan dalam video konferensi bersama jurnalis.

PSBB di Makassar diterapkan sejak (24/4) dan akan berakhir pada (7/5) mendatang. Sepekan lebih pelaksanaan, menurut Ichsan, hanya salah satu dari dua tolok ukur yang mampu dicapai Kota Makassar. Yakni, penekanan jumlah orang beraktivitas sesuai dengan anjuran PSBB.

Sementara dua lainnya, peningkatan kesadaran dalam penerapan physical distancing dan penggunaan masker hingga jumlah pasien, dinilai sama sekali belum mengalami perubahan. Tolok ukur itulah yang menurut Ichsan penting menjadi target untuk dituntaskan apabila PSBB fase kedua disetujui hingga terlaksana.

"Untuk fase pertama dan indikator pertama itu saya kira kita sudah berhasil. Karena kerja keras teman-teman pemkot di lapangan. Jika masuk fase kedua nanti, barangkali itu bisa jadi fokus kita untuk kemudian diselesaikan hingga PSBB ini benar-benar dirasakan dampak positifnya," ungkapnya.

4 Mei 2020: Jumlah kasus negatif mencapai 607 kasus, Bupati Gowa minta masyarakat mengerti dengan pemberlakuan PSBB

[LINIMASA-2] Perkembangan Terbaru Kasus Virus Corona di SulselSejumlah kendaraan melintas di dekat papan informasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (30/4/2020). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Jumlah kasus positif virus corona atau COVID-19 di Sulawesi Selatan (Sulsel) masih terus bertambah. Menurut data Kementerian Kesehatan hingga Senin (4/5), terjadi penambahan sebanyak 6 kasus baru dari yang sebelumnya 601 kasus. Sehingga jumlah kumulatif pasien positif kini sebanyak 607.

Meski kasus positif terus bertambah, namun jumlah pasien sembuh juga terus mengalami peningkatan. Dari jumlah total pasien positif tersebut, sebanyak 199 orang telah dinyatakan sembuh setelah ada penambahan 48 orang dari yang sebelumnya 151 orang.

Untuk jumlah pasien meninggal, hari ini tidak ada penambahan. Dengan demikian, jumlah pasien meninggal tetap sebanyak 40 orang atau tak berubah sejak Sabtu (2/5) kemarin.

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mulai diberlakukan hari ini, Senin (4/5). Akses keluar masuk ke Gowa pun dijaga ketat.

Bupati Gowa Adnan Puritha Ichsan meminta dukungan, kerja sama dan pengertian dari semua pihak untuk menyukseskan pelaksanaan PSBB ini. Hal itu disampaikannya saat meninjau pelaksanaan PSBB di perbatasan Gowa-Makassar, Jalan Hertasning.

"Kami berharap kerja sama dari semua pihak untuk bisa mendukung, menyukseskan pelaksanaan PSBB Kabupaten Gowa karena tiada lain ini untuk kepentingan kita bersama, bukan hanya untuk kepentingan pemerintah Kabupaten Gowa tetapi untuk kepentingan seluruh masyarakat yang ada," kata Adnan.

Sebagian masyarakat memang mengeluhkan situasi PSBB hari pertama ini. Pasalnya, penutupan jalan-jalan yang menghubungkan Gowa dengan daerah tetangga menimbulkan penumpukan kendaraan.

Menanggapi hal ini, Adnan tidak menampik soal adanya masyarakat yang memprotes situasi tersebut. Menurutnya, protes dari masyarakat akan kondisi PSBB ini masih tergolong wajar.

"Di setiap kebijakan pasti ada pro dan kontra. Di setiap hari pertama pemberlakuan suatu kebijakan pasti ada yang tidak senang, ada yang senang. Sebab ini mengubah dari pola kebiasaan yang tadinya kita terbiasa bebas, sekarang tidak menjadi bebas karena harus dilakukan pemeriksaan," kata Adnan.

Pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Makassar yang dimulai sejak 24 April lalu akan berakhir pada 7 Mei mendatang. Artinya, masa pemberlakuan PSBB di Makassar tinggal 4 hari lagi.

Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb pun mengaku masih optimistis PSBB di wilayahnya tidak akan diperpanjang, jika selama 4 hari ke depan kepatuhan warga terus menunjukkan peningkatan. Menurutnya, pemerintah kota masih akan terus memantau hingga hari terakhir.

“Yang kita lihat selama ini angka pertambahan pasien yang positif relatif cenderung menurun, demikian juga tingkat kepatuhan warga menjalankan aturan PSBB juga cukup bagus. Namun, kita tentu masih akan melihat hingga hari terakhir dan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Provinsi untuk dilakukan evaluasi dan melihat opsi-opsi yang akan diambil selanjutnya," kata Iqbal dalam pernyataan persnya.

3 Mei 2020: Total kasus tiba di angka 601, Pemkab Gowa gencarkan pembagian sembako jelang pemberlakuan PSBB

[LINIMASA-2] Perkembangan Terbaru Kasus Virus Corona di SulselIlustrasi (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

Jumlah kasus positif virus corona atau COVID-19 di Sulawesi Selatan (Sulsel) masih terus bertambah. Menurut data Kementerian Kesehatan hingga Minggu (3/5), terjadi penambahan sebanyak 24 kasus baru dari yang sebelumnya 577 kasus. Sehingga jumlah kumulatif pasien positif kini sebanyak 601.

Meski kasus positif terus bertambah, namun jumlah pasien sembuh juga terus mengalami peningkatan. Dari jumlah total pasien positif tersebut, sebanyak 151 orang telah dinyatakan sembuh setelah ada penambahan 6 orang dari yang sebelumnya 145 orang.

Untuk jumlah pasien meninggal, hari ini tidak ada penambahan. Dengan demikian, jumlah pasien meninggal tetap sebanyak 40 orang atau tak berubah sejak Sabtu (2/5) kemarin.

Sehari jelang pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), warga Kabupaten Gowa yang belum mendapat bantuan sosial dan tidak terdata sebagai penerima bantuan, dapat menghubungi layanan pengaduan yang disiapkan Pemerintah Kabupaten.

Warga dapat menghubungi layanan call center melalui 085343912670 dan 081356806051, baik dengan cara ditelepon maupun SMS. Sebelum melakukan pengaduan, warga terlebih dahulu harus menyiapkan dokumen kependudukan antara lain Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) dengan domisili asli Kabupaten Gowa.

"Jangan dilayani kalau tidak memiliki NIK dan KK. Karena kita tidak bisa melakukan verifikasi jika tidak ada itu. Tetapi tetap dicatat karena ini bisa kita berikan bantuan dari dapur umum," kata Bupati Gowa Adnan Puritha Ichsan saat memimpin rapat melalui telekonferensi, Sabtu (2/5), sebagaimana rilis yang diterima IDN Times.

Setelah menyerahkan NIK ataupun KK, pelapor wajib menyampaikan jenis aduan kepada operator. Selanjutnya operator akan mengecek data pelapor apakah masuk dalam Data Terpadu Kementerian Sosial (DTKS) atau tidak.

"Setelah adanya laporan data tersebut kemudian disampaikan ke camat untuk dikroscek bersama dengan lurah dan kepala desa. Termasuk dibantu kapolsek dan danramil melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Kalau memang dia orang yang berhak mendapatkan bantuan maka langsung dilaporkan kembali ke operator," jelas Adnan.

Sementara itu, Pemkab Gowa menyalurkan paket sembako ke rumah-rumah warga. Sebanyak 50.000 paket sembako disiapkan bagi masyarakat kurang mampu dan terdampak virus corona atau COVID-19.

Kecamatan Barombong menjadi salah satu penerima jatah paket bantuan pangan pada Minggu (3/5). Tercatat ada 2.314 kepala keluarga (KK) yang tinggal di kecamatan ini. Pulhan ribu paket bantuan pangan ini menyasar dua kelurahan dan lima desa.

"Masing-masing di Kelurahan Lembang Parang sebanyak 341 KK, Kelurahan Benteng Somba Opu 303 KK, Desa Kanjilo 463 KK, Desa Tamanyeleng 261 KK, Desa Tinggimae 315 KK, Desa Moncobalang 308 KK dan  Desa Biringala sebanyak 323 KK," kata Camat Barombong, Anwar Asru.

2 Mei 2020: Akumulasi kasus positif tembus 577, Gubernur harap tren penyebaran turun pada akhir Mei

[LINIMASA-2] Perkembangan Terbaru Kasus Virus Corona di SulselANTARA FOTO/Arnas Padda

Jumlah korban terjangkit virus corona atau COVID-19 di Sulawesi Selatan, kembali mengalami peningkatan. Perkembangan data terbaru dari Kementerian Kesehatan RI, per Sabtu (2/5) bertambah sebanyak 30 orang. Dengan penambahan kasus hari ini, maka jumlah akumulasi positif di Sulsel mencapai 577.

Pertambahan jumlah kasus positif sedikit dibarengi dengan total pasien sembuh di Sulsel yang angkanya saat ini mencapai 145 orang atau bertambah 19 pasien. Sementara jumlah pasien positif yang meninggal sebanyak 40 orang, mengalami penambahan 3 orang sejak hari sebelumnya.

Di sela kunjungannya ke posko Gugus Tugas COVID-19 Sulsel di Balai Prajurit Jenderal M Jusuf, Jalan Jenderal Sudirman Makassar, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah berharap semua pihak di wilayahnya bahu membahu melawan pandemik COVID-19. Dengan begitu wabah penyakit akibat virus corona bisa segera tuntas.

"Tentu kita ingin hidup normal Kembali. Target kami, kalau kita sepakat tentu ini butuh komitmen bersama, akhir Mei kita harus akhiri COVID-19 ini," kata Nurdin.

Menurut Nurdin, pandemik bisa cepat berlalu jika semua pihak berkomitmen memutus mata rantai penyebaran virus. Salah satu upayanya dengan menelusuri atau tracing semua Riwayat pasien positif, untuk mencegah dan mendeteksi penyebaran lewat transmisi lokal.

Dia mencontohkan upaya yang dilakukan di Kota Makassar, yakni semua puskesmas dikerahkan untuk menelusuri pasien di masing-masing wilayah. Hal yang sama diharap dilakukan di daerah lain di Sulsel.

"Kita berharap para Kepala Dinas Kesehatan, apa yang kita butuhkan untuk betul-betul memutus rantai penularan. Nah kalau kita bergerak dari camat, lurah kepala desa RT/RW, kepala Puskesmas. Saya kira tidak sulit," ujar Nurdin.

Menyoal transmisi lokal, Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Sulawesi Selatan Ichsan Mustari mengonfirmasi penyebaran COVID-19 di Kota Parepare. Beberapa orang di sana dinyatakan positif tertular virus corona dari klaster kapurung.

Klaster tersebut merujuk pada nama hidangan khas tradisional Sulsel, kapurung, yang berbahan utama sagu. Satu keluarga dinyatakan positif setelah acara kumpul bareng untuk menyantap hidangan itu.

"Parepare ini spesifik, bahwa di sana itu diistilahkan kluster kapurung. Proses tranmisinya itu, penyebarannya karena pernah ada suatu kongkow masyarakat di sana buat acara kapurung," ungkap Ichsan, Jumat (1/5) malam.

1 Mei 2020: Jumlah kasus di Sulsel mencapai 547, Pemkot Makassar beri sinyal takkan perpanjang PSBB jika tren ODP-PDP menurun

[LINIMASA-2] Perkembangan Terbaru Kasus Virus Corona di SulselANTARA FOTO/Arnas Padda

Jumlah korban terjangkit virus corona atau COVID-19 di Sulawesi Selatan, kembali mengalami peningkatan. Perkembangan data terbaru dari Kementerian Kesehatan RI, per Jumat (1/5) hari ini, kasus positif di Sulsel bertambah sebanyak 56 orang.

Pertambahan kasus terbilang meningkat dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya. Kamis (30/4) kemarin, jumlah kasus positif berada di angka 491. Dengan pertambahan kasus hari ini, maka jumlah akumulasi positif di Sulsel mencapai 547.

Pertambahan jumlah kasus positif sedikit dibarengi dengan total pasien sembuh di Sulsel yang angkanya saat ini mencapai 135 orang. Atau, dengan persentase 26,5 persen. Sementara jumlah pasien positif yang meninggal masih sebanyak 37 orang.

Sementara data jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Sulsel mencapai 4027 dan pasien dalam pengawasan (PDP) 849 orang. Kota Makassar masih menjadi daerah yang mendominasi tiga kategori pasien dari 24 kabupaten/kota lainnya di Sulsel.

Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, belum memastikan apakah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan diperpanjang atau tidak. Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb mengatakan bahwa pelaksanaan PSBB dianggap telah berjalan cukup baik, jika merujuk dalam situasi dan kondisi saat ini.

Meski demikian, jika dalam beberapa hari kedepan tetap ditemukan sejumlah permasalahan, PSBB kemungkinan dipertimbangkan untuk perpanjangan. "Kita kan tidak mau ini PSBB ini lanjut kepada dua kali. Kita mau PSBB ini berlangsung tepat dan corona cepat hilang," ujar Iqbal dalam video konferensi bersama sejumlah jurnalis, Jumat (1/5).

Lebih jauh Iqbal menjabarkan bahwa proses penerapan PSBB di Kota Makassar selama sepekan cukup berjalan baik. Beragam faktor disebutkan bisa dijadikan sebagai tolok ukur. Mulai dari jumlah pelanggar setiap harinya, warga yang perlahan sadar menerapkan anjuran penggunaan masker, serta kedisiplinan menjaga jarak.

Meski kadang kala, ujar Iqbal, masih terdapat sejumlah warga yang kedapatan keluar dan tidak patuh aturan PSBB. Situasi itu menurutnya bisa ditindaki dengan cepat dan tegas sesuai dengan ketentuan pelaksanaan aturan yang berlaku.

Dalam kesempatan yang sama, Iqbal mengonfirmasi bahwa dari hasil pemeriksaan cepat, ada anggota jemaah tarawih yang kedapatan positif. Hasil itu diperoleh pada rapid test di Masjid Ridha Muhammadiyah, Jalan Tamalate Raya, Kecamatan Rappocini, pada Kamis (30/4) malam.

"Ini kami pertegas lagi menyusul rapid test semalam di salah satu masjid di daerah Tamalate. Ternyata ada tiga jemaah yang positif. Dan itu pertanda hati-hati, bahwa di tempat tersebut sudah ada beredar virus corona," kata Iqbal.

30 April 2020: Ada 491 kasus, Pemkot Makassar akui ada kendala setelah sepekan pemberlakuan PSBB

[LINIMASA-2] Perkembangan Terbaru Kasus Virus Corona di SulselANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Jumlah kasus positif COVID-19 di Sulawesi Selatan (Sulsel) masih terus bertambah. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga Kamis (30/4), terjadi penambahan 26 kasus baru sehingga total kumulatif mencapai 491 pasien.

Meski demikian, dari total kasus COVID-19 ini, tercatat sudah ada 122 orang yang dinyatakan sembuh. Jumlah ini juga bertambah 4 orang dibandingkan data kemarin yang hanya 118 orang.

Sementara itu, pasien yang meninggal dunia tetap berjumlah 37 orang. Artinya tidak ada penambahan kasus kematian sejak kemarin.

Memasuki hari ketujuh penerapan PSBB, tim Gugus Tugas COVID-19 Makassar mencatat sejumlah kendala yang ditemui sepanjang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Makassar.

Beragam persoalan yang kerap mengganggu pelaksanaan PSBB ditemui di lapangan. Selain pelaku usaha yang dianggap membandel, ada juga marak balapan liar hingga beberapa rumah ibadah, khususnya masjid yang kerap beraktivitas.

"Itu kan nyata. Makanya langsung ditindak semua. Sama tim dan aparat yang berwenang. Ini bahan jadi bahan evaluasi," kata Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Makassar, Ismail Hajiali kepada IDN Times, Kamis (30/4).

Secara umum gejolak gangguan dalam pelaksanaan PSBB di Makassar semakin berkurang seiring dengan masifnya sosialisasi dan edukasi yang dilakukan petugas hingga saat ini. Perubahan drastis disebutkan, benar-benar terjadi setelah sanksi tegas diterapkan.

Hal itu dibuktikan dengan penegakan yang baru-baru ini dilakukan petugas gabungan, khususnya kepolisian yang menindak tegas pelaku balapan liar. Selain itu, sejumlah lokasi usaha yang membandel dipaksa tutup, serta pembubaran paksa kerumunan warga.

Sementara itu Pemkot Makassar melalui Dinas Sosial mengklaim telah mendistribusikan sebanyak 15.000 paket bantuan pangan kepada warga yang terdampak virus corona (COVID-19).

"Pendistribusian sembako sudah 15.000  paket sampai hari ini dan masih tersisa 45.000 paket yang akan terus didistribusikan," kata Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Mukhtar Tahir saat melakukan teleconference bersama awak media.

Untuk diketahui, Pemkot Makassar menyiapkan 60.000 paket bantuan pangan untuk memaksimalkan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Paket ini mulai didistribusikan sejak 21 April lalu atau sudah 10 hari.

29 April 2020: 465 kasus se-Sulsel, Gowa mantap tetapkan hari pelaksanaan PSBB saat Maros masih melihat situasi

[LINIMASA-2] Perkembangan Terbaru Kasus Virus Corona di SulselPenertiban toko yang masih buka saat PSBB di Makassar Sulawesi Selatan. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Dalam laporan harian milik pemerintah pada hari Rabu (29/4) pukul 18.21 WITA, dikonfirmasi sebanyak 12 kasus baru virus corona di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Penambahan ini membuat total kasus COVID-19 di Sulsel secara akumulatif mencapai 465 kasus.

Sempat hanya catatkan dua kesembuhan kemarin, selama sehari terakhir dikonfirmasi jumlah pasien sembuh adalah 10 orang. Total warga yang telah diizinkan keluar dari seluruh rumah sakit rujukan wabah COVID-19 di Sulsel pun mencapai 118 orang.

Tren baik terus berlanjut. Lagi-lagi tak ada pasien corona virus yang meninggal dunia di Sulsel sepanjang 24 jam terakhir. Total korban jiwa masih berjumlah 37 jiwa, tak berubah sejak Selasa (28/4) kemarin.

Dalam situs Sulsel Tanggap COVID-19 pada Rabu pukul 17.41 WITA, jumlah PDP alami peningkatan tak signifikan yakni 291 orang. Hanya ada satu PDP yang meninggal sejak kemarin, sehingga jumlahnya menjadi 82 jiwa.

Tren peningkatan warga berstatus ODP masih belum berhenti. Jika kemarin masih berada di angka 1.124, saat ini jumlahnya adalah 1.164 orang. Sedangkan ODP yang telah selesai jalani pemantauan sebanyak 2.672 jiwa.

Sempat alami penundaan, Pemeritah Kabupaten Gowa mantap bakal memberlakukan PSBB mulai Senin 4 Mei 2020 atau tepat awal pekan depan.

"Insya Allah pelaksanaan PSBB sudah mulai kita terapkan Senin pekan depan," kata Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dalam rekaman video di akun Instagram pribadinya,  @adnanpurichtaichsan, Rabu (29/4).

Pihaknya sudah mencatat para calon penerima bantuan yang terangkum dalam Daftar Terpadu Kementerian Sosial (DTKS). Jumlahnya mencapai 77.675 rumah tangga. Data yang menjadi rujukan Pemkab Gowa dalam pendistribusian bantuan warga terdampak pandemik COVID-19.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Maros rupanya masih belum berencana menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Bupati Maros Hatta Rahman mengatakan kebijakan tersebut belum bisa diterapkan lantaran pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap efektivitas PSBB di Makassar dan Gowa.

"Kita masih lihat dululah bagaimana Makassar dengan Gowa," kata Hatta.

Menurutnya, masih banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum menerapkan PSBB. Salah satunya yakni terjaminnya ketersediaan pangan warga apabila kebijakan tersebut diterapkan.

"Kita khawatirnya jangan sampai orang lebih takut tidak dapat sembako daripada sama corona," katanya.

28 April 2020: Jumlah kasus di Sulsel mencapai 453, Pemkot Makassar laporkan penurunan ODP dan PDP harian

[LINIMASA-2] Perkembangan Terbaru Kasus Virus Corona di SulselIlustrasi hotel tutup. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Sempat catatkan nol kasus baru COVID-19 pada Senin (27/4) kemarin, penambahan pasien positif virus corona di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali terjadi.

Pada laporan harian pemerintah per hari Selasa (28/4) pukul 18.00 WITA, diumumkan sebanyak 13 kasus baru dalam sehari terakhir. Jumlahnya meningkat menjadi 453 setelah kemarin berada di angka 440.

Turut diumumkan kesembuhan dua pasien, sehingga total warga yang telah diizinkan keluar dari seluruh rumah sakit rujukan wabah COVID-19 di Sulsel mencapai 108 orang.

Berita baiknya, tiada pasien yang meninggal dunia sepanjang 24 jam terakhir. Sehingga total pasien korban COVID-19 di Sulsel saat ini masih berjumlah 37 jiwa.

Dalam situs Sulsel Tanggap COVID-19 pada Selasa pukul 17.43 WITA, jumlah PDP yang masih jalani perawatan kembali turun menjadi 245 orang. Tak ada penambahan PDP yang meninggal dunia sejak Senin kemarin sehingga angkanya masih sebanyak 81.

Sementara itu, total warga berstatus ODP yang jalani isolasi secara mandiri masih alami kenaikan signifikan. Sempat berada di angka 1.109, saat ini jumlahnya adalah 1.124 orang. Adapun ODP yang telah selesai jalani pemantauan sebanyak 2.657 jiwa.

Pada hari kelima penerapan PSBB di Kota Makassar, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Makassar melaporkan bahwa jumlah ODP menurun sejak Jumat (24/4).

"Peningkatannya per hari ini hanya enam orang. Sebelumnya bisa di atas itu. Ini memberikan gambaran bahwa PSBB ini, semoga semakin hari, bisa sesuai dengan perencanaannya," kata Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Makassar Ismail Hajiali, kepada IDN Times.

Jauh sebelum PSBB diterapkan, jumlah ODP di Makassar per harinya bisa bertambah sebanyak belasan, puluhan hingga seratusan orang.

Tak cuma terjadi pada ODP, Ismail menyebut jumlah PDP juga tak mengalami penambahan signifikan. Adapun pasien positif difokuskan untuk menjalani perawatan medis.

"Mininal PDP itu stagnan. Insyallah mudah-mudahan bisa sesuai dengan doa dan harapan kita semua. Kan indikatornya itu dulu, apakah ini berjalan efektif atau tidak, namun kita lihat perkembangannya ada perubahan," jelas Ismail.

27 April 2020: Tak ada kasus baru, Gowa undur pemberlakuan PSBB hingga awal Mei

[LINIMASA-2] Perkembangan Terbaru Kasus Virus Corona di SulselBupati Gowa Adnan Puritha Ichsan saat memimpin rakor persiapan PSBB Gowa, Senin (27/4). Humas Pemkab Gowa

Tak ada penambahan kasus baru pasien positif virus corona di Sulawesi Selatan (Sulsel) selama satu hari terakhir dalam laporan harian pemerintah pada Senin (27/4) pukul 18.00 WITA. Dengan ini, jumlah akumulasi kasus COVID-19 Sulsel masih 440 orang.

Selain itu, ada penambahan 7 pasien yang dinyatakan telah sembuh dari infeksi virus corona, sehingga total pasien yang telah diizinkan pulang dari seluruh rumah sakit rujukan wabah COVID-19 telah berjumlah 106 orang.

Sempat tak alami peningkatan pasien meninggal dunia pada Minggu (26/4) kemarin, ada satu pasien corona yang dikonfirmasi meninggal selama 24 jam terakhir. Total warga warga yang gugur di Sulsel saat ini sudah berjumlah 37 jiwa.

Dalam Sulsel Tanggap COVID-19 per hari Minggu pukul 17.49 WITA mencatat bahwa tren meningkatnya jumlah PDP dan ODP belum tunjukkan tanda-tanda akan stagnan.

Berada di angka 441 kemarin, jumlah PDP yang masih jalani perawatan turun menjadi 267 orang. Adapun PDP yang meninggal dunia menjadi 81. Total warga berstatus ODP yang jalani isolasi secara mandiri naik ke angka 1.109 orang sehingga total secara kumulatif adalah 3.762.

Rencana Kabupaten Gowa memberlakukan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) terpaksa molor hingga awal Mei. Awalnya, PSBB ingin dimulai pada Rabu 29 April mendatang.

Pemerintah Kabupaten Gowa mengambil keputusan tersebut lantaran masih menunggu semua distribusi bantuan tersalurkan dengan baik sebelum PSBB. Ini disampaikan langsung oleh Bupati Gowa, Adnan Puritha Ichsan usai memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PSBB Kabupaten Gowa, Senin (27/4).

“Kami sepakat untuk menyalurkan dulu bantuan sosial baru kita memulai PSBB. Salah satu yang ditunggu adalah pencairan dana desa yang diperkirakan akan cair awal Mei mendatang," kata Adnan dalam rilis yang diterima IDN Times.

Jika PSBB tetap dilaksanakan sesuai target awal, maka ada sekitar 11.666 Kepala Keluarga (KK) masyarakat desa kurang mampu yang belum menerima bantuan.

Di hari keempat PSBB di Kota Makassar, petugas gabungan masih saja mendapati sejumlah toko non-sembako yang bandel.

Petugas gabungan terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Pemadan Kebakaran, dibantu TNI-Polri, menyemprot lokasi usaha di sejumlah ruas jalan di Kota Makassar.

Tanpa pikir panjang, lokasi usaha yang dianggap tidak mengindahkan aturan langsung diguyur air dari atas mobil pemadam kebakaran. Lokasi usaha disebutkan tersebar di empat lokasi berbeda di Makassar.

"Lokasinya di Jalan Irian, Jalan Sulawesi, Jalan Bulusaraung, Jalan Andalas dan Jalan Bandang terakhir," ungkap Iman Hud.

26 April 2020: Jumlah pasien sembuh dekati angka 100, Dinas Perhubungan Sulsel bekukan sementara izin operasional angkutan darat antar kota

[LINIMASA-2] Perkembangan Terbaru Kasus Virus Corona di SulselANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Delapan kasus baru pasien positif virus corona di Sulawesi Selatan menambah jumlah total kasus COVID-19 di Sulsel menjadi 440 orang. Data terbaru itu disampaikan dalam laporan harian milik Gugus Tugas Penanganan COVID-19 per hari Minggu (26/4) pukul 17.00 WITA.

Jumlah tersebut cenderung menurun kemarin setelah sempat alami lonjakan tajam pada Jumat (24/4) kemarin. Dengan ini total kasus positif di Sulsel masih jadi yang terbanyak kelima di antara seluruh Indonesia.

Sempat cenderung stagnan dalam dua hari ke belakang, penambahan signifikan terjadi dalam daftar pasien yang sembuh di Sulsel. Ada 16 pasien yang dinyatakan telah sembuh dari infeksi virus corona, sehingga total pasien yang sembuh telah berjumlah 99 orang.

Berita baiknya, tak ada penambahan pasien yang meninggal dunia selama satu hari terakhir, atau jadi yang pertama sejak Rabu 22 April silam. Jumlah warga yang gugur setelah berjuang melawan wabah COVID-19 di Sulsel masih berada di angka 36 jiwa.

Situs Sulsel Tanggap COVID-19 per hari Minggu pukul 17.09 WITA mencatat bahwa tren meningkatnya jumlah PDP dan ODP belum tunjukkan tanda-tanda akan stagnan.

Sempat berada di angka 383 kemarin, jumlah PDP naik menjadi 441 dengan total kumulatif sebanyak 768. Penambahan turut terjadi dalam data PDP yang meninggal dunia, yakni menjadi 78. Sedangkan PDP yang diizinkan pulang tak berubah yaitu sebanyak 248. Warga berstatus ODP yang jalani isolasi secara mandiri telah berada di angka 1.077 orang sehingga total secara kumulatif adalah  3.730.

Sementara itu, demi mendukung PSBB di Kota Makassar, Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan membekukan sementara izin operasional angkutan darat antar kota dalam provinsi. Hal ini tertuang dalam surat bernomor B.689A/Dishub/094/2020.

Surat ini diterbitkan menyusul adanya Permenhub nomor 25 tahun 2020 tentang pengendalian transportasi selama masa Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Arafah, menyebut bahwa pembekuan sementara diberlakukan demi mendukung larangan mudik.

"Sudah langsung diberlakukan, bukan lagi sosialisasi. Karena sosialiasi sudah lama dari Pak Gubernur bahkan sudah berkali kali, beliau sampaikan tidak mudik. Kita juga punya baliho di mana-mana itu untuk tidak mudik," kata Arafah, Minggu (26/4).

Poin pertama yang disebutkan dalam surat tersebut adalah jaringan trayek AKDP (angkutan kota dalam provinsi) dengan asal tujuan keluar atau masuk wilayah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Zona Merah Kabupaten Maros, dibekukan sementara atau tidak dapat beroperasi selama masa mudik lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah dari tanggal 24 April-31 Mei 2020.

Namun ketentuan ini tak berlaku bagi kendaraan bermotor umum dengan trayek/wilayah operasi dalam kawasan perkotaaan Makassar, Maros, Sungguminasa dan Takalar (Mamminasata) dengan ketentuan hanya memberikan pelayanan terhadap kegiatan yang diperbolehkan di wilayah PSBB seperti kendaraan barang, ambulance, tenaga medis,TNI-Polri dan kendaraan pengangkut BBM

25 April 2020: Pasien COVID-19 sebanyak 432 orang, masih banyak pemilik toko yang bandel pada hari kedua PSBB di Kota Makassar

[LINIMASA-2] Perkembangan Terbaru Kasus Virus Corona di SulselOperasi PSBB Satpol PP Makassar. IDN Times/Satpol PP Makassar

Laporan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 per Sabtu (25/4) pukul 17.00 WITA menunjukkan ada 12 kasus baru pasien positif di Sulawesi Selatan dalam satu hari terakhir. Sejauh ini, jumlah kasus positif di Sulsel mencapai 432 orang, atau yang terbanyak kelima di antara seluruh provinsi.

Sama seperti kemarin, hanya ada penambahan satu orang dalam daftar pasien yang sembuh di Sulsel, begitu pun penambahan pasien meninggal. Jumlah kesembuhan menjadi 82 orang, sedangkan total warga meninggal dunia adalah 36 jiwa.

Dalam situs Sulsel Tanggap COVID-19 per hari Sabtu pukul 19.26 WITA, jumlah PDP yang dirawat naik ke angka 383 dengan total kumulatif 706. Penambahan signifikan juga terjadi dalam data PDP yang meninggal dunia, dari 58 pada Jumat (24/4) sebelumnya menjadi 75. Sedangkan PDP yang diizinkan pulang cenderung stagna, dari 246 menjadi 248. Warga berstatus ODP yang jalani isolasi secara mandiri juga bertambah menjadi 962 orang total kumulatif mencapai 3.616.

Masuk hari kedua pelaksanaan PSBB di Kota Makassar, sejumlah pelanggaran masih ditemukan petugas dari tim gabungan penegakan aturan. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Makassar Iman Hud menyebut bahwa pengoperasian toko non-kebutuhan pokok adalah salah satu bentuk pelanggaran yang marak dijumpai oleh pihaknya.

Padahal jika berdasarjab ketentuan dalam peraturan Wali Kota (Perwali) dalam pelaksanaan PSBB di Makassar, toko yang tidak ada hubungannya dengan kebutuhan pangan warga, dilarang beroperasi.

"Beberapa kejadian, kalau saya tidak turun di lapangan barangkali tidak ketahuan. Ini jadi bahan tertawaan. Makanya pemerintah harus open minded," ungkap Iman dalam video konferensi bersama jurnalis.

Umumnya, toko-toko non-esensial yang didapati masih buka adalah toko yang menjual barang elektronik hingga perlengkapan pribadi lainnya. Beberapa diantaranya berusaha mengelabui petugas dengan cara menutup pintu dari luar atau minimal membuka setengah pintu toko. Saat ditindak, petugas menemukan sejumlah masyarakat yang berbelanja di dalam.

Pengelola atau bahkan pemilik toko yang kedapatan masih beroperasi kemudian berdalih akan menutup lokasi usahanya sesuai aturan.

"Saya merasakan betul bagaimana di lapangan. Banyak kejadian janggal yang tidak sesuai dengan perwali dalam PSBB. Izin usaha diurus kemudian dibuka lagi. Kalau ini terus dibiarkan, kita juga di lapangan akan seperti ini terus. Tiap hari saya turun, masih ada 30-an toko belum tutup," terang Iman.

Dua hari berjalan, penerapan PSBB di Kota Makassar diakui masih berjalan belum maksimal. Setelah ditindak dengan penutupan paksa bahkan pencabutan izin usaha, pengusaha bisa kembali mengurus izin dengan mudahnya.

"Kalau hanya ditindak-ditindak biasa kapan akan selesai. Sudah terlanjur menyebar ini penyakit (virus corona) di lapangan. Dan ini dipertontonkan di depan orang banyak. Ini kan kalau main kucing-kucingan seperti ini berarti ada hal yang belum efektif," tegas Iman.

24 April 2020: Pasien positif COVID-19 di Sulsel berjumlah 420 orang, Kota Makassar mulai lakukan PSBB, sementara Kabupaten Gowa bakal berlakukan pada Rabu 29 April

[LINIMASA-2] Perkembangan Terbaru Kasus Virus Corona di SulselANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Berdasarkan pembaruan data pada hari Jumat (24/4) pukul 17.00 WITA, terdapat 23 kasus baru wabah COVID-19 di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan jumlah kumulatif warga yang telah terinfeksi virus corona mencapai 420 orang.

Hanya terdapat penambahan satu pasien yang dinyatakan sembuh di Sulsel, sehingga jumlahnya menjadi 81 orang. Satu penambahan juga terjadi pada jumlah korban jiwa akibat wabah ini. Jika sebelumnya 34 orang, total warga yang meninggal dunia pada hari ini menjadi 35 orang.

Dalam situs Sulsel Tanggap COVID-19 per hari Jumat pukul 17.01 WITA, jumlah PDP yang dirawat naik ke angka 357 dengan total kumulatif 661. Penambahan juga terjadi pada PDP yang meninggal dunia, dari 53 pada Kamis (23/4) sebelumnya menjadi 58, serta PDP yang dinyatakan sehat dari 243 menjadi 246. Warga berstatus ODP yang jalani isolasi secara mandiri juga bertambah menjadi 933 orang total kumulatif mencapai 3.589.

Pada hari pertama pembatasan social berskala besar (PSBB), petugas gabungan menemukan banyak warga yang belum begitu mematuhi aturan. Pengendara roda dua masih berboncengan lebih dari satu orang, kendaraan roda empat dengan lebih dari dua orang penumpang, serta toko-toko selain penyedia jasa kebutuhan pokok yang masih tetap buka.

"Iya memang masih ada beberapa (pelanggaran) yang kami terima laporannya, ini yang ditindaki langsung," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Kota Makassar, Ismail Hajiali kepada IDN Times.

Umumnya, pelanggar didapati di kawasan perbatasan kota. Padahal, petugas gabungan telah memperketat pengawasan di enam pintu masuk perbatasan menuju dan dari Kota Makassar selama masa PSBB.

Pelanggar di hari pertama ini sementara hanya diberikan teguran lisan. Mereka diminta menaati aturan PSBB jika ingin beraktivitas di Kota Makassar. Selain memperlihatkan KTP mereka diminta untuk selalu menggunakan masker.

"Kalau yang lebih penumpangnya kita tegur tapi diturunkan dulu. Kemudian yang tidak menggunakan masker kita berikan masker untuk dia gunakan langsung," ungkap Ismail.

Sementara itu berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mengagendakan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada Rabu (29/4) mendatang.

"Insya Allah PSBB di waktu yang telah kita tetapkan akan efektif bisa kita terapkan. Sementara akan kita rampungkan kelanjutannya, teknisnya seperti apa," kata Adnan dalam video konferensi bersama jurnalis.

Adnan menjelaskan bahwa penetapan ini disesuaikan dengan waktu sepekan setelah surat persetujuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terbit pada Rabu (22/4) lalu.

"Artinya ada satu minggu lagi waktu untuk kita betul-betul evaluasi apa-apa yang masih perlu dipersiapkan matang kalau ada yang kurang dan kita lakukan bertepatan dengan SK Kemenkes," jelas Adnan.

23 April 2020: 397 warga Sulsel terinfeksi virus corona, Pemkot Makassar gelar rapid test massal jelang berlakukan PSBB

[LINIMASA-2] Perkembangan Terbaru Kasus Virus Corona di SulselSuasana rapid test di Makassar, Kamis (23/4). Humas Pemkot Makassar

Per hari Kamis (23/4) pukul 17.00 WITA, pemerintah melaporkan ada penambahan 10 kasus baru pasien positif wabah virus corona atau COVID-19 di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Tambahan 10 pasien selama 24 jam terakhir membuat jumlah kumulatif warga Sulsel yang terinfeksi virus corona mencapai 397 orang.

Warga yang menyusul dalam daftar pasien yang telah diizinkan pulang oleh tim medis dari sejumlah rumah sakit rujukan COVID-19 di Sulsel bertambah 5 orang, sehingga angkanya telah berada di 80.

Adapun total pasien meninggal dunia akibat virus corona di Sulsel kembali alami penambahan. Empat kematian dikonfirmasi selama satu hari terakhir, sehingga sudah ada 34 korban jiwa.

Dalam situs Sulsel Tanggap COVID-19 per hari Kamis pukul 18.46 WITA, ada 342 PDP masih dirawat dari total kumulatif 637. Ada 53 PDP yang telah meninggal dunia serta 243 lainnya dinyatakan sehat. Sementara itu ada 840 warga berstatus ODP jalani proses pemantauan dari total kumulatif mencapai 3.421.

Jelang penerapan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB, Pemkot Makassar melakukan rapid test COVID-19 di seluruh Puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan di Kota Makassar.

Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb mengatakan, tes ini dilakukan sehari sebelum Ramadan mengingat kecenderungan warga yang biasanya ragu melakukan pemeriksaan darah saat sedang menjalankan ibadah puasa.

“Ini kita lakukan untuk mengidentifikasi lebih cepat warga kita yang telah terpapar agar bisa segera dilakukan isolasi. Saat ini penyebaran yang banyak terjadi adalah local transmission yang dilakukan oleh orang tanpa gejala (OTG). Ini yang berbahaya jika tidak segera kita temukan untuk diisolasi," katanya seperti dikutip dalam siaran pers.

Pemkot sendiri, kata Iqbal, telah menyiapkan 10.000 alat rapid rest di seluruh Puskesmas secara gratis. Warga yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19, PDP, ataupun pernah melakukan perjalanan jauh, dipersilakan untuk melakukan rapid rest.

"Silahkan datang, yang positif ada temannya, keluarganya, termasuk yang selama ini merasa ragu-ragu apakah terjangkit atau tidak, silakan datang ke Puskesmas untuk diperiksa” kata Iqbal.

22 April 2020: Jumlah pasien positif nyaris dekati angka 400, Kabupaten Gowa kantongi izin pelaksanaan PSBB

[LINIMASA-2] Perkembangan Terbaru Kasus Virus Corona di SulselWarga berjaga di akses masuk pedesaan di Desa Romangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (16/4/2020). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Dalam data terbaru pemerintah yang dirilis pada Rabu (22/4) pukul 17.00 WITA, ada 13 kasus baru wabah COVID-19 di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) selama sehari terakhir. Sebanyak 13 pasien tambahan membuat jumlah kumulatif kasus positif viru corona di Sulsel mencapai 387 orang.

Peningkatan jumlah pasien yang sembuh juga terus bertambah. Warga yang telah diizinkan pulang oleh tim medis dari sejumlah rumah sakit rujukan COVID-19 di Sulsel bertambah 12 orang, sehingga angkanya telah berada di 75.

Di sisi lain, total korban meninggal dunia akibat wabah ini masih sebanyak 30 orang atau tak berubah sejak bertambah pada hari Selasa (21/4) kemarin.

Polrestabes Makassar lebih gencar menggelar patroli pada uji coba pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayahnya, yang berlangsung pada 21-24 Maret 2020. Petugas menyasar lokasi yang jadi pusat perkumpulan masyarakat untuk memberi edukasi dan sosialisi seputar aturan PSBB.

Patroli antara lain digelar di pasar tradisional, pusat pertokoan, hingga di jalan-jalan. Sosialisasi bakal terus berjalan hingga PSBB diterapkan mulai Jumat (24/5).

"Kita berikan pemahaman kepada masyarakat sekaitan dengan PSBB untuk mereka," kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, di Makassar, Rabu (22/4).

Di hari yang sama, usulan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan akhirnya disetujui. Penerapan PSBB Gowa tertuang dalam surat Keputusan Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nomor HK.01.07/MENKES/273/2020.

Surat keputusan terkait PSBB Gowa ditandatangani langsung Menkes Terawan Agus Putranto. "Sudah (disetujui pelaksanaan PSBB untuk Kabupaten Gowa)," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, kepada IDN Times.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengaku penerapan PSBB memang sudah harus dilakukan di wilayahnya. Tentunya dengan melihat perkembangan penyebaran COVID-19 setiap waktunya. Hingga hari ini disebutkan Adnan, data positif COVID-19 di Gowa sudah mencapai 25 orang, sementara orang dalam pemantauan (ODP) 314 dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 139.

Bupati Adnan pun telah mempersiapkan segala sesuatunya saat akan melakukan PSBB di wilayahnya jika usulannya mendapat persetujuan Kemenkes RI. "Salah satunya dengan menyiapkan posko di seluruh perbatasan Kabupaten Gowa. Hal ini mengingat wilayah tersebut berbatasan langsung dengan delapan kabupaten/kota di wilayah Sulawesi Selatan," ucap Adnan dalam keterangan yang sama.

21 April 2020: Sebanyak 73 pasien di Sulsel telah sembuh, Pemprov kaji rencana penerapan PSBB di Gowa

[LINIMASA-2] Perkembangan Terbaru Kasus Virus Corona di SulselBupati Gowa Adnan Purichta Ichsan. IDN Times/Humas Pemkab Gowa

Dalam data milik pemerintah pusat per hari Selasa (21/4) pukul 17.00 WITA, kasus baru COVID-19 di Sulawesi Selatan (Sulsel) hanya bertambah sebanyak empat kasus. Ini jadi penambahan pertama sejak hari Minggu (19/4) kemarin.

Dengan ini, jumlah kumulatifnya mencapai 374 orang. Sulawesi Selatan pun turun ke peringkat kelima kasus terbanyak se-Indonesia, tepat di bawah Jawa Tengah dengan total 449 kasus.

Peningkatan terus terjadi pada grafik pasien sembuh. Ada 10 pasien telah diizinkan pulang dari ruang isolasi perawatan dalam 24 jam terakhir. Dengan ini, sudah ada 73 pasien telah pulih di Sulsel.

Penambahan turut terjadi pada jumlah pasien yang telah meninggal dunia, yang pertama sejak hari Sabtu (18/4) lalu. Ada 5 korban jiwa tambahan dikonfirmasi, sehingga sudah ada 30 warga Sulsel mengembuskan napas terakhir akibat wabah COVID-19.

Setelah Pemkot Makassar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sementara mengkaji usulan Pemerintah Kabupaten Gowa untuk menerapkan sistem pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menyatakan, bakal mengajukan daerahnya untuk menerapkan PSBB seperti yang dilakukan Kota Makassar.

Usulan dilakukan menyusul tingkat penyebaran wabah virus corona di Gowa dianggap cukup mengkhawatirkan. "Pengajuan PSBB-nya Gowa sementara ini kita kaji untuk diteruskan kementerian kesehatan," kata Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ichsan Mustari dalam video konferensi bersama jurnalis, Senin (20/4).

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan sebelumnya mengatakan, daerahnya siap untuk menerapkan PSBB. Dia tinggal menunggu apakah usulan disetujui Kemenkes atau tidak. Untuk itu segala persyaratan sesuai dengan protokol penerapan PSBB yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Peraturan Menteri Kesehatan, sebelumnya bertahap dirampungkan.

Adnan bahkan telah menyiapkan sejumlah skenario, apabila kemenkes tidak menyetujui usulan penerapan PSBB di daerahnya. Namun, dia tetap berharap agar Kemenkes, mempertimbangkan usulan tersebut. Sebagai bentuk keseriusan, Adnan telah mengirim surat permohonan penerapan PSBB ke Gubernur Nurdin Abdullah.

Surat permohonan itulah yang menurut Ichsan sementara ini masih dalam tahapan pengkajian, evaluasi sebelum akhirnya diteruskan ke kemenkes. "Dalam waktu dekat mungkin sebentar malam, kita (kaji) dan kirim. Tentu kita lihat dulu data-datanya, dan tentu analisis-analisisnya untuk kita teruskan," ungkap Ichsan.

20 April 2020: Tak ada penambahan jumlah kasus positif, 1.630 aparat gabungan siap amankan jalannya PSBB

[LINIMASA-2] Perkembangan Terbaru Kasus Virus Corona di SulselANTARA FOTO/Arnas Padda

Tak ada penambahan jumlah kasus baru COVID-19 di Sulawesi Selatan (Sulsel) pada hari Senin (20/4). Berdasarkan data milik pemerintah pusat pukul 17.00 WITA, jumlah kumulatif pasien positif bergeming di angka 370 orang atau tak berubah sejak diperbarui kemarin sore.

Berita baik, peningkatan terjadi pada jumlah pasien virus corona yang telah dinyatakan sembuh. Sebanyak 20 orang dikonfirmasi telah diizinkan pulang oleh tim medis dalam 24 jam terakhir. Dengan ini, sudah ada 63 pasien telah pulih di Sulsel.

Adapun jumlah pasien yang telah meninggal dunia masih bergeming di angka 25, tak berubah sejak hari Sabtu (18/4) pekan lalu. Kendati demikian, stagnannya penambahan pasien masih menempatkan Sulsel di peringkat 4 provinsi dengan kasus COVID-19 terbanyak se-Indonesia

Sedang dalam situs Sulsel Tanggap COVID-19 per hari Senin pukul 17.29 WITA, masih ada 282 PDP masih dirawat dari total kumulatif 560. Ada 50 PDP yang telah meninggal dunia. Sementara itu ada 688 warga berstatus ODP masih jalani proses pemantauan dari total kumulatif 3.272.

Pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Makassar tinggal menghitung hari. Sesuai rencana, Pemerintah Kota Makassar bakal memberlakukan PSBB pada 24 April hingga 7 Mei mendatang.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang dapat mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat selama masa PSBB, Polrestabes Makassar berkoordinasi dengan TNI, mengerahkan kekuatan gabungan untuk bersiaga di sejumlah lokasi vital.

"Pasti kita amankan. Kita jaga terus objek vital (bersama) tentara batalion. PLN, Alfamart dan Indomaret itu masuk objek vital. Itu juga kita patroli," kata Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, kepada sejumlah jurnalis saat dikonfirmasi, Senin (20/4).

Pengamanan PSBB di Kota Makassar, kata Yudhiawan, melibatkan sejumlah sektor lintas satuan kerja. Selain kepolisian, TNI hingga aparatur pengamanan jajaran Pemkot Makassar juga dilibatkan. Yudhiawan menyebut, sebanyak 1630 personel gabungan yang diterjunkan dalam pengamanan nantinya.

Rinciannya, Polda Sulsel berbagai jajaran sebanyak 390 personel, Polrestabes Makassar 810 personel, Pemkot Makassar 220 orang dan TNI 108 personel. Personel gabungan bakal mengintensifkan patroli hingga penjagaan lokasi yang telah dipetakan.

19 April 2020: Kasus positif mencapai 370 orang, Pemkot Makassar siapkan bantuan sembako saat PSBB

[LINIMASA-2] Perkembangan Terbaru Kasus Virus Corona di SulselANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Data terbaru kasus virus corona atau COVID-19 di Sulawesi Selatan per Minggu (19/4) pukul 17.00 WITA, berjumlah total 370 orang. Tercatat terjadi penambahan 27 kasus baru selama satu hari terakhir.

Sulsel bergeming di peringkat keempat provinsi dengan kasus COVID-19 terbanyak se-Indonesia di bawah DKI Jakarta yang telah menembus 3.032 kasus, Jawa Barat (696), dan Jawa Timur (590).

Tak ada penambahan untuk data pasien COVID-19 di Sulsel yang dinyatakan telah sembuh atau meninggal dunia. Masing-masing masih berada pada angka 43 orang dan 25 korban. Dengan ini, pasien positif yang saat ini jalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit rujukan sebanyak 302 orang.

Terkait PSBB di Makassar, sejumlah jalur perbatasan dengan kabupaten di sekitarnya akan diperiksa ketat oleh aparat keamanan gabungan selama masa pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar.

Dengan demikian, orang-orang yang masuk ke Makassar akan menjalani pemeriksaan terlebih dahulu. Pemeriksaan itu akan dilakukan di enam pintu masuk Makassar. Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menekan penyebaran virus corona atau COVID-19 di Makassar.

"Iya betul itu akan ada pemeriksaan di 6 titik. Ada 6 pos perbatasan, 15 pos pam wilayah kecamatan dan Polri menyiapkan 12 dapur lapangan," kata Jubir COVID-19 Makassar, Ismail Hajiali saat dikonfirmasi IDN Times, Minggu (19/4).

Menyoal pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Makassar, Pemerintah Kota Makassar telah menyiapkan bantuan sembako kepada sekitar 60.000 kepala keluarga (KK). Namun pendataan untuk keluarga penerima sembako juga masih terus dilakukan.

Pemberian sembako ini rencananya mulai dilakukan sebelum pemberlakuan PSBB. Jubir COVID-19 Makassar Ismail Hajiali mengatakan kemungkinan pembagian dilakukan antara 21 atau 22 April.

"Data yang sekarang hasil konfirmasi awal itu ada kurang lebih 60.000 KK yang sementara terdata. Tadi saya konfirmasi dengan Kadis Sosial itu direncanakan antara 21-22. Yang jelas dilakukan itu menjelang 24 April nanti saat pemberlakuan," kata Ismail saat dihubungi IDN Times, Minggu (19/4).

Keluarga yang akan mendapatkan bantuan sembako, jelas Ismail, adalah keluarga yang perekonomiannya terdampak oleh pandemi COVID-19. Seperti misalnya orang-orang yang harus kehilangan pekerjaan akibat terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau warga yang mengandalkan penghasilan harian.

Maka dari itu Pemkot Makassar menyiapkan kebutuhan pangan selama masa PSBB agar bisa membantu meringankan beban masyarakat yang tak bisa bekerja. Pemkot pun melibatkan jajaran RT/RW hingga lurah untuk penyaluran sembako ini nantinya.

"Makanya pendistribusian dan pembagian sembako nanti itu melibatkan penuh ketua RT, RW dan lurah. Karena mereka yang paling banyak tahu di masyarakatnya," ucap Ismail yang juga Kepala Diskominfo Kota Makassar itu.

18 April 2020 : Ada 343 kasus positif, Gowa minta warganya yang bekerja di Makassar untuk diliburkan selama PSBB

[LINIMASA-2] Perkembangan Terbaru Kasus Virus Corona di SulselANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Jumlah pasien yang teridentifikasi positif COVID-19 di Sulawesi Selatan kembali bertambah pada Sabtu (18/4), meski tidak sedrastis kemarin. Pembaruan data pemerintah pusat per Sabtu pukul 16.05 WITA mencatat ada 11 penambahan kasus baru dalam satu hari terakhir.

Hingga kini, secara kumulatif terkonfirmasi ada 343 orang positif COVID-19 di Sulsel.  Posisi Sulsel pun masih berada di peringkat keempat provinsi dengan kasus COVID-19 terbanyak se-Indonesia.

Data pasien yang dinyatakan sembuh di Sulsel tidak bertambah, yakni 43 orang. Sebaliknya, tercatat dua tambahan kasus kematian pasien positif, sehingga totalnya 25 orang. Sementara itu pasien positif yang masih dirawat sebanyak 274 orang.

Sementara itu Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mendukung penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di daerah tetangga, Kota Makassar mulai 24 April mendatang. Dia mengusulkan kepada Pemerintah Kota Makassar agar mendata pekerja yang berasal dari luar kota, termasuk Gowa.

Inventarisasi pekerja ini dianggap bisa membantu penerapan PSBB berjalan maksimal. Selain itu, ia merujuk pada data yang menyatakan bahwa 40 hingga 45 persen warga Gowa bekerja di Kota Makassar.

"Mulai hari ini saya minta untuk dilakukan inventarisasi sekaligus data, mana orang-orang di luar dari Makassar yang bekerja di Makassar. Yaitu yang saya maksud adalah (warga) Kabupaten Gowa," kata Adnan melalui siaran langsung di akun Facebook Humas Pemkab Gowa, Sabtu (18/4) siang.

Demi mendukung PSBB di Kota Makassar sekaligus mencegah virus corona menyebar lebih luas di daerahnya, dia meminta agar warga Gowa yang bekerja di ibu kota provinsi itu diliburkan sementara. "Bukan di-PHK tapi dirumahkan atau diliburkan selama pemberlakuan PSBB," ujar Adnan.

Di sisi lain, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menyiapkan lebih dari seribu personel demi mengamankan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Makassar. "Sebanyak 810 personel Polrestabes Makassar dan 390 personel dari Satker Polda Sulsel bersama unsur TNI dan pemda telah disiapkan untuk mengamankan PSBB," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo dalam keterangan tertulis yang diterima IDN Times, Sabtu (18/4).

Beberapa langkah teknis pun disiapkan untuk mendukung pemerintah dalam mengamankan penerapan PSBB di Makassar. Polisi menerapkan sistem penanganan kota dalam mengawal upaya menekan penyebaran COVID-19.

"Dengan melakukan pola preventif dan represif, berupa pembuatan dan penjagaan pada pos-pos di beberapa wilayah dan penggal-penggal jalan untuk membatasi gerak masyarakat," ujar Ibrahim.

17 April 2020 : Kasus positif tembus 332 orang, Pemkot Makassar tetapkan hari pemberlakuan PSBB

[LINIMASA-2] Perkembangan Terbaru Kasus Virus Corona di SulselIlustrasi (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

Sehari setelah Pemerintah Kota Makassar mengantongi izin pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), terjadi lonjakan besar jumlah pasien positif COVID-19 di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Berdasarkan data milik pemerintah pusat per hari Jumat (17/4) pukul 17.00 WITA, dikonfirmasi terdapat 61 kasus baru untuk wilayah Sulsel. Akumulasi pasien positif pun telah berada di angka 332 orang. Ini jadi penambahan terbanyak sejak Pemerintah Provinsi Selatan mengumumkan dua kasus pertama pada 19 Maret silam.

Dengan ini, Sulsel pun naik dari posisi enam ke peringkat empat kasus terbanyak se-Indonesia. Di bawah DKI Jakarta (2.815 kasus), Jawa Barat (632 kasus) dan Jawa Timur (522 kasus).

Sementara itu, dalam situs Sulsel Tanggap COVID-19 pada Jumat pukul 18.08 WITA, jumlah PDP yang masih dalam perawatan mencapai 244 dari total akumulasi 461 orang. Sudah ada 194 orang diperbolehkan pulang, dan 23 PDP telah meninggal dunia.

Untuk ODP sendiri masih ada 762 warga masih dalam proses pemantauan dan total akumulasi yakni 3.149 orang.

Sehari setelah usulan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) disetujui oleh Kementerian Kesehatan, Pemerintah Kota menetapkan PSBB di Kota Makasar mulai diterapkan pada Jumat, 24 April 2020 mendatang. Ini diungkapkan Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Subaeb usai melaksanakan rapat koordinasi bersama Forum Komubikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Iqbal menyebut bahwa PSBB di daerahnya bakal diberlakukan selama dua pekan. Kebijakan itu bakal berlangsung hingga 7 Mei 2020, dan bisa diperpanjang.

Sebelum resmi diterapkan, Pemkot Makassar memanfaatkan waktu beberapa hari untuk melaksanakan sosialisasi dan uji coba. Sosialisasi dilakukan mulai hari ini hingga Senin (20/4) mendatang. Lalu uji coba diterapkan pada Selasa (21/4) hingga Kamis (23/4).

Di sisi lain, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar menjamin ketersediaan pangan stabil bagi warga di ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan itu selama penerapan PSBB

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar Sri Sulsilawati mengatakan bahwa ketersediaan pangan saat ini masih cukup digunakan hingga bulan Oktober mendatang.

Melihat usulan Pemkot Makassar mendapat lampu hijau dari Kemenkes, Pemerintah Kabupaten Gowa sebagai daerah transmisi COVID-19 juga berencana mengusulkan penerapan PSBB di wilayahnya. Rencana pengusulan PSBB diungkap langsung oleh Bupati Gowa yakni Adnan Purichta Ichsan.

Pertimbangannya adalah letak Makassar dan Gowa yang saling berdekatan. Ada sekitar 40 persen dari total 800 ribu warga Gowa yang bekerja di Kota Makassar. Mereka berisiko terpapar virus corona karena Makassar kini merupakan episentrum COVID-19 di Sulsel.

Pemkab Gowa, kata Adnan, tengah menyiapkan sejumlah kriteria seperti yang ditetapkan oleh Kemenkes untuk mengajukan PSBB. Jika semua indikator terpenuhi, usulan pun bakal diajukan.

Baca Juga: [LINIMASA] Perkembangan Terbaru Kasus Virus Corona di Sulawesi Selatan

Topic:

  • Ach. Hidayat Alsair
  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya