Comscore Tracker

Jelang Lebaran Jangan Lupa Bayar Zakat, Ini Ketentuannya  

Seperti puasa Ramadan, juga termasuk Rukun Islam

Makassar, IDN Times - Membayar zakat menjadi salah satu rukun Islam yang wajib dijalankan setiap umat Muslim. Kewajibannya sama dengan empat rukun lain, yakni syahadat, mendirikan salat, menunaikan haji, serta berpuasa di bulan Ramadan.

Zakat secara sederhana adalah menyucikan jiwa dengan mengambil sebagian harta untuk diberikan kepada golongan tertentu. Orang yang menunaikan zakat disebut Muzaki, sedangkan penerimanya disebut Mustahik. 

Dalam Alquran Surah At-Taubah ayat 9 disebutkan, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.”

Baca Juga: Tiga Amalan di Bulan Ramadan Ini Bisa Menggugurkan Dosa

1. Masyarakat diimbau membayar zakat di lembaga resmi

Jelang Lebaran Jangan Lupa Bayar Zakat, Ini Ketentuannya  IDN Times/Aan Pranata

Masyarakat yang hendak menunaikan zakat bisa mendatangi Unit Penumpul Zakat (UPZ) terdekat. Lembaga ini disebar oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar di seluruh wilayah dalam kota.

Ketua Baznas Kota Makassar Anis Zakaria Kama mengimbau masyarakat agar membayar zakat di lembaga resmi. Sebab melalui lembaga, penyaluran zakat lebih praktis dan tepat sasaran.

Di Makassar, ada beberapa lembaga resmi yang menerima pembayaran zakat, misalnya Lazismu, Dompet Dhuafa, dan lain-lain.

"Kami imbau kepada muzaki yang sudah memenuhi sesuai syarat Islam agar semakin sadar dan ikhlas mengeluarkan amil di lembaga resmi," kata Aniz.

2. Delapan orang golongan penerima

Jelang Lebaran Jangan Lupa Bayar Zakat, Ini Ketentuannya  freepik/tascha1

Sebagai salah satu rukun Islam, zakat punya beberapa aturan. Salah satunya tentang delapan golongan yang patut menerima. Soal ini dijelaskan dalam Alquran surah A-Taubah ayat 60: 

  • Fakir, yakni mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup
  • Miskin, yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup
  • Amil, mereka yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat
  • Mu'allaf, mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan dalam tauhid dan syariah
  • Hamba sahaya, yakni budak yang ingin memerdekakan dirinya
  • Gharimin, mereka yang berhutang untuk kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya
  • Fisabilillah, mereka yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad dan sebagainya
  • Ibnus Sabil, mereka yang kehabisan biaya di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah

3. Zakat fitrah dikeluarkan sebelum Idul Fitri

Jelang Lebaran Jangan Lupa Bayar Zakat, Ini Ketentuannya  IDN Times/ Mela Hapsari

Dalam laman Baznas, dijelaskan bahwa zakat fitrah wajib ditunaikan seorang Muslim yang sudah mampu menunaikannya. Zakat ini dikeluarkan setahun sekali pada saat awal bulan Ramadan hingga batasnya sebelum salat hari raya Idul Fitri.

Hadist Rasulullah SAW berbunyi, “Barangsiapa yang menunaikan zakat fitri sebelum shalat Id maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat Id maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud).

Zakat fitrah berupa beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per orang. Kualitas beras atau makanan pokok sesuai dengan yang kita konsumsi sehari-hari. Namun, beras atau makanan pokok tersebut dapat diganti dalam bentuk uang senilai 2,5 kg atau 3,5 liter beras.

4. Zakat harta setahun sekali

Jelang Lebaran Jangan Lupa Bayar Zakat, Ini Ketentuannya  Antara/M Agung Rajasa

Selain zakat fitrah, umat Muslim juga wajib mengeluarkan zakat harta atau maal setiap tahun. Ini wajib kepada setiap orang jika hartanya memenuhi dua syarat. Yang pertama, dapat dimiliki, dihimpun, dikuasai. Kedua, dapat diambil manfaatnya fungsi. Misalkan rumah, mobil, ternak, hasil pertanian, uang, emas, dan sebagainya.

Syarat harta yang wajib di zakati yaitu, milik penuh, bertambah atau berkembang, cukup nisab, lebih dari kebutuhan pokok, bebas dari utang, dan sudah berlalu satu tahun. Nilainya 2,5 persen dari jumlah harta. Adapun nisab atau minimal harta yang wajib zakat adalah setara 85 gram emas.

Misalkan, Fulan selama satu tahun memiliki harta tersimpan seharga Rp100 juta. Jika saat ini harga emas Rp622 ribu per gram, maka nisab zakat senilai Rp52,8 juta. Fulan pun wajib mengeluarkan zakat karena telah memenuhi nisab.

Baca Juga: [LINIMASA] Data dan Fakta Arus Mudik Lebaran 2019

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Just For You