Comscore Tracker

BMKG: Hujan Masih Turun di Seluruh Wilayah Sulsel Besok

Peringatan dini dikeluarkan untuk wilayah pesisir barat

Makassar, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan masih akan turun di seluruh wilayah Sulawesi Selatan, hingga besok, Kamis (9/12/2021).

Sebelumnya, hujan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sejak Minggu, 5 Desember 2021, dan menyebabkan banjir di setidaknya tujuh kabupaten/kota di Sulsel.

"Peringatan dini, waspada potensi hujan sedang–lebat dan angin kencang di wilayah pesisir barat Sulawesi Selatan," kata prakirawan BMKG Makassar Re'kun Matandung saat dikonfirmasi IDN Times, Rabu (8/12/2021).

Baca Juga: Daftar Daerah yang Terdampak Banjir di Sulsel

1. Prakiraan cuaca untuk wilayah Sulsel, Kamis (9/12/2021)

BMKG: Hujan Masih Turun di Seluruh Wilayah Sulsel BesokIlustrasi hujan (IDN Times/Sukma Shakti)

Berikut ini prakiraan cuaca BMKG untuk wilayah Sulsel dan sekitarnya, Kamis (9/12/2021):

- Pagi Hari: Berawan. Berpotensi Hujan Ringan di wilayah Pinrang, Sidrap, Watansoppeng, Pare-Pare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar dan Jeneponto serta Hujan Sedang di Selayar.

- Siang/Sore Hari: Hujan Ringan - Sedang di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.

- Malam Hari: Hujan Ringan di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Kecuali Berawan di wilayah Belopa, Sidrap, Wajo, Watampone, Sinjai, Bulukumba, Bantaeng dan Selayar.

- Dini Hari: Berawan Berpotensi Hujan Ringan - Sedang di wilayah Pinrang, Pare-Pare, Barru, Watansoppeng, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Selayar.

- Suhu Udara: 20 - 31°C.
- Kelembapan Udara: 75 - 95 %.
- Angin: Barat Daya – Barat / 10 - 50 km/jam.

Moderate Sea (Gel. 1.25-2.5 m) terjadi di Perairan timur Kep. Selayar, Laut Flores bagian utara,Laut Flores bagian barat,dan Laut Flores bagian timur.

2. Tujuh daerah di Sulsel terdampak banjir

BMKG: Hujan Masih Turun di Seluruh Wilayah Sulsel BesokWarga menggendong anaknya saat menerobos banjir di Kelurahan Batua, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (7/12/2021). (ANTARA FOTO/Arnas Padda)

Selasa, banjir terjadi di sebagian wilayah Kota Makassar. Wali Kota Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto menyebut ada 3.600 warga terdampak yang mengungsi akibat banjir. Selain intensitas hujan tinggi, banjir disebut terjadi akibat masa pasang tertinggi air laut.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Sulsel Andi Wahid menyebut, menurut data sementara, ada enam kabupaten yang juga dilanda banjir sepanjang Selasa. Masing masing di Kabupaten Pangkep, Sidrap, Soppeng, Wajo, Bone, dan Jeneponto.

Data BPBD Pangkep, terdapat lima ribu keluarga korban banjir yang tersebar di delapan kecamatan. Kecamatan tersebut yakni Kecamatan Balocci, Pangkajene, Bungoro, Labbakang, Ma'rang, Segeri, Mandalle dan Tondong Tallasa.

Ada 15 titik evakuasi di lokasi berbeda yang paling parah masing-masing di Kecamatan Pangkajene, Bungoro dan Minasatene. Namun demikian, hampir semua daratan di wilayah itu tergenang banjir. Dilaporkan pula tidak ada korban jiwa.

Banjir disebabkan air sungai dan bendungan pada beberapa wilayah desa kelurahan meluap dan merendam pemukiman termasuk akses jalan poros ditutup sementara karena ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Selanjutnya, data BPBD Kabupaten Soppeng, tercatat sebanyak 55.786 ribu KK terdampak banjir yang tersebar di tujuh kecamatan. Ada dua orang yang terbawa arus banjir. Satu di antaranya, Akbar (8 tahun), ditemukan meninggal. Sedangkan satu lainnya, bocah 2,5 tahun, masih dalam pencarian.

Data BPBD Kabupaten Wajo, sebanyak 992 KK terdampak banjir di empat desa, masing-masing Desa Ujungpero, Salotengnga, Woronge dan Benteng Lompo, Kecamatan Sabbangparu. Data dari BPBD Sidrap, jembatan di lingkungan 2 Maroangin, Kelurahan Bilokka, terputus akibat meluapnya Sungai Bilokka. Tidak ada korban jiwa saat kejadian.

Sedangkan data BPBD Kabupaten Jeneponto, banjir menggenangi Jalan Poros Jeneponto-Makassar di Sorroangin menyebabkan kemacetan. Puluhan rumah terendam air di Kecamatan Tamalatea dan Binamu, juga kerugian karena gagal panen.

Di Kabupaten Bone, data BPBD melansir terjadi tanah longsor di Dusun Kacciri, Desa Tondong, Kecamatan Tellulimpoe. Pemicu intensitas hujan tinggi sejak Senin sampai Selasa. Dampaknya, akses jalan terputus menghubungkan dua dusun di desa setempat. Dilaporkan tidak ada korban jiwa dan tim sedang memperbarui data.

3. Sudirman jamin upaya evakuasi dan pemenuhan bantuan

BMKG: Hujan Masih Turun di Seluruh Wilayah Sulsel BesokWarga di Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, mengungsi karena kebanjiran. IDN Times/Sahrul Ramadan

Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menjamin tim BPBD Provinsi bersiaga membantu korban terdampak banjir, terutama di Kota Makassar. Sejak Senin malam, personel BPBD dan tim SAR gabungan sudah berupaya mengevakuasi warga yang terisolasi karena banjir di berbagai tempat.

Selain itu, Sudirman menginstruksikan agar Dinas Sosial memenuhi bantuan yang dibutuhkan oleh warga terdampak. “Kami akan memastikan Dinsos untuk memberi pelayanan dapur umum dan bantuan logistik bagi warga di tempat pengungsian sementara, termasuk pendamping medis,” katanya.

BPBD Provinsi Sulsel terus bersiaga untuk membantu evakuasi korban banjir. Bagi yang butuh bantuan tim BPBD Sulsel, dapat menghubungi di nomor 0821-8777-4354.

Baca Juga: 3 Penyebab Utama Banjir di Makassar Menurut WALHI Sulsel

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya