Comscore Tracker

Guru di Bulukumba Tampar Siswi SMP Gara-gara HP, Begini Kronologinya  

Siswi berinisial SL berupaya merebut HP dari tangan gurunya

Makassar, IDN Times - Sebuah video kekerasan di lingkungan sekolah beredar di grup percakapan WhatsApp, Selasa (3/12). Dalam video itu, terlihat seorang guru wanita yang memukuli siswi SMP gara-gara persoalan telepon genggam atau HP.

Rekaman video menunjukkan keributan antara guru dan siswi di depan sebuah ruang kelas sekolah. Berawal saat siswi itu menolak HP-nya disita oleh guru. Saat sang guru hendak beranjak, siswi bersikeras merebut HP dari tangan guru. Keduanya beradu argumen.

Berikutnya, pada video berdurasi 2,57 menit, terlihat beberapa kali guru wanita melayangkan pukulan ke badan murid. Nampak sebuah tamparan mendarat ke wajah perempuan yang mengenakan seragam SMP. Sejumlah siswa dan siswi melerai keduanya.

1. Kejadian berlangsung di masa ujian semester

Guru di Bulukumba Tampar Siswi SMP Gara-gara HP, Begini Kronologinya  Dok. IDN Times/Istimewa

Penganiayaan yang terekam video belakangan diketahui terjadi pada Senin (2/12) di SMP Negeri 20 Bulukumba, tepatnya di Desa Kalimporo, Kecamatan Kajang, Bulukumba. Pelaku penganiayaan merupakan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia bernama Andi Srianita, 27 tahun, sedangkan siswi berinisial SL.

Kejadian itu dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bulukumba Akhmad Januaris. Dia menjelaskan, penganiayaan terjadi pada masa ujian semester. Selama ujian, anak didik dilarang membawa HP ke sekolah. Namun SL kedapatan memasukkan telepon genggamnya ke kelas secara sembunyi-sembunyi.

“Saat didapat, diambillah HP itu oleh gurunya. Dan selesai ujian, anak ini minta. Tapi gurunya mengarahkan agar diambil ke BK (Bidang Konseling). Dan kelihatan di video, anak itu tidak mau, bahkan mendebat gurunya,” ucap Akhmad melalui telepon, Selasa (3/12).

2. Guru disebut terpancing emosi

Guru di Bulukumba Tampar Siswi SMP Gara-gara HP, Begini Kronologinya  (Ilustrasi) IDN Times/Sukma Shakti

Kadis Akhmad juga membenarkan soal kejadian penganiayaan. Namun menurut dia, tindakan kekerasan terjadi karena sang guru terpancing emosi. Sebab di saat bersamaan, siswi SL terus mendesak dan berupaya merampas HP dari tangan guru.

“Saat dia jalan, kelihatan anak ini mau merebut HP. Akhirnya, gurunya, yang namanya manusia biasa terpancing. Guru itu tindakannya sudah benar, sesuai laporan kepala sekolah. Karena anak itu diarahkan masuk Kantor BK,” Akhmad menerangkan.

Baca Juga: Viral, Guru di Gowa Dikeroyok Keluarga Murid Saat Jam Belajar 

3. Kedua pihak sudah didamaikan

Guru di Bulukumba Tampar Siswi SMP Gara-gara HP, Begini Kronologinya  Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Bulukumba Akhmad Januaris | bulukumba.go.id

Akhmad menyatakan bahwa guru dan siswi dalam video yang beredar sudah sepakat berdamai. Pihak sekolah memediasi mereka, yang akhirnya setuju saling memaafkan.

Dalam salinan surat pernyataan yang ditandatangani kedua pihak, guru Andi Srianita dan siswi SL bersepakat menyelesaikan peristiwa penganiayaan secara kekeluargaan. SL tidak keberatan atas kejadian yang dia alami, dengan catatan diberi kesempatan mengikuti ujian semester susulan. Kasus ini juga tidak dibawa ke polisi.

“Persoalannya sudah selesai. Hari ini orang tuanya (SL) datang minta maaf. Sudah damai, dan tidak ada masalah. Kita sudah sampaikan ke teman-teman guru, kalau ada hal seperti itu diselesaikan dengan baik. Ini kan, kejadiannya guru sudah baik-baik memberikan pemahaman, tapi anak ini mendebat,” kata Akhmad.

4. Siswi SL sempat terancam dikeluarkan

Guru di Bulukumba Tampar Siswi SMP Gara-gara HP, Begini Kronologinya  Ilustrasi siswi SMP. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Lebih lanjut, Akhmad menjelaskan bahwa pihak SMP 20 Bulukumba sempat menyiapkan sanksi kepada siswi SL. Siswi itu dianggap tidak menghormati, dan bahkan melawan guru. Tindakan kekerasan disebut dipicu sikap murid sendiri.

Namun, setelah adanya kesepakatan damai antara kedua pihak, sanksi urung diberikan. Siswi dan guru bisa menjalankan aktivitas di sekolah seperti biasa.

“Harusnya sanksinya lebih berat, yaitu dikembalikan ke orang tua. Tapi orang tuanya sudah datang, dan pihak sekolah tidak ada masalah juga,” ujar Akhmad.

Baca Juga: Pengeroyokan Guru di Gowa, Mendikbud: Diselesaikan Baik-baik

Topic:

  • Irwan Idris

Just For You